Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label review

Pengalaman Akupresur di Klinik Ny. Yuli Susianti

Klinik Ny. Yuli Susianti Akupresur Pusat Bandung Metode pengobatan akupresur, yang menggunakan tekanan dengan benda tumpul pada titik-titik akupuntur, merupakan salah satu metode kuno yang kira-kira ditemukan empat sampai lima ribu tahun yang lalu. Belakangan, bagian tengah telapak kaki saya sakit jika ditekan dan saat berjalan. Kebetulan ketika naik sepeda saya melihat ada klinik akupresur di dekat rumah. Karena akupresur setahu saya melibatkan menekan-nekan kaki, saya mau mencoba terapi ini untuk memulihkan kondisi kaki. Di hari Selasa sore, sekitar pukul 15.45 WIB, datanglah saya ke klinik Akupresur Ny. Yuli Susianti Pusat di perempatan jalan Buah Batu dan jalan Pelajar Pejuang. Karena ini merupakan kali pertama datang, saya tidak tahu kalau ternyata sebelum datang ke klinik perlu mem- booking jadwal konsultasi terlebih dahulu. Kebetulan jam 16 ada slot terapi yang kosong dan saya tidak perlu menunggu lama untuk dapat masuk ke ruang akupresur. Ada dua kategori terapi yang dita

Omniscient Reader’s Viewpoint: Sebuah Novel tentang Novel yang Jadi Kenyataan

Seri Webnovel Omniscient Reader’s Viewpoint (ORV) karangan Sing Shong merupakan novel yang bercerita mengenai cerita dari novel favorit tokoh utama yang berjudul “The Ways to Survive in a Ruined World”, yang tiba-tiba jadi kenyataan. Saya jadi tertarik membaca novel yang sudah tamat dan terdiri dari 551 chapter (termasuk epilog) ini karena diadaptasi menjadi manhwa tahun ini. Gambar 1. Cover Novel Omniscient Reader's Viewpoint Pengalaman selama membaca halaman per halaman novel ini seru karena pengembangan karakternya dalam, banyak plot twist, emotional roller-coaster, hingga belajar banyak hal. Beberapa hal yang saya pelajari dari ORV antara lain: 1. Menambah Wawasan Sejarah & Mitologi Pada ORV, diceritakan bahwa tokoh-tokoh sejarah ( historical figures) dan dewa-dewa dari mitologi menjadi constellation yang terlibat dalam alur cerita. Nama-nama yang saya sudah familiar muncul seperti Sun Wukong/Sun Gokong dari “Kera Sakti”, Zeus dari mitologi Yunani kuno, hingga Uriel

Ascendance of a Bookworm: A Heartwarming Isekai Story

Di antara banyaknya cerita ber-genre isekai ( dunia lain) sarat akan tema karakter utama yang overpowered dan harem , Light Novel (LN) berjudul Ascendance of a Bookworm menyajikan cerita yang menghangatkan hati. LN ini menceritakan mengenai seorang kutu buku yang berinkarnasi ke dunia lain dan memiliki impian untuk membaca di dunia barunya tersebut. Terlahir di keluarga biasa dan tubuh yang ringkih membuat aktivitas membaca buku menjadi sangat sulit bagi sang tokoh utama, Main. Sepanjang cerita dikisahkan bagaimana Main berjuang untuk membuat kertas, menulis, hingga mencetak buku. Lupakan tokoh utama yang sangat kuat, pada cerita ini tubuh Main sangat lemah. Bahkan jika berjalan sedikit saja bisa membuat ia harus terbaring selama beberapa hari. Gambar 1.  Cover Light Novel Ascendance of a Bookworm Membaca kisah Main dalam membuat buku, membuat saya menyadari beberapa hal yang membuat cerita ini berkesan dan memjadi oasis di tengah tema isekai. Tiga hal yang membuat novel ini heartwarm

Anime Run with the Wind: Belajar Kegigihan dari Tim Pelari Hakone Ekiden

Gambar 1. Poster Anime Run with the Wind Sumber Salah satu anime yang memberikan kesan mendalam bagi saya adalah "Run with the Wind" ( Kaze ga Tsuyoku Fuiteiru ). Anime ini menceritakan tentang sekelompok mahasiswa yang ingin mengikuti Hakone Ekiden, sebuah lomba maraton prestisius tingkat universitas di Jepang. Rute maraton ini mulai dari Tokyo ke Hakone, kemudian kembali lagi ke Tokyo. Panjang total lintasan sekitar 200 km, yang dibagi menjadi 10 bagian. Maraton ini dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 2 dan 3 Januari setiap tahunnya. Selain jaraknya yang jauh dan pelaksanannya di musim dingin, tantangan pada maraton ini juga adalah terjalnya pengunungan di Hakone. Gambar 2. Rute Hakone Ekiden Sumber   Dalam 23 episode, seri anime ini menceritakan perkembangan tiap karakter mulai dari tim yang amatur, latihan rutin, seleksi untuk mengikuti kompetisi, hingga mengikuti lomba lari yang mereka impikan. Hakone Ekiden diikuti oleh 10 orang pelari. Pada seri ini, masing-masing