Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tips

Tips Ampuh Menjaga Barang-Barang Jika Meninggalkan Rumah untuk Jangka Waktu Lama

Meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama, entah untuk bekerja di luar kota atau mengejar studi di luar negeri, dapat menjadi pengalaman mendebarkan. Namun, selain persiapan diri, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan: menjaga barang-barang agar tetap terjaga kualitasnya ketika kembali. Bagaimana caranya? 1. Sedekahkan atau Berikan kepada Orang Lain Apabila ada barang-barang yang tidak ingin di simpan, pertimbangkan untuk memberikannya kepada orang lain. Ini tidak hanya akan membantu mengurangi beban bawaan, tetapi juga memberikan manfaat kepada orang yang menerima bantuan. Baju, sepatu, atau barang-barang lain yang masih layak pakai bisa menjadi berkah bagi mereka yang membutuhkan. 2. Pelajari Cara Penyimpanannya Ada barang-barang yang memiliki cara spesifik untuk menjaga kualitasnya tetap baik dalam jangka waktu lama . Sebagai contoh, kapur barus dapat menjadi solusi untuk menjaga kesegaran baju di lemari. Letakkan kapur barus di dalam lemari baju untuk mencegah ke

Banyak Bepergian untuk Menghilangkan Keharusan

  Hidup ini penuh dengan keharusan, entah itu kebiasaan yang dianggap wajib oleh diri sendiri atau norma-norma yang tercermin dari lingkungan sekitar. Teman-teman saya, misalnya, memiliki keharusan masing-masing. Ada yang merasa harus makan nasi setiap kali makan, ada yang merasa harus tidur dengan boneka favorit, dan ada pula yang merasa harus merokok setiap habis makan agar mulutnya tidak terasa asam. Namun, apa yang terjadi jika keharusan-keharusan ini tidak dapat diwujudkan, terutama saat kita berada di luar lingkungan yang akrab? Bagaimana jika kita berada di negara lain yang memiliki norma-norma berbeda? Misalnya, di Singapura, keharusan merokok setelah makan tidak selalu dapat dipenuhi dengan mudah, mengingat adanya aturan ketat terkait merokok di tempat umum. Di sinilah kita melihat perlunya untuk membongkar keharusan dan memberikan ruang bagi kebebasan tanpa batas. Salah satu cara untuk mengatasi keharusan-keharusan tersebut adalah dengan sering bepergian dan mengunjungi t

Kalap Saat Laptop Tiba-Tiba Berasap

  Laptop saya tiba-tiba meledak. Hari itu, suasana Minggu malam yang tenang berubah menjadi kengerian ketika laptop yang sedang digunakan untuk sesi Zoom tiba-tiba mengeluarkan asap dan mati begitu saja. Tidak dapat menyala kembali. Panik menyelimuti, ditambah lagi, itu terjadi pada hari Minggu malam, di mana banyak bengkel dan tempat reparasi tutup. Padahal saya sedang mengikuti Pre-Departure Training di IALF Bali dan ada deadline pengumpulan discussion paper hari Senin esoknya.  Dalam keadaan putus asa, mencari solusi menjadi prioritas utama. Saya cari di internet dan menemukan bahwa ada bengkel reparasi komputer yang buka jam 8 pagi d i dekat tempat tinggal di Denpasar. Keesokan harinya, laptop yang terkena musibah itu berada di meja teknisi. Proses reparasinya tidaklah mudah. Dibutuhkan waktu sekitar tiga minggu, termasuk pengiriman part dari Jakarta. Teknisi mengungkapkan bahwa banyak jaringan yang harus dibenarkan, dan proses ini tidaklah mudah. Sebuah tantangan yang haru

Hindari Kerusakan Printer dengan Perawatan yang Sederhana

  Siapa yang tidak pernah merasakan kesalahan saat mencetak? Saya pribadi mengalami masalah yang cukup mengganggu ketika printer Epson yang berinfus, tiba-tiba tidak mau mencetak tinta hitam dengan baik. Tinta yang keluar pun buram . P rinter memerlukan proses cleaning yang memakan waktu setiap kali digunakan. Kondisi ini tidak hanya merepotkan, tetapi juga menimbulkan ketidaknyamanan saat mencetak dokumen. Saat itu, langkah pertama yang saya ambil adalah membawa alat tersebut ke seorang teknisi untuk diperiksa di Jaya Plaza Kosambi, Bandung. Hasilnya, masalah yang dihadapi ternyata bukan karena komponen yang rusak, melainkan karena penggunaan yang jarang. Saya mengakui bahwa saya hanya menggunakan mesi n cetak ini sesekali untuk mencetak dokumen pribadi atau seputar pekerjaan. Pernah juga alat ini ini dibiarkan tidak digunakan selama beberapa bulan. Ketika tinta printer tidak digunakan secara rutin, terutama jika berbahan dasar air, ada kemungkinan besar bahwa tinta akan

