Sabtu, 13 Juni 2020

3 Tips Unik untuk Melakukan Studi Literatur dengan Menyenangkan


Kemampuan menyusun karya ilmiah dibutuhkan di dunia pendidikan. Sebagai mahasiswa S1, menulis skripsi atau Tugas Akhir merupakan salah satu syarat kelulusan. Di Indonesia, mahasiswa S2 pun diharuskan untuk menulis thesis dan mahasiswa doctoral menulis disertasi. Tulisan ini bertujuan untuk membagikan beberapa tips yang terkait dengan studi literatur dalam melakukan penelitian.

Studi literatur merupakan salah satu tahap yang penting di awal penelitian untuk dapat merumuskan latar belakang penelitian, pertanyaan yang akan dijawab, serta bagaimana penelitian akan dilakukan.  Berdasarkan pengalaman ketika pertama melakukan studi literatur dalam menulis Tugas Akhir S1, saya merasa cukup kesulitan karena harus membaca cukup banyak publikasi di jurnal-jurnal ilmiah Awalnya saya merasa bosan karena tidak paham isinya dan banyak menemui istilah-istilah yang belum dipahami.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat menudahkan kita dalam melakukan studi literatur:

1. Catat Poin-Poin Penting dari Tulisan yang Dibaca.
Misalkan dalam membaca Tugas Akhir sebelumnya, di Bab 1 catat apa hal yang melatarbelakangi peneliti melakukan riset terset. Atau di Bab 3 apa saja metode yang digunakan. Ketika membaca paper di jurnal internasional, catat metode apa yang digunakan dalam penelitian serta apa yang membedakan paper tersebut dengan penelitian sebelumnya. Perlu juga dicatat mengenai peluang riset lanjutan (further study) untuk mendapatkan inspirasi mengenai topik apa yang dapat diangkat menjadi riset baru.

2. Tandai Bagian yang Belum Dipahami
Kalau ada kalimat atau bagian yang kurang paham, silakan ditandai. Misalnya ketika membaca sebuah skripsi, di Bab 4 di bagian analisis ada beberapa singkatan seperti SEM, CTE, RTX dan istilah-istilah yang belum dipahami. Atau di bagian metode terdapat kebingungan atas apa bedanya validitas dan reliabilitas alat ukur. Hal-hal yang belum dipahami tadi dapat ditandai dengan tanda tanya atau stabilo.

Selanjutnya kita bisa menanyakan hal yang kurang dipahami tersebut kepada Om Google, atau kepada dosen pembimbing ketika jadwal bimbingan.

3. Cari Tahu Arti Kosakata Baru
Ketika membaca paper dalam Bahasa Inggris akan sangat mungkin terdapat kata-kata baru yang belum tahu artinya. Biasanya saya akan cari artinya dan catat. Selain memperkaya kosakata, dengan mempelajari kata-kata baru juga dapat membantu kita ketika akan mengambil tes IELTS atau GRE.

Ini contoh buku kosakata (vocabulary) yang saya buat:

Buku Kosakata Baru

Saya masih suka menulis di atas kertas dan masih pakai tulisan sambung. Tapi kalau mau menulis di notepad atau catatan HP juga silakan.

Cara keempat merupakan cara tambahan yang efektif bagi saya, tapi belum tentu berlaku juga bagi pembaca.

4. Gunakan Imajinasi Ketika Membaca
Jujur saja, bagi saya membaca artikel ilmiah cukup berat jika dibandingkan membaca Light Novel atau Manga. Biasanya ketika baca paper saya tambahkan imajinasi. Misalkan ketika membaca pengolahan data, saya gambarkan di pikiran saya bahwa sang peneliti sedang bersusah payah menyebarkan kuesioner pakai kertas dan menunggu di depan pintu masuk mall. Sambil tidak diperdulikan oleh orang yang lewat. Atau ketika baca bagian diskusi & manfaat, saya membayangkan sang peneliti sedang menyerahkan laporan kepada manager yang galak. Pokoknya buat gambaran untuk memvisualisasikan apa yang ditulis.

Semoga tips-tips ini bisa membuat kegiatan studi literatur lebih menyenangkan, dan membantu ketika kita akan menyusun Karya Tulis Ilmiah.

Selamat membaca!