Sabtu, 20 Agustus 2016

Team Bonding Muda Mengajar di Pantai Manggar

Bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-71, Komunitas Muda Mengajar Balikapapan mengadakan acara internal beruba bonding bagi kakak-kakak relawan. Acara tersebut diselenggarakan di Pantai Manggar Segara Sari Balikpapan dari pukul 9 – 14 WITA. Agendanya adalah permaianan, bakar-bakar dan makan bersama. 


Poster Publikasi


Kurang lebih ada 15 orang kakak-kakak relawan Muda Mengajar yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Mas Dhana membawa serta Aira, anaknya, dan istrinya. Sayangnya banyak yang berhalangan karena di peringatan hari kemerdekaan ini ada yang berpartisipasi dalam acara di RWnya, kantor atau agenda lainnya di hari libur.
MP (Muster Point) sebelum berangkat ke Manggar adalah rumah Ka Rezky di komplek Her (dekat Taman Tiga Generasi dan SMA 5). Dengan telaten ia telah menyiapkan nasi, sayuran, dan ayam bumbu untuk kemudian dibakar.  
Rombongan kami tiba di Pantai Manggar pukul 11 kurang, agak terlambat dari perkiraan. Mas Dimas dan Mega sudah tiba satu jam lebih dulu dan mereka menghabiskan waktu berdua mengelilingi pasir. Kebetulan kami membawa terpal sendiri, tetapi sempat terjadi perdebatan dengan penjaja warung ketika mencari tempat untuk menggelarnya. Akhirnya kami mendapatkan tempat yang nyaman dan cukup tenang untuk membuka lapak.
Sepoi-sepoi angin pantai emang enak buat tidur-tiduran


Pantai Manggar adalah salah satu pantai di Balikpapan yang aman untuk berenang. Di pesisir pantai tumbuh pohon-pohon pinus dan cemara yang menambah eksotisme pantai. Cocok untuk bersantai bersama keluarga dan teman-teman. Kurang lebih pantai ini mirip seperti pantai Lamaru, tetapi dengan retribusi masuk yang lebih murah.



Kebetulan Pantai Manggar sedang Surut

Para kakak-kakak langsung dengan sigap memberesi dan menyiapkan peralatan. Para pria dengan sigap menggelar terpal untuk alas duduk dan memasang pemberat. Sebagian menyiapkan alat panggar dan arang untuk membakar ayam. 


Struggle menyalakan arang


Kakak-kakak yang wanita dengan terampil meyiapkan minumam berupa es sirup dan memasang dekorasi. Kertas-kertas dekotasi bendera segitiga sebenarnya merupakan sisa dari project sebelumnya. Kami memanfaatkan prinsip 3R Reduce, Reuse, Recycle. Ka Anna membawa 6 buah balon, dalam proses pemasangan total 3 balon meletus dan sisanya masih dapat ditampilkan di photobooth. Walaupun dekorasi tampak seadanya, tapi ternyata cukup photogenic ketika ditangkap kamera. Sambil menyiapkan lapak, terdengar suara lagu-lagu tahun 60-an yang diputar melalui speaker Ka Idah. Cocok.


Pasang Dekorasi
Wajah-wajah segar di awal acara

Ketika membakar ayam, beberapa hal menarik perhatian Saya. Pertama adalah perjuangan Kak Tama, Kak Dimas dan Ka Imam dalam menghidupkan bara arang tanpa minyak tanah dengan menggunakan kertas bekas, daun kering dan bensin. Kedua adalah gaya lucu Kak Tama mengipasi arang dengan menggunakan kipas cantik milik Kak Anna. Hal terakhir yang menurut Saya kreatif adalah bagaimana Mas Aryo membuat kuas untuk mengoleskan bumbu pada ayam bakar dengan menggunakan daun kelapa yang diikat dengan benang Kasur.


Dimas sang chef dan Idah sang asisten dapur


Tim hore masak-masak

Waktu telah menunjukkan jam makan siang, naga di perut Kami pun sudah keroncongan. Sembari menunggu ayam selesai dibakar, kami menata penyajian makanan. Rencananya konsep makan siang bersama adalah makan di atas kertas nasi yang disusun berjajar. Tujuannya tak lain suaya lebih mendekatkan. Menu makan siang kami cukup mewah nasi, ayam bakar 2 buah, tahu, tempe, sayur buncis, lalapan dan sambelnya. Ada juga menu pelengkap seperti tahu sumedang dan peyek kepiting. 


