Rabu, 19 April 2017

V1MAST bilang Jogja Istimewa

Lagu 'Jogja Love Story' yang dikarang oleh grup musik V1MAST, sedikit banyak memenuhi harapan Saya mengenai genre musik World Music. 

Lirik lagunya bisa dibaca di bawah

Hey kamu
yang cantik
Pakai selendang batik
Kulitmu eksotis
Kayak Parang Teritis
Terpanah asmoro
ku di Malioboro
Aku bahagia
Kayak makan bakpia
Kamu istimewa
Seperti Jogja (Jogjakarta)
Kamu amat manis
Seperti gudegnya
Hey kamu yang cantik
Pakai selendang batik
Kulitmu eksotis
Kayak Parang Teritis
Seperti lukisan
Mahakarya Afandi
Ku jadi berapi
Kayak gunung berapi
Kamu istimewa
Seperti jogja(jogjakarta)
Kamu amat manis
Seperti gudegnya
Seanggun keratonnya
Seindah pantainya
Secantik candinya
Hati ini
Dimiliki mu
Selamanya
Aku tresno karo kamu
Kamu tresno karo aku
Kamu istimewa
Seperti Jogja (Jogjakarta)
Kamu amat manis
Seperti gudegnya
Seanggun keratonnya
Seindah pantainya
Secantik candinya
Hey kamu yang cantik
Pakai selendang batik

Pertama kali Saya tahu lagu ini karena ada yang pernah nge-share di grup WA. Awalnya Saya gak begitu ngeh, ternyata ketika Saya ke Jogja untuk reuni relawan TNT 6 1000 Guru Purwokerto arti lagu tersebut baru terasa cocok.

Saya pernah posting mengenai album lagu di Jepang bernama One Piece Nippon Judan Cruise 47! Pada album tersebut, setiap prefektur (semacam provinsi) di Jepang memiliki satu buah lagu yang dinyanyikan oleh pengisi suara anime One Piece. Setiap lagu menggambarkan ciri khas masing-masing prefektur, ada yang mengambarkan kulinernya, alamnya, budaya dan sebagainya. Cerita lengkapnya dapat dibaca di sini.

Pada tulisan itu, Saya juga sempat mengharapkan ada musisi Indonesia yang menciptakan lagu sejenis; yang mengangkat budaya khas di daerah Indonesia dengan instrument tradisional Indonesia. Nah, grup an teband V1MAST nampaknya membaca postingan Saya tersebut dan terinspirasi (halah, PD banget hehehe).

Awal lagu sudah dibuka dengan musik instrumen gamelan. Diikuti dengan kain batik yang juga tidak luput dari Jogja


Satu set gamelan di Keraton

Selendang batik yang dijual di Malioboro

Pada lirik lagu juga diselipkan tempat-tempat unik di Jogja seperti:

Gunung Merapi yang gagah
(Ini miniaturnya di museum gunug merapi)

Malioboro surga belanja murah

Pantai Ngrumput yang Cantik

Ditampilkan juga bangunan-bangunan ikonik Jogja antara lain


Candi Ratu Boko ketika Sun set 
Sumber: IG @theopiluskevin


Keraton Jogya yang luas

Tak hanya itu kuliner khas kota pelajar itu, yakni:

Gudeg Yu Djum di Wijilan

Bakpia berbagai rasa

Ada juga lukisan Affandi, seorang maestro lukis asal Jogja

Salah satu lukisan di museum Afandi yang dibanderol dengan harga 18 Milyar!

Penanyinya juga merupakan putra daerah, sesuai harapan Saya. Dan lagu ditutup dengan manis oleh gamelan yang memainkan lagu gundul-gundul pacul

Checklist untuk lagu tersebut:
Musik tradisional              : check
Lagu tradisional                : check
Tempat unik                      : check
Bagunan ikonik                 : check
Makanan khas                  : check
Pakaian/kain tradisional    : check
Penyayinya putra daerah :  check

Secara keseluruhan Saya senang dengan lagu ini. Walaupun agak kurang sreg dengan konten lagu yang agak mellow karena unsur romansanya dan cukup banyak kata yang diulang dalam liriknya, misalkan kata 'kayak'.

Kalo dengerin lagu ini lagi, Saya setuju sama V1MAST, Jogja memang istimewa

Senin, 03 April 2017

20 Wajah Ceria Ketika Membuka Kotak Surat Balasan Pertama di TuOn

Durasi menunggu balasan dari Surat yang adik-adik Tuon kirimkan tidaklah sebentar. Butuh lebih dari satu bulan hingga paket surat balasan tiba ke tangan mereka. Keterbatasan akses transportasi membuat pengiriman membutuhkan waktu yang tidak sebentar, walaupun sudah menggunakan pos kilat khusus. Belum lagi ditambah waktu kakak surat menulis. Tentunya berkirim surat seperti ini tidak secepat klik send email atau chat via aplikasi messenger.

Adik-Adik TuOn yang Gembira ketika menerima surat balasan

Bu Vera bercerita bahwa pada hari Senin tanggal 20 Maret lalu, anak-anak TuOn sangat berbahagia karena beliau akan membagikan balasan dari kak surat. Ada tidak sabar untuk tahu nama kakak suratnya, bahkan sampai focus untuk belajar kelas PKn. Sungguh rasa penasaran anak-anak yang tinggi menggambarkan antusiasme mereka untuk tahu dunia luar.

