Kakek saya sering pindah tugas ke beberapa daerah di Indonesia. Kalau berpindah tempat dinas, pasti keluarga juga di ajak. Jadi sekolah om, tante, dan ayah saya juga berpindah-pindah. Saya sempat merasa ini dengan mereka karena bisa banyak bahasa daerah dan punya teman di banyak kota. Misalnya tante-tante saya merasakan SD di Semarang, SMP di Balikpapan, SMA di Denpasar dan Bandung. Jadi mereka jago berbahasa Jawa, Banjar, Bali, dan Bandung. Karena kuliah di Bali, ayah saya bahkan sangat fasih berbahasa Bali. Makanya kalau bicara dengan ibu saya dan keluarganya di Bali juga lancar dengan bahasa daerah. Rasa iri tersebut timbul salah satunya karena saya tinggal di Bandung dari lahir, SD, SMP, SMA, hingga kuliah. Bahasa daerah yang saya kuasai hanya bahasa Sunda. Itupun karena saya belajar bahasa Sunda baru-baru ini. Bahasa Bali saya merupakan pasive speaker. Jika ada orang yang berbicara dalam bahasa ini saya cukup paham, tetapi tidak dapat menanggapinya. Namun ada sebuah momen ya
Cerita perjalanan, petualangan dan pemikiran Parama