 Wajah-wajah kelaparan sebelum makan

Sensasi makan bersama-sama dalam satu alas seperti itu sudah lama tidak Saya rasakan. Momen mengakrabkannya justru terjadi ketika makan bersama dibandingkan makan nasi kotak sendiri-sendiri. Adalah sensasi tersendiri ketika makanan bercampur dengan pasir pantai. Terdapat bunyi kriuk-kriuk ketika mengunyah nasi. Yah, tidak apa lah, anggap saja nutrisi tambahan. Hehehe. Karena kami capek dan lapar, Kami makan dengan lahap dan sajiannya terasa benar-benar lezat.



Sambil makan sambil foto juga




Setelah selesai makan siang dan sholat, kita bobok cantik di pinggir pantai rangkaian permaian pun dimulai. Hal yang pertama dilakukan adalah membagi menjadi dua kelompok, tim biru dan putih, serta membuat yel-yel. Untuk permainan pendahuluan, lomba yel-yel dimenangkan oleh tim putih. 


Yel-yel tim biru: Kamehamehaa!


Permaian pertama mengangkat tema hari lahirnya bangsa Indonesia, yakni ‘Memaknai Kemerdekaan’. Kedua tim duduk berhadapan dan harus saling menyahut mengenai apa makna kemerdekaan menurut mereka. Misalkan ada yang menyebutkan “Kemerdekaan itu kebebasan, ketika kita bebas memilih pasangan hidup”, lalu tim lawannya menimpali “Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Maka dari sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan”. Intinya masing-masing orang harus mengungkapkan apa arti kemerdekaan bagi diri mereka dan tidak boleh sama dengan orang lain.


 Apaa arti kemerdekaan menurutmu?


Permainan berikutnya adalah permaianan menebak orang.  Satu orang dari setiap tim akan memperagakan gaya khas atau kebiasaan salah seorang kakak di Muda Mengajar, lalu anggota lainnya harus menebak siapa orang yang dicontohkan. Setelah menebak, anggota tim yang tidak memperagakan harus mengungkapkan sisi baik atau hal positif apa yang ia sukasi dari orang yang dicontohkan. Hal baiknya tidak boleh gumum seperti ‘dia baik’ saja, tapi harus lebih spesifik seperti ‘ia enak diajak ngobrol’. Tujuan dari permaianan ini adalah untuk mengangkat hal positif dari masing-masing orang dan agar orang lain yang belum mengenalnya dapat lebih kenal.



Kayla sedang memeragakan siapa kah?

Setelah dua permainan yang melibatkan pikiran, permainan selanjutnya lebih melibatkan fisik. Permaianan oper kelereng dengan sendok yang merupakan permainan tradisional yang umum dijumpai ketika perayaan tujuhbelasan juga kami mainkan di sini. Bedanya adalah sendok tidak digigit di mulut, melainkan di jepit di jari kaki. Ini sisi menantangnya. “Menggenggam” sendok di kaki jauh lebih sulit dibandingkan di mulut. Terlebih ketika mengoper kelereng, seringkali bola kecil itu bergelinding jatuh dari sendok. Kelompok biru menjadi juara karena dapat memindahkan kelereng paling banyak. Ternyata strategi yang benar ketika memindahkan kelereng adalah dengan menggulingkannya pada sisi samping sendok, bukan lewat ujung sendok.



Oper kelerengnya pakai kaki


Mumpung sedang berada di pantai, tak ketinggalan kami memainkan permainan pasir. Permainannya cukup mudah, yakni estafet pasir. Setiap regu berbaris dan harus mengestafetkan pasir. Anggota kelompok paling ujung bertugas mengambil pasir kering dengan menggunakan tangan kosong dan dioper ke teman setelahnya. Anggota paling ujung bertugas memasukkan pasir tersebut ke dalam botol. Mengestafetkan pasir kering lebih sulit dibandingkan pasir basah. Jika pasir basah cenderung menggumpal dan mudah digenggam, pasir kering sulit diremas dan mudah tertiup angin. 