Seni Mengenalkan Ulang Karakter kepada Pembaca

  Membuat sebuah karya fiksi dengan banyak tokoh dan karakter yang memainkan berbagai peran dalam cerita adalah hal yang tidak mudah. Tantangan utamanya adalah bagaimana membuat setiap karakter tersebut dapat diingat dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi pembaca. Bila seorang pengarang tidak mampu menyajikan karakter-karakternya dengan cara yang menarik, pembaca dapat dengan mudah melupakan mereka, terutama jika jeda publikasi karya tersebut cukup panjang, seperti manga yang terbit beberapa bulan sekali. Hal ini menjadi tantangan yang lebih besar lagi ketika desain visual beberapa karakter dalam cerita tersebut memiliki kesamaan. Pembaca yang kurang teliti bisa saja mengira karakter A adalah karakter B atau sebaliknya. Apalagi dalam dunia manga, yang tidak hanya mengandalkan kata-kata, tetapi juga gambar, kesamaan desain karakter bisa menjadi suatu hal yang membingungkan. Manga World Trigger karangan Ashihara Daisuke merupakan salah satu contoh karya yang dihadapkan dengan tan

Sedekah Jalan

  Sedekah tidak hanya berbentuk uang. Bahkan dalam agama Islam senyum juga termasuk sedekah. Saya jadi terpikir jika menarik kedua otot bibir yang sederhana saja sudah termasuk ibadah, bagaimana jika memberikan waktu atau kesempatan? Ada konsep sedekah yang saya pelajari dari berkendara di jalan. Saya pertama kali membeli motor dan belajar mengendarainya di Kota Balikpapan. Saat bekerja di Kota Minyak ini, ada teman kantor yang menjual motornya karena pindah lokasi kerja. Ada juga teman kantor yang berbaik hati mengajari saja berkendara. Balikpapan cocok untuk pemula belajar naik motor. Lalu lintasnya tidak terlalu padat. Orang-orangnya juga baik dan berkendara dengan santai. Misalnya jika di lampu lalu lintas, lampunya sudah berganti dari merah ke hijau sedangkan kendaraan paling depan tidak langsung maju, kendaraan di belakangnya tidak langsung menekan klakson dengan emosi. Saat mau pular balik, kendaraan dari sisi yang berlawanan juga mau menunggu. Belajar dari lalu lintas Bal

Angka Nol Bukan Kosong

 “Berapa nomor HP kamu?” “Kosong delapan satu dua dua . . . .” Ketika menyebutkan nomor telepon, bagaimana kamu biasanya menyebutkan angka 0, degan kata nol atau kosong? Saya pernah dikiritik oleh teman ketika menyebutkan nomor telepon. Awalnya saya menggunakan kata kosong untuk menyebutkan angka 0 di awal nomor. Bagas (Langgam Bagas Pratomo), teman saya dari SMP pernah bilang bahwa seharusnya menyebutkan angka 0 dengan kata nol. Jadi nomor teleponnya nol delapan satu sekian sekian. Kalau kosong menunjukkan ketidakadaan. Karena angka depan nomor telepon itu diawali angka 0, bukan angka 8, jadi seharusnya menyebutkannya dengan kata nol terlebih dahulu. Sejak saat itu saya selalu menyebutkan nomor telepon dengan angka nol terlebih dahulu. Selain penyebutan verbal, saya juga merasa angka 0 perlu ditegaskan dalam versi tulisan. Terdapat karakter Ø (angka 0 dicoret), yang biasa digunakan untuk membedakan antara angka 0 dengan huruf O. Kalau dokumen cetak, mungkin akan mudah membedak

Ide Oleh-oleh dari Perjalanan yang Khas dan Personal

 Budaya saling memberi oleh-oleh ketika pulang dari bepergian sudah menjadi bagian dari kehidupan orang Indonesia. Namun, ada teman internasional yang pernah kebingungan ketika mengetahui bahwa saya membeli banyak oleh-oleh untuk keluarga, kerabat, dan teman saat pulang dari perjalanan. Mereka bertanya, "Bukankah barang-barang itu akan memberatkan dan merepotkan?" Saya pribadi tidak keberatan melakukan ini. Malah, saya sangat menyukai budaya ini. Dari keluarga dan teman, saya pernah mendapatkan berbagai barang dan mencoba makanan atau minuman dari tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Sebagai contoh, Ario memberikan saya magnet kulkas dari Denmark . Yuan juga pernah memberikan saya miniatur boneka matryoshka dari Rusia. Kedua teman tersebut adalah teman seangkatan saya. Selain itu, Ilham dan Mbak Anggi memberikan saya sajadah setelah mereka pulang dari umrah di tanah suci. Ketika Om Mike pulang dari Norwegia, beliau juga membawakan oleh-oleh berupa

Berapa Seribu Dikurang Tujuh?

