Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

3 Cara Efektif Back Up Data Tugas Akhir

Saat mengerjakan skripsi atau Tugas Akhir (TA) ada beberapa kemungkinan datanya hilang, bisa karena computer terserang virus atau laptop hilang. Cukup banyak kasus mahasiswa yang kelulusannya tertunda akibat file tulisan dan data pendukungnya tidak ada. Misalnya ada salah satu teman saya yang laptopnya hilang dalam perjalanan bus malam dari Jakarta ke Surabaya. Padahal selalin data skripsi, ada juga data pekerjaan dan data personal penting lainnya. Sayangnya ia tidak memiliki back up file- nya sehingga harus memulai pengumpulan data dan menulis dari nol. Agar tidak kehilangan progres skripsi yang sudah dibuat, berikut tiga tips mudah yang dapat kita lakukan saat penyusunan skripsi. 1.       Kirim Email Di angkatan saya, cara mencadangkan tulisan TA dengan mengirimkan ke email cukup populer. Ada yang mengirimkan file TA ke teman dekatnya. Jadi kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, tidak hanya jika data hilang saja, ada orang lain yang juga dapat menyimpan TA yang sedang dikerjakan. Ad

Menjadi Vegetarian di Indonesia itu Mudah

Ketika belajar di Taiwan , saya menjadi semi-vegetarian. Untuk menghindari memakan daging atau campuran bahan hewani yang belum tentu halal , saya memilih untuk mengkonsumsi sayur-sayuran dan protein nabati. Untungnya Taiwan merupakan vegetarian paradise. Banyak tempat makan vegan dan vegetarian, serta restoran yang menyediakan opsi vegetarian. Namun saya masih memakan daging kalau itu halal. Misalnya saat makan di Chang’s Beef Noodle yang sudah mengantongi sertifikat halal dari