Gali pasir untuk menancapkan botol


Permainan puncak adalah permainan yang paling seru. Permainan bertajuk ‘Blind Snake’. Anggota tim berbaris dengan ditutup matanya kecuali anggota paling belakang. Orang yang paling depan menjadi kepala ular dan di posisi paling belakang menjadi ekor ular. Objektifnya adalah mengambil 7 buah bendera yang telah disebar sebelumnya dengan berjalan bersama-sama. Sang ekor yang dapat melihat jalan memberikan instruksi non-verbal dan diestafetkan hingga sampai ke orang paling depan. Instruksi tersebut harus dikomunikasikan dan disepakati oleh tim sebelumnya. Misalkan tepuk 3 kali di punggung artinya maju tiga langkah, tepuk 5 kali di bahu kanan belok ke kanan 5 langkah, tarik baju artinya mundur, dst.


 Benar-benar buta arah



Permainan sangat seru tapi nampaknya koordinasi kelompok kami kurang baik (seperti ketika barisan yang terus maju walau perintah maju dari ekor hanya maju tiga langkah). Akhirnya setelah perjuangan dalam kegelapan dan kebingunan cukup lama kelompok kami berhasil mengumpulkan ketujuh bendera. Dan ketika membuka pentuutp mata . . . terlihat tim  biru tengah menonton tim kami sambil berfoto, haha. Ketika melihat tanyangan rekaman bagaimana tim kami beraksi ternyata cukup lucu dan menghibur juga ya. 

 
 Tim Biru asyik berfoto sembari menunggu tim putih selesai

Acara pun tiba pada sesi pengumuman pemenang dan pembangian hadiah. Tim biru menang mutlak pada seluruh game dan berhak memenangkan hadiah berupa makanan kecil. Tak lupa kami berfoto setelah acara, untuk membandingkan muka pagi segar ceria dengan dandanan pasir dan air pantai setelahnya.


Tim Biru, juara kompetisi  pantai
 
Pemenang buku-buku giveaway dari Kak Idah


Wajah senang setelah acara

Acara ditutup dengan bersama-sama membereskan lapak dan berdoa bersama. Sesekali acara team building semacam ini sangat direkomendasikan untuk diadakan. Selain untuk memperkuat ikatan batin antar tim, momen ini juga dapat dijadikan ajang bertukar pikiran atau mengungkapkan ide yang dapat digunakan untuk membuat organisasi berkembang ke arah yang lebih baik lagi. Menurut pengalaman pribadi, tim yang kuat dan solid akan dapat menghasilkan karya yang luar biasa. Harapannya acara bonding selanjutnya dapat lebih banyak yang berpartisipasi dan kalau bisa tempatnya di alam terbuka. Pasti seru!


 Selamat hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-71. Kerja Nyata!

One Healthy Day, Sehari Lebih Sehat besama Muda Mengajar

Setiap 6 bulan sekali selain kegiatan rutin mingguan Muda Mengajar, komunitas ini juga biasa mengadakan acara insidental. Setelah sebelumnya ada acara outbound untuk adik-adik asuhan yang diadakan pada bulan September 2015 dan perayaan ulang tahun komunitas pada bulan May 2016 lalu, di bulan Agustus ini ada agenda pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan bagi adik-adik yang dikenal dengan nama One Healthy Day.

 Poster Publikasi Acara
 

Acara One Healthy Day (OHD) memiliki 4 agenda utama: Pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, praktik mencuci tangan, praktik menggosok gigi dan games. Pemeriksaan dan konsultasi kesehatan dibantu oleh Kak Izzah dan Kak Ade (Farlyzhar Yusuf), dokter yang juga menjadi relawan di komunitas Muda Mengajar. Agenda utamanya adalah simulasi cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar, tapi juga diselingi games bahasa Inggris bertemakan kesehatan. 


Mencuci tangan itu mudah dan menyenangkan


Rencana awalnya kegiatan ini akan dilakukan 3 kali di masing-masing tempat belajar, sehubungan dengan lokasi ajar yang tersebar di 3 tempat: daerah Kampung Buton, Sepinggan dan Ring Road. Namun karena siswa di Sepinggan hanya sedikit (10 orang) akhirnya diputuskan untuk digabungkan penyelenggaraannya dengan Al-Kahfi Ring Road.