Apa yang biasa dilakukan saat menunggu transportasi datang, giliran periksa ke dokter, atau wahana permainan? Saat waktu senggang tersebut, ada yang memilih untuk membaca atau mengobrol dengan temannya. Namun ketika sedang menunggu sendirian kebanyakan orang sekarang lebih memilih untuk beraktivitas dengan gawainya, entah itu membalas chat di aplikasi, melihat time line media sosial, belanja online, ataupun kegiatan lain. Interaksi dengan ponsel yang semakin tinggi membuat kita tidak bisa lepas dari alat ini. Padahal banyak guru yang menyarankan untuk mengurangi screen time untuk melepaskan ketergantungan terhadap genggaman ponsel yang membelenggu. Salah satu sarannya dengan mencoba mengamati lingkungan sekitar dan fenomena yang terjadi. Tidak semua orang bisa langsung mengalihkan pikiran dari gawai. Kemungkinan akan sulit untuk melepaskan begitu saja kebiasaan melihat handphone di waktu menunggu. Ibarat orang yang ingin berhenti merokok memilih untuk mengunyah permen karet sebagai sub

Memberikan Hadiah Tak Harus Membeli Barang

  Banyak orang yang kebingungan ketika mau memberikan hadiah kepada orang lain. Seorang pria galau akan memberikan hadiah apa kepada pasangannya di hari ulang tahunnya karena penghasilannya belum terlalu tinggi. Seorang anak bingung akan memberikan apa kepada sang ayah pada hari ayah karena uang tabungannya yang masih terbatas. Seorang karyawan masih menimbang-nimbang apa kado yang cocok untuk rekannya yang akan pindah kerja. Anime Kumichou Musume to Sewagakari ( Yakuza’s Guide to Babysitting ) memberikan inspirasi bahwa memberikan kado tidak harus mengeluarkan uang. Premis cerita anime ini adalah Toru, tangan kanan dari seorang bos grup yakuza, diminta untuk menjadi penjaga Yaeka, anak perempuan sang bos yang berusia tujuh tahun. Katanya Toru punya kemampuan yang baik, tapi jiwanya terlalu bebas. Untuk menanamkan rasa tanggung jawab padanya, sang pemimpin memberikan tugas untuk mendampingi Yaeka. Anime komedi ini sedikit banyak menyingung tentang bagaimana berinteraksi dan bermai

Periksa Stok Obat Secara Rutin

Obat yang diproduksi memiliki tanggal kadaluarsanya masing-masing. Mengkonsumsi obat yang sudah melewati masa kadaluarsa dapat berbahaya bagi tubuh. Salah satu bahayanya adalah keracunan obat. Setelah membeli dan menggunakan obat, terkadang kita menyimpan obat yang belum habis. Semakin lama disimpan, semakin terlupakan obat tersebut. Pembaca mungkin pernah mengalami ketika misalkan sedang flu dan sudah membeli obat, ternyata di rumah masih ada stok obat yang sama. Selain menambah tempat di rumah, menyimban obat yang masa konsumsinya sudah habis juga bisa berisiko terminum dan membuat keracunan. Kita perlu secara rutin mengecek tanggal berlaku obat yang disimpan di rumah. Pemeriksaannya minimal enam bulan sekali. Saya pertama kali belajar untuk mengecek stok obat-obatan secara berkala ketika bekerja di Balikpapan. Kebetulan saya diberi tanggung jawab sebagai ADO ( Area Duty Officer ) yang menjadi penanggung jawab gedung tempat bekerja. ADO memiliki peran utama untuk memastikan evakuasi

