Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label public speaking

3 Teknik Transisi Antar Pembicara untuk Presentasi Kelompok yang Mulus

Dalam presentasi berkelompok, bagaimana cara mengoper giliran kepada pembicara berikutnya? Pada group presentation (presentasi berkelompok), baik dalam konteks presentasi hasil tugas di kampus atau sekolah, maupun pada pekerjaan, sinergi dalam kelompok merupakan hal yang penting. Dengan menampilkan kerja sama tim yang baik ketika presentasi dapat meninggalkan kesan yang baik di benak audiens. Salah satu bentuk sinergi dapat dilihat dari pergantian antar pembicara, bagaimana pembicara sebelumnya bergantian presentasi dengan pembicara perikutnya. Namun umumnya ketika berganti presenter hanya berganti begitu saja. Seringkali setelah selesai menjelaskan bagiannya, sang pembicara hanya berkata ‘selanjutnya akan dijelaskan oleh teman saya, (nama)’. Cara ini tidak salah, tapi ada cara yang lebih efektif untuk transisi antar pembicara agar sinergi antar anggota tim lebih kompak dan audiens lebih tertarik untuk menyimak. Teknik transisi ini bernama IME, yang merupakan singkatan dari Intro

10 Kalimat Pembuka Presentasi yang Menjanjikan

  Apa yang biasa kita ucapkan ketika memulai presentasi? Sebagian besar orang biasanya akan memulai dengan salam, sapa dan berterima kasih. Setelah itu dilanjutkan dengan berkata “pada kesempatan ini saya akan mempresentasikan mengenai . . . “. Ketika presentasi virtual biasaya yang kita bertanya “Apakah suara saya terdengar?” atau “Apa share screen-nya sudah terlihat?”. Bayangkan jika audiens kita mendengarkan kalimat yang sama puluhan bahkan ratusan kali. Tentunya mereka akan bosan dan presentasi kita akan terasa biasa saja. Padahal kita sama-sama tahu bahwa impresi pertama ketika membuka sesi penting untuk menarik perhatian peserta. Semenarik apapun materi yang akan disampaikan, jika kita tidak dapat menarik perhatian audiens dalam beberapa detik pertama, kita akan kehilangan kesempatan untuk menggiring audiens “masuk ke dalam presentasi” dan tetap menyimak hingga akhir. Pembuka presentasi merupakan janji seorang presenter terhadap peserta. Jika presentasi dibuka dengan lemas,

5 Kesalahan Tata Bahasa yang Sering Dilakukan MC dan Cara Menghindarinya

Membiasakan yang betul dan membetulkan yang biasa - Lusy Luksita - Cara termudah untuk belajar menjadi Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara pemula adalah dengan meniru cara bicara MC-MC profesional yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Kita dapat meniru gaya bicara, kata-kata indah, pakaian dan riasan, serta bahasa tubuh para MC yang sudah lebih dulu bergelut di dunia pembawaan acara untuk diadaptasi menjadi gaya sendiri.  Dalam mengamati cara berbicara dan bahasa, perlu ada catatan khusus terutama dalam pola bahasa. Bagi MC yang sering tampil sekalipun memungkinkan ditemui kesalahan dalam tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia. Kesalahan ini cukup fatal karena seringkali terbiasa di dengar oleh masyarakat, dan akhirnya audiens mengganggap hal tersebut sebagai yang betul. Padahal sudah seharusnya kita berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hingga guru saya di public speaking, Lusy Luksita, mengajarkan untuk selalu komitmen dalam membiasakan hal yang benar

Tips Membuat Cue Card MC yang Keren dengan Mudah, Murah, dan Tahan Lama

Bagi seorang pembaca acara (MC) cue card merupakan salah satu barang yang wajib di bawa untuk melancarkan penampilan. Biasanya sang pembaca acara menuliskan susunan acara, nama dan gelar pembicara, serta hal penting lain mengenai acara yang sedang dipandu. Cue card   (sebagian orang menyebutnya que card ) ini tidak hanya berguna bagi MC, tetapi juga bagi moderator atau public speaker untuk mencatat poin-poin penting yang akan disampaikan ketika berbicara. Ketika tes IELTS, bahkan kita akan diminta membuat cue card sebelum melakukan long speech selama 1 s/d 2 menit di tes speaking part 2. Cue card yang tidak disiapkan dengan baik seringkali akan mengganggu penampilan ketika di atas panggung, bisa karena ukurannya yang terlalu besar atau terlalu kecil, desainnya yang kurang menarik atau alasan lainnya. Pengalaman saya memandu sebuah acara sharing session di sebuah kompetisi keilmuan jurusan Teknik Industri beskala internasional, panitia membuatkan cue card yang seukuran ¾ kali kert

Mengasah Kemampuan Presentasi pada Kelas Advanced Ganesha Public Speaking (Part 2)

Melanjutkan cerita sebelumnya, post ini akan membahas mengenai aktivitas di kelas pada training Advanced dari Ganesha Public Speaking hari ke-2. Materinya yang dibahas adalah make over slide presentasi dan praktik presentrasi masing-masing orang. Sesi pagi mengenai pembuatan slide dipandu penuh oleh trainer Mas Panji Priambudi. Peserta dan Tim Training Advanced Public Speaking Angkatan ke-167 Pada training ini, media untuk membuat slide presentasi yang digunakan adalah Ms. Power Point. Walaupun banyak media lain untuk mendesain slide seperti Prezi, Canva, Corell Draw, dsb, power point sudah familiar, mudah diaplikasikan dan up-to-date. Kami berfokus untuk menyiapkan slide yang memukau. Kuncinya 2 hal, sederhana dan optimal. Mas Panji membedah bagaimana membuat slide yang Sederhana *menyajikan hanya 1 pesan dalam 1 slide ) dan Optimal (memenuhi kaidah desain dan seni: font, image, & color ). Mas Panji, yang spesialisainya di bidang slide , memberikan materi yang

Mengasah Kemampuan Presentasi pada Kelas Advanced Ganesha Public Speaking (Part 1)

Saya mendapatkan banyak tips praktis ketika mengikuti Kelas Advance pada pelatihan public speaking. Advanced Public Speaking Class dari Ganesha Public Speaking berfokus untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum terutama pada penyampaian presentasi. Saya direkomendasikan training oleh Kak Aldi (Aldila Rizkiana). Saya melihat ketika seminar dan sidang thesisnya, Kak Aldi menyampaikan materi dengan lancar, alurnya rapi mudah dipahami dan didukung oleh slide yang simple tapi selaras dengan presentasinya. Traning yang Saya ambil berlangsung dari pukul 08.00 – 21.00 pada hari Sabtu & Ahad, 25 & 26 Agustus 2018 di Hotel Santika Bandung. Peserta kelasnya total berjumlah 8 orang pada batch ini. Kelas kecil, tapi efektif karena setiap orang memiliki kesempatan untuk bicara. Ada 3 orang trainer yang meng-handle kelas ini, Fauzi Noerwenda, Taruna Perdana, dan Panji Priambudi. Ketiga trainer tersebut merupakan ahli di bidang public speaking dan memiliki spesialisasi di