Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label mc

5 Kesalahan Tata Bahasa yang Sering Dilakukan MC dan Cara Menghindarinya

Membiasakan yang betul dan membetulkan yang biasa - Lusy Luksita - Cara termudah untuk belajar menjadi Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara pemula adalah dengan meniru cara bicara MC-MC profesional yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Kita dapat meniru gaya bicara, kata-kata indah, pakaian dan riasan, serta bahasa tubuh para MC yang sudah lebih dulu bergelut di dunia pembawaan acara untuk diadaptasi menjadi gaya sendiri.  Dalam mengamati cara berbicara dan bahasa, perlu ada catatan khusus terutama dalam pola bahasa. Bagi MC yang sering tampil sekalipun memungkinkan ditemui kesalahan dalam tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia. Kesalahan ini cukup fatal karena seringkali terbiasa di dengar oleh masyarakat, dan akhirnya audiens mengganggap hal tersebut sebagai yang betul. Padahal sudah seharusnya kita berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hingga guru saya di public speaking, Lusy Luksita, mengajarkan untuk selalu komitmen dalam membiasakan hal yang benar

5 Latihan Vokal Bagi MC untuk Memperindah Suara

Bagi seorang Master of Ceremony (MC) atau Public Speaker , suara yang bagus dan nyaman didengar oleh audiens merupakan poin plus yang menjual. Contohnya adalah presenter televisi Jeremy Teti yang kerap membacakan berita dengan suaranya yang unik. Bahkan ada juga MC yang dikenal akan kekhasan suaranya, misalkan MC Agung Wibisono dari Bandung yang mendapatkan julukan ‘suara khas selembut kapas’ karena suaranya yang berat namun halus. Banyak orang yang mengira bahwa suara yang bagus merupakan bawaan dari lahir. Padahal sebenarnya suara yang nge-bass, jernih, dan nyaring dapat dilatih. Ada beberapa teknik latihan vokal yang umum digunakan para MC dan pembicara dalam melatih suaranya sebelum tampil. Metode-metode ini saya pelajari dari Bu Lusy Luksita (pendiri Lusy Luksita Public Speaking School), Kang Fauzi Noerwenda (pendiri Sanggar MC di Bandung), dan Kang Agung Wibisono (MC Profesional). Teknik yang pertama adalah latihan untuk membuat suara lebih berat dan lebih besar. Ca

Musik dan Lagu untuk MC Seminar dan Pelatihan

Dalam sebuah seminar atau pelatihan, musik merupakan salah satu kompenen penting yang dapat mendukung jalannya acara. Musik dapat digunakan di beragam aktivitas mulai dari pembukaan seminar, waktu tunggu, permainan, hingga penutup. Pemilihan musik yang tepat dapat membantu pengondisian suasana hati peserta. Jika ingin membawa suasara riang gembira, musik dengan beat yang cepat dapat dipilih dan jika ingin menggiring hati audiens ke suasana yang sedih dapat menggunakan musik intrumental atau musik yang memiliki makna yang dalam. Pada seminar motivasi, sering juga diperdengarkan musik dengan lirik yang membakar semangat.   Berikut adalah daftar musik-musik yang dapat digunakan dalam seminar atau training sesuai kebutuhan. Daftar ini merupakan tulisan dari Mas Sany Trisandi — terima kasih banyak Mas Sandy — yang dapat diakses pada tautan berikut dan saya tambahkan sedikit.: [ Iddle Time Before Opening ] Addie M.S – Seri The Sound of Indonesia [Opening] Blair – Have Fun Go Mad [Op

[DIY] Membuat Papan Countdown Pengingat Waktu untuk Seminar

Dalam setiap acara seminar, pelatihan, pidato atau sejenisnya fungsi penjaga waktu ( time keeper ) dibutuhkan untuk memastikan bahwa pembicara memberikan sambutan atau pemaparannya sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Kadangkala sang pembicara lupa waktu ketika sudah berbicara di depan. Apabila waktu sudah melebihi, akan berdampak kepada sulitnya menyesuaikan rundown acara. Apabila memotong pembicara di tengah-tengah akan terkesan kurang sopan dan tidak hormat. Oleh karena itu peran time keeper yang menjadi pengingat waktu dibutuhkan. Bisanya orang yang bertugas sebagai time keeper berdiri di belakang peserta suatu acara dan berdiri menghadap pembicara. Peran ini penting tapi entah mengapa sering dilupakan. Alhasil pada acara-acara seminar dan pelatihan yang saya temui seringkali alat untuk mengingatkan sisa waktu hanya dibuat seadanya dengan kertas dan spidol. Hal tersebut akan terlihat kurang profesional oleh pembicara. Dan seringkali tulisan tidak terbaca deng

Contoh Teks MC & Naskah Acara Pelepasan Jenazah

Acara pelepasan jenazah merupakan acara penghormatan terakhir bagi seseorang yang berperan penting dalam sebuah organisasi. Acara ini umum ditemui di institusi pendidikan sebagai bentuk apresiasi dan tanda hormat bagi guru besar (profesor). Acara ini merupakan acara formal dengan suasana yang khidmat dan duka. Urutan acaranya biasanya terdiri dari: Kedatangan jenazah Sholat jenazah Pembacaan riwayat hidup Sambutan keluarga almarhum Sambutan dan pelepasan dari pemimpin Ucapan belasungkawa dari tamu Untuk memudahkan MC dalam memandu jalannya upacara pelepasan jenazah ini, berikut adalah script untuk MC. Bagian yang dicetak tebal dan miring tinggal diganti sesuai dengan konteks siapa yang wafat. Silakan disesuaikan dengan kebutuhan acara kawan-kawan. SCRIPT MC ACARA PELEPASAN JENAZAH (Nama lengkap dan gelar) Hari, tanggal 1.        Announcement Jenazah memasuki ruangan acara, hadirin dipersilakan untuk berdiri. Hadirin dipersilakan untuk duduk kembali

Tips Membuat Cue Card MC yang Keren dengan Mudah, Murah, dan Tahan Lama

Bagi seorang pembaca acara (MC) cue card merupakan salah satu barang yang wajib di bawa untuk melancarkan penampilan. Biasanya sang pembaca acara menuliskan susunan acara, nama dan gelar pembicara, serta hal penting lain mengenai acara yang sedang dipandu. Cue card   (sebagian orang menyebutnya que card ) ini tidak hanya berguna bagi MC, tetapi juga bagi moderator atau public speaker untuk mencatat poin-poin penting yang akan disampaikan ketika berbicara. Ketika tes IELTS, bahkan kita akan diminta membuat cue card sebelum melakukan long speech selama 1 s/d 2 menit di tes speaking part 2. Cue card yang tidak disiapkan dengan baik seringkali akan mengganggu penampilan ketika di atas panggung, bisa karena ukurannya yang terlalu besar atau terlalu kecil, desainnya yang kurang menarik atau alasan lainnya. Pengalaman saya memandu sebuah acara sharing session di sebuah kompetisi keilmuan jurusan Teknik Industri beskala internasional, panitia membuatkan cue card yang seukuran ¾ kali kert