Kegiatan OHD yang pertama sukses diadakan di tempat mengajar di Kampung Buton pada tanggal 7 Agustus lalu. Sayangnya Saya absen pada hari tersebut karena ada kegiatan lain. Berikut beberapa dokumentasi dari acara tersebut dapat dilihat di akun Instagram @MudaMengajar .


Mari biasakan menyikat gigi rutin 3 kali sehari


Pada hari-H acara One Healthy Day jilid 2 pada tanggal 14 Agustus di Yayasan Al-Kahfi Ring Road, Saya diberi amanah untuk menjemput dokter yang nantinya akan memeriksa adik-adik. Ialah dokter Puput, yang juga merupakan teman Kak Ade, yang akan membantu dalam pemeriksaan kesehatan. Kebetulan dokter internship yang masing single & available asal Pontianak ini kost di dekat kostan Saya di Balikpapan. Lokasinya hampir bersebelahan dengan RS Pertamina Balikpapan, tempat praktiknya.

Ini merupakan kali pertama Saya ke Yayasan Al-Kahfi. Berkat petunjuk dari Adam (Adam Damara Chandra) yang diberikan kemarin malamnya, kami berhasil sampai tanpa menyasar di tempat acara. Ternyata Haris (M. Harist Sampurna), Ka Aryo (Aryo Wahyu) , Ka Anna (Anna Rahmaniyah), Ka Sari (Nurhamilasari Anwar) dan Ka Dhana (Muhammad Rachmadhana) sudah tiba duluan dan membantu mengemasi makanan untuk dibagikan ke adik-adik nanti. Ka Dibilank (Ikhsan Wahyu Nugraha) telah datang juga dengan menjemput adik-adik dari Sepinggan.

Setelah penataan meja, alat-alat dan persiapan logistik, acara dimulai pukul 8.30 WITA. Pembukaan yang menarik dari MC Mas Ikhsan dan senam-senam pemanasan yang lucu membuat adik-adik lebih bersemangat dalam mengikuti rangkaian acara. Adik-adik dikenalkan dengan dua orang bintang tamu yang akan mengisi banyak dalam acara ini: dr. Ade dan dr. Puput.


 Pengisi acara. Kiri dr. Ade, Kanan dr. Puput


Terlebih dahulu adik-adik ditanya umur, diukur tinggi badan dan ditimbang berat badannya. Kemudian oleh kedua dokter adik-adik diperiksa mata, lidah, telinga dan detak jantungnya. Adik-adik terlihat sangat antusias melihat para dokter yang beraksi dengan menggunakan senter periksa dan stetoskopnya. Untungnya adik-adik mudah diarahkan untuk berbaris rapi dan mengantri.


 Cek Gigi
 
 Periksa Telinga
 
Ukur berat badan


Hasil pemeriksaan beragam. Terdapat beberapa adik yang giginya berlubang karena belum rajin menggosok gigi, ada yang kuku jari tangannya hitam, dan telinganya belum bersih. Namun aja juga yang giginya benar-benar rata dan rapi tanpa lubang dan menjaga kebersihan dengan baik.

Ada dua adik yang menolak untuk diperiksa. Kami harus membujuk dan mempersuasinya dengan berbagai cara hingga ia menurut untuk dicek oleh dokter. Hasil pemeriksaaan ini rencananya akan diberikan kepada orang tua atau pengurus di yayasan tempat adik-adik belajar agar bisa dipantau.

Sembari menunggu pemeriksaan, adik-adik yang sudah dapat giliran atau yang masih menunggu bermain games di ruang tengah. Adik-adik bersama kakak-kakak dengan seru bemain beberapa permainan seperti permainan jaman dulu Do-Mi-Ka-Do, Ping-Pong-Pang hingga permainan ice breaking seperti Zip Zap. Kamipun bermain tebak-tebakan dan sempat menonton cuplikan film. Saya lebih banyak terlibat dalam permainan, sehingga tidak terlalu memperhatikan proses pemeriksaan adik-adik oleh dokter.


