Ada lagu-lagu yang sering diputar menjelang atau pada hari raya Idul Fitri. Warga Indonesia sering kali mengenalnya dengan “lagu lebaran”. Lirik lagu ‘selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin. Minal aidin wal fa’idzin, maafkan lahir dan batin’, sudah familiar di telinga kita. Tak hanya di Tanah Air, di negeri jiran pun lagu-lagu ini sering diperdengarkan. Terkadang kita hanya mendengarkannya sepotong-sepotong. Ada lirik yang (mungkin) sengaja tidak dinyanyikan. Misalnya lagu Hari Lebaran gubahan Ismail Marzuki di atas ternyata ada lirik mengenai judi, “ Cara orang kota berlebaran lain lagi Kesempatan ini dipakai buat berjudi Sehari semalam main ceki mabuk brandi Pulang sempoyongan kalah main pukul istri Akibatnya sang ketupat melayang ke mate Si penjudi mateng biru dirangsang si istri ” Mungkin lirik tersebut berangkat dari fenomena sosial yang terjadi di masa ketika lagu itu dibuat. Kalau sekarang orang kota cara berlebarannya mungkin lebih ke pamer outfi...
Cerita perjalanan, petualangan dan pemikiran Parama