Karaoke Lagu-Lagu Anime

 Banyak penggemar anime yang juga suka mendengarkan lagu opening dan ending . Tak jarang ada yang memasukkan ke dalam playlist dan senang menyenandungkannya. Tapi jika suka bernyanyi masih jarang tempat karaoke di Indonesia yang memiliki koleksi lagu-lagu anime yang banyak. Jangankan lagu anime, lagu populer berbahasa Jepang pun biasanya tak masuk daftar musik. Walaupun belakangan ini koleksi lagu sudah dilengkapi dengan K-pop (lagu pop dari Korea), tapi lagu pop Jepang masih nihil. Sewaktu saya berkuliah di Jepang, tempat karaoke di sana lengkap koleksi soundtrack animenya. Tetapi sayangnya teks dalam bahasa Jepang. Dan karena belum mahir membaca huruf katakana, hiragana, dan kanji, saya tetap butuh mencari transliterasi latinnya di internet agar bisa ikut bernyangi. Di Taiwan, negara yang mengadopsi budaya berkaraoke dari Jepang, kondisinya juga mirip. Daftar lagu mereka menyediakan beragam lagu tema anime, tetapi lirik lagu yang muncul di layar menggunakan bahasa Mandarin. Dari

Kepungan Pujian: Cara Jitu Mengurangi Grogi dalam Tim

 Saat menghadapi suatu penampilan di pagelaran, presentasi di sebuah kompetisi, atau public speaking untuk membawaka materi seringkali rasa gugup muncul. Gejala yang timbul beragam, mulai dari tangan berkeringat, jantung berdebar, hingga perut tiba-tiba terasa mulas padahal tidak salah makan. Jika dibiarkan rasa gugup yang berlebihan dapat mengganggu performa ketika tampil di hadapan khalayak ramai. Oleh karena itu, banyak tips dan latihan yang dapat dilakukan untuk meminimasi rasa grogi ini. Jika berkelompok ada salah satu metode efektif dalam mengurangi rasa gugup dari sesama anggota tim. Cara ini sering disebut lingkaran pujian atau kepungan pujian ( siege of praise ). Pertama kali saya dapat ilmu ini dari manga berjudul Mairimashita! Iruma-kun ( Welcome to Demon School! Iruma-kun ) chapter 161. Sang tokoh utama, Iruma, sedang mempersiapkan pagelaran musikal yang akan dipentaskan di akhir tahun ajaran bersama teman-teman sekelasnya. H-1 menjelang pertunjukan anggota tim sangat gug

Meeting Online Bisa Juga Hanya dengan Chat

Kebiasaan bekerja dan melakukan pertemuan daring selama pandemi nampaknya sudah cukup mendarah daging pada kita. Walaupun sekolah dan kantor sudah bertemu tatap muka kembali, namun hybrid meeting juga masih dilakukan. Rapat dan kelas secara daring menggunakan Zoom atau Google Meet masih rutin berjalan. Bahkan agenda-agenda online ini ada yang dilakukan melebihi jam kerja. Webinar dan kelas online wajar jika berlangsung setelah jam kerja. Namun kadang kala diskusi tentang pekerjaan juga masih dilakukan malam hari. Hal yang tidak enak terjadi pada karyawan kantor yang sistem kerjanya masih hybrid. Dia masih wajib masuk kantor dari pagi sampai sore, dan setelah pulang ke rumah masih harus mengikuti rapat online. Kadang kala harus terburu-buru di jalan untuk mengejar agar dapat log in dari rumah. Padahal tidak semua meeting online harus dilakukan dengan video conference application. Masih ada alternatif lainnya seperti diskusi di grup messenger. Kalau hanya chat biasa seringkali lama d

Membiasakan Mengapresiasi Anggota Tim dalam Kepanitiaan

 Mengucapkan terima kasih adalah hal yang mudah. Tetapi ternyata tidak semua orang terbiasa mengatakannya. Padahal kata ‘terima kasih’, bersama dengan ‘tolong’ dan ‘maaf’ merupakan tiga kata ajaib yang dapat memudahkan hidup kita ketika berinteraksi dengan orang lain. Beberapa kali saya bergabung ke dalam kepanitian, mulai dari ketika masih sekolah dan sekarang bekerja, ada beberapa ketua tim yang tidak terbiasa mengucapkan terima kasih kepata anggotanya setelah acara berlangsung. Pertama kali saya belajar untuk membiasakan menyatakan secara verbal untuk mengapresiasi bantuan orang lain dalam kepanitian adalah ketika memegang kepengurusan salah satu ekstrakulikuler di Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada pertengahan masa kepengurusan selama satu tahun kami mengadakan Laporan Pertanggungjawaban Tengah Tahun (PLJTT) kepada anggota dan dewan pembina. Salah satu masukan dari para anggota yang paling saya ingat adalah sang ketua organisasi, jarang terdengar mengucapkan tolong hingga terkesa