 
 Kak Rendy dan adik-adik, bak diskon di mall dan ibu-ibu baru dapat gaji dari suaminya
Lihat tatapan matanya Dhika (o.o)


Pasien terakhir diperiksa dan kedua dokter beralih kembali ke ruang tengah.  Sesi selanjutnya adalah penjelasan dan simulasi cara menyikat gigi dan mencuci tangan yang benar. Sesi ini dipandu secara atraktif oleh Kak Ikhsan ‘Dibilank’ (Ikhsan Wahyu Nugraha). Dengan dibantu tayangan video interaktif dan lagu yang menyenangkan, Kak Ade menjelaskan pentingnya hidup sehat, menyikat gigi dan mencuci tangan sebelum makan. 


Dokter menjelaskan, 

 Adik-adik tertarik memperhatikan


Kak Ade dan Kak Puput mensimulasikan cara menggosok gigi dengan menggunakan model gigi dan gusi. Mereka juga mengadakan permainan interaktif dan kuis-kuis singkat untuk membantu adik-adik mengingat urutan menyikatnya. Ketika dicontohkan 9 langkah mencui tangan, adik adik tak kalah antusias. Terlihat beberapa adik yang lebih tua membantu mencontohkan dan menerangkan kepada adik-adik yang masih kecil. 


 Cuci tangan
 Antusias Menjawab Pertanyaan


Sesi terakhir adalah games. Adik-adik dibagi menjadi 6 kelompok yang masing-masing dibimbing oleh seorang kakak pengajar. Tim Saya terdiri dari Jamilah, Tia, Rizky dan Syawal dari Al-Kahfi serta Dani (Ambon) dari Sepinggan. Masing-masing tim diminta membuat jargonnya masing-masing. Jargon tim Kami seperti biasa, singkat padat dan jelas:
“Go! Fight! Win!”
Kami memainkan permainan jumble word, sebuah permainan menyusun kata dalam bahasa Inggris dari kumpulan huruf acak. Kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang berhubungan dengan kesehatan seperti: stomachache, dentist, blood dan ambulance. Satu hal lain yang Saya suka dari Muda Mengajar adalah kakak-kakaknya pandai membuat aktivitas apapun menjadi cara yang menyenangkan bagi adik-adik belajar bahasa Inggris. 
 

 Permainan Susun Kata 


Juara 1 diraih oleh timnya Kak Harist (M. Harist Sampurna). Adik-adik sangat cepat dalam mengenali dan menyusun kata. Ada bingkisan berupa makanan ringan bagi juara 1, 2 dan 3. Setiap kelompok yang juara diminta untuk sharing dengan kelompok lainnya yang belum menang. Ya, adik-adik diajarkan untuk berbagi dan perhatian terhadap orang lain. Akhirnya semua orang dapat menikmati cemilan dengan ceria.


Juara 1 dengan jargon terpendek: "Jargon?? Hhmm..." (sambil berpose seperti di atas)



Kegiatan OHD hari ini ditutup dengan doa’ dan foto bersama. Sebelum pulang adik-adik dibekali dengan sebutir telur rebus dan bubur kacang hijau yang telah disiapkan sebelumnya. Selamat Adam atas kesuksesannya menjadi project manager di proyek OHD ini.  Terima kasih atas kerja sama dan kontribusi kakak-kakak Muda Mengajar dalam menyukseskan acara ini.

 One Healthy Day! Thank you Team!

Jumat, 05 Agustus 2016

Mati Lampu Ketika Nonton di Bioskop itu Rasanya... SERU!



Suicide squad adalah film terbaru dari DC Comics yang bercerita bagaimana penjagan-penjahat berkekuatan super (super villain) berjuang mengalahkan musuh yang akan menghancurkan bumi. Film ini menarik karena jarang film yang membahas dari segi antagonis. Awalnya Saya tidak ngeh mengenai film ini. Setelah diceritakan oleh rekan-rekan bahwa di film ini ada Joker yang diperankan oleh Jared Leto dan sempat ramai diperbincangkan, akhirnya Saya memutuskan untuk menontonnya.

Saya bersama Mas Galieh (Galieh Wicaksono), Taufiq (Al Taufiq Arifin), Mimin (Muslimin), Aini (adiknya Mimin), dan Malik (Abdullah L Malik) memutuskan untuk menonon Suicide Squad di hari penayangan premier-nya, pada hari Rabu, 3 Agustus 2016, pukul 18.00 WITA di Mall Balcony Balikpapan. Harga tiket nonton di Balcony terbilang cukup murah, pada hari biasa adalah Rp 45.000. Terlebih dulu kami membeli tiketnya online dengan member Mas Galieh.

Poster Suicide Squad di Bioskop


Kami keasyikan ngobrol, baru sekitar jam 6 sore Saya dan Malik berangkat ke Balcony. Malik terlihat agak kesal dan ia memutuskan untuk mengambil alih kemudi. Sekitar Pukul 18:15 kami tiba di bioskop, tiket telah dititipkan oleh Mas Galieh terlebih dahulu kepada pramuniaga. Ini merupakan kali pertama Saya memasuki bioskop di tersebut. Bioskop ada di lantai 6 dan akses elevator cukup terbatas. Naik dengan menggunakan eskalator tidak menjadi pilihan karena hampir seluruh eskalator tidak aktif.

 
Ngantri cukup panjang, untung sudah beli tiket duluan :P


Balcony adalah contoh mall yang sudah “sekarat” dan butuh perombakan agar dapat menjadi lebih hidup lagi. Banyak toko yang tutup. Kalaupun masih buka terlihat sepi dan cukup mengenaskan melihat pegawai tokonya berkeringat kepanasan karena AC di mall tersebut tidak dihidupkan. Tapi nanti ada wacana Carefour akan masuk ke toko ini dan menjadi pesaing berat Hypermart di mall sebelahnya. Bisa jadi mall Balcony hidup kembali.

Walaupun mallnya sepi, bioskop cukup padat kok.


Kembali ke film, nampaknya beberapa adegan pembuka terlewatkan. Saya masuk ketika adegan Waller menerangkan proposal rencananya  kepada Batman. Pukul 18.24 alarm tanda waktu maghrib bergetar. Saya, Malik dan Taufiq keluar untuk sholat Maghrib terlebih dahulu di mushola di lantai 3A.

Film tersebut sebenarnya cukup seru, Saya menyukai konsep mengunakan kekuatan super “penjahat”—jahat baik sebenarnya relatif—untuk menaklukan musuh yang lebih jahat. Namun, ketika adegan helikopter yang dipakai Mas Joker menyelamatkan Mbak Harley meledak mendadak lampu mati. Erangan kecewa penonton terdengar menggaung di gedung bioskop. Mati lampu berlangsung sekitar 2 – 3 menit. Mungkin selama waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan genset terlebih dahulu. Setelah itu lampu menyala namun layar belum menayangkan film kembali.


MATI LAMPU saat nonton

Sekitar 5 menit menunggu kami menghabiskan waktu dengan membahas mengenai konten film. Dengan menyalanya lampu Saya dapat lebih bebas mengamati keadaan sekitar. Ruangan teater terlihat agak lengang, kurang dari setengah bangku yang terisi, padahal hari itu penayangan premier-nya. Terlihat ada remaja-remaja yang asyik foto selfie, keluarga yang bermain dengan anaknya serta penonton pria yang keluar untuk membeli popcorn. Rombongan kami sendiri mengobrol di kursi dan tidak beranjak.

Ini bukan teater bioskopnya yang sepi, emang lagi pada keluar dulu


Kemudian lampu mati dan proyektor kembali menyorotkan film Suicide Squad. Sorak sorai penonton pun terdengar riuh di ruangan. Lucunya, adegan diulang sekitar 3 menit dari adegan terakhir. Layar menayangkan adegan ketika Pak Deadshot mengeker dan menembak Mbak Harley.

“Yaah, kayak nonton DVD”, seru Mas Galieh.

Adegannya Déjà Vu, kayak udah pernah lihat sebelumnya, haha


Pengalaman-pengalaman sebelumnya nonton bioskop belum pernah berhenti karena mati lampu dan filmnya dimundurkan seperti ini. Lucu dan menarik untuk diceritakan sih. Ketika di kota lain belum tentu Saya dapat merasakan hal yang sama, hahaha. Bagi Saya malah jadi terhibur, bukan kesal atau kecewa.


Credit akhir film Suicide Squad

Selanjutnya pemutaran film berlangsung aman dan lancar hingga credit terakhir. Karena spoiler itu kurang elok, tulisan ini tidak memuat bocoran adegan lebih banyak lagi. Akhirnya setelah film selesai kami berfoto ria di depan bioskop. 
  
 

 Boleh lah, ikut mejeng sedikit