Bu Vera mengakui bahwa anak-anak di sana hanya tau daerah Tulin Onsoi saja, mereka masih minim pengetahuan mengenai tempat lain. Pusat pemerintahan di Kabupaten saja mereka belum pernah karena terkendala jarak dan biaya, apalagi untuk menuju destinasi lain. Oleh karena itu surat dari kakak surat diharapkan dapat membantu mengenalkan dunia luar kepada murid kelas 5 SD 003 Tulin Onsoi. 

Pekenalkan, ini kedua puluh murid Bu Vera di Kelas 5 SD 003 Tuon dan surat balasan yang mereka terima:

 Mariana Melta

 Aldo Andreanus

 Ayuni

 Paulina Evelyn Toni

 Jekson

 Laura Riska

 Titi Sahita

 Anjili

 Andreanus Adi

 Devi Yohana

 Hariady

 Yanti Santi

 Yohanes Dua Putra Beras

 Andriyansyah

 
 Marianus

 Claudio Oskar C

 Yosua Andika

 Meximus

Fauzy Widianto

 Dan ini Yeremias Yangkas, adik suratku

Melihat paket yang dikirimkan oleh kakak-kakak surat lain terlihat lebih niat dan lebih atraktif untuk anak SD. Bahkan ada yang menyertakan alat tulis, tas, hingga sarana penunjang belajar. Hai Yeremias, kakak janji pada balasan surat berikutnya bakal ada hadiah spesial buat kamu untuk mengenal dunia yang luas ini. 

Salam hangat dari Bandung untuk  Tulin Onsoi!

PS: Semua foto pada post ini diperoleh dari grup WA Kakak Surat TuOn

Surat Mimpi Anak TuOn: Berbagi Inspirasi dengan Anak di Tapal Batas Utara Indonesia

Surat Mimpi berkolaborasi dengan Bu Vera Ningsih, Pengajar Muda Indonesia Mengajar di SDN 003 Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Lokasi sekolah TuOn (TUlin ONsoi) berdasarkan cerita Bu Vera agak jauh ke pedalaman. Dari Kabupaten perlu menyusuri sungai sekitar 2 jam, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 1 jam.

Desa TuOn kehidupannya masih menggunakan hukum adat. Suku yang dominan yaitu suku Dayak Agabang. Mata pencaharian masyarakat yaitu berkebun, terutama kebun sawit. Permasalahan yang ditemui untuk anak usia sekolah adalah masih banyak anak yang menikah muda setelah lulus SD serta tidak melanjutkan sekolah karena bekerja di kebun.

Anak-Anak TuOn berpose di depan sekolah
Sumber: Galeri Foto Grup WA Kakak Surat

Konsepnya adalah 20 anak di sekolah TuOn dipasangkan dengan satu orang kakak asuh yang akan rutin berbalas surat untuk memberikan akses informasi, semangat, inspirasi, dan kasih sayang secara personal. Target periode pengiriman surat adalah 1 tahun. Bu Vera dan tim akan mengusahakan dapat berkirim surat satu bulan sekali dengan estimasi: 2 minggu perjalanan surat ke lokasi adik surat, 1 minggu adik menulis surat, 1 minggu penyusunan konden dan kakak surat menulis balasan. Jadi selama 1 tahun bila tidak ada kendala bisa berkirim surat 12 kali.

Setelah dilakukan perjodohan adik surat, tibalah instruksi untuk menulis surat yang pertama. Saya memperoleh sepucuk surat dari Adik Yeremias. Para adik menuliskan surat mereka di selembar kertas dengan tangan kanan mereka. Ketika membacanya, jujur. Saya merasa terharu karena walaupun struktur bahasa di tulisan tersebut masih belum rapi, mereka sudah berusaha keras mencurahkan isi hati mereka dan dalam secarik kertas. Ada yang mencantumkan banyak sekali pertanyaan, ada yang menceritakan kondisi desa mereka, ada pula yang membubuhkan gambar-gambar di suratnya.

Surat pertama dari Yeremias, gambarnya bagus

Terdapat beberapa kakak surat yang mengalami kendala ketika mendapat surat pada awalnya. Misalkan Kak Riska yang agak kesulitan membaca surat dik Claudio yang menulis menggunakan Bahasa daerahnya. Atau Kak Reza yang sedikit kebingungan dengan beberapa kata dan istilah pada surat dari adik Marianus. Tapi secara umum maksud dari surat tersebut dapat kami pahami.

Surat dari adik Marianus

Tulisan tangan Claudio

Awalnya kami mengirimkan surat ke pengelola surat mimpi via email atau pos ke alamat di Jogja. Selanjutnya surat yang terlah terkumpul akan diteruskan ke alamat Bu Vera di Tulin Onsoi. Biaya mengiriman mencapai Rp 107.400 dengan berat paket 1.3 kg. Cukup berat karena ada beberapa kakak yang berinisiatif lebih dengan menyumbangkan buku, peta atau alat pendukung pendidikan lainnya. Bianyanya lebih mahal dibandingkan mengirimkan paket ke negeri Sakura, hahaha! Pengiriman menggunakan kilat khusus pos Indonesia mencapai 11 hari. Akhirnya dengan perantara Bu Vera, surat yang ditunggu dapat diterima oleh masing-masing anak kelas 5.
                                                                     
Kotak mimpi anak TuOn sudah sampai dengan selamat 
Sumber: Galeri Foto Grup WA Kakak Surat

Unboxing surat-surat dari kakak surat TuOn akan Saya tulis dalam sebuah post khusus berikutnya.                

Tulisan ini Saya buat dalam rangka antusias menunggu balasan surat ke-2 dari adik TuOn serta untuk memotivasi diri sendiri agar lebih semangat dan lebih totalitas dalam mencurahkan cinta kasih untuk mengembangkan pendidikan adik asuh di TuOn.