3 Cara Efektif Back Up Data Tugas Akhir

Saat mengerjakan skripsi atau Tugas Akhir (TA) ada beberapa kemungkinan datanya hilang, bisa karena computer terserang virus atau laptop hilang. Cukup banyak kasus mahasiswa yang kelulusannya tertunda akibat file tulisan dan data pendukungnya tidak ada. Misalnya ada salah satu teman saya yang laptopnya hilang dalam perjalanan bus malam dari Jakarta ke Surabaya. Padahal selalin data skripsi, ada juga data pekerjaan dan data personal penting lainnya. Sayangnya ia tidak memiliki back up file- nya sehingga harus memulai pengumpulan data dan menulis dari nol. Agar tidak kehilangan progres skripsi yang sudah dibuat, berikut tiga tips mudah yang dapat kita lakukan saat penyusunan skripsi. 1.       Kirim Email Di angkatan saya, cara mencadangkan tulisan TA dengan mengirimkan ke email cukup populer. Ada yang mengirimkan file TA ke teman dekatnya. Jadi kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, tidak hanya jika data hilang saja, ada orang lain yang juga dapat menyimpan TA yang sedang dikerjakan. Ad

2 Tips Menulis Skripsi Bebas Salah Tulis

Sidang Tugas Akhir atau skripsi merupakan penentu kelulusan bagi mahasiswa sarjana. Setelah melalui perjuangan melakukan penelitian dan menulis laporan, akhirnya mahasiswa dapat mempertahankan temuan risetnya di depan para dosen penguji dan pembimbing. Sebelum benar-benar dinyatakan lulus biasanya akan ada revisi yang perlu dilakukan pada penulisan buku Tugas Akhir. Perbaikan yang hampir pasti selalu diminta oleh dosen penguji adalah tentang salah ketik dan tata tulis. Solusi sederhana untuk menghindari kesalahan ketik dokumen dalah dengan membaca verbatim secara verbal. Maksudnya adalah kita perlu membaca file ketikan verbatim, kata demi kata, dengan mulut terbuka dan mengeluarkan suara. Jika hanya membaca dalam hati bisa jadi ada kata yang terlewat. Barulah ketika dibaca dengan suara, kita sadar ada huruf yang kurang atau kata yang salah. Membaca dari awal hingga akhir mungkin akan terasa panjang. Oleh karena itu sebaiknya membaca satu per satu ini tidak dilakukan sekaligus, melain

Jaga Diri Baik-Baik: Ucapan Terbaik Bagi yang Akan Merantau

Bahasa Mandarin sering menggunakan empat karakter dalam memberikan ucapan dan harapan kepada keluarga, teman, dan kolega. Salah satu alasannya karena empat karakter akan terdengar lebih enak. Kalimat wish bahasa Mandarin untuk orang yang akan merantau yang paling perkesan bagi saya adalah 多多保重 ( duō duō bǎo zhòng , banyak-banyak jaga diri). Ketika merantau, apalagi ke luar negeri, menjaga diri merupakan hal sulit. Jadi harapan untuk dapat menjaga diri merupakan kata ucapan yang pas. Jaga Kesehatan Menjaga diri ketika sedang tinggal jauh di perantuan perlu dari semua aspek. Pada saat pandemi Covid-19 ini, kita perlu menjaga kesehatan agar terhindar dari penularan virus. Sering mencuci tangan, selalu mengenakan masker dan selalu mematuhi protokol kesehatan adalah hal yang harus selalu dipertahankan.  Selain itu juga perlu memperhatikan kesehatan dari konsumsi makanan dan minuman, perubahan cuaca, dan iklim yang berbeda dengan tanah air.  Saat sedang tinggal jauh dari keluarga, amit-

Solusi Sederhana Bagi Kamu yang Galau Memilih Warna Baju

  Pakaian yang baik akan mendukung mewujudkan kesan pertama secara visual yang baik pula. Namun pernahkah kamu merasa bingung saat memilih warna pakaian yang akan dikenakan? Ketika ditugaskan pergi ke luar kota untuk persiapan kuliah luring di kampus ITB Cirebon, saya menyempatkan untuk mampir ke Batik Trusmi untuk melihat-lihat batik. Saat hendak memilih batik motif Mega Mendung, salah satu motif khas Cirebon, saya sempat kebigungan karena banyaknya pilihan warna. Bertanya ke kakak pun ia bingung untuk memilih kalau banyak warna. Motif Batik Mega Mendung Khas Kota Udang Namun kakak saya merekomendasikan untuk coba dulu mengambil tes di website colorwise.me . Situs tersebut menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk mencari tahu kita masuknya ke colour type yang mana. Dari tiper tersebut akan dibuat rekomendasi palet warna yang komplementer dengan kulit kita. Penggunaannya sangat mudah. Kita cukup mengunggah foto ke website tersebut, baik dari kamera maupun galeri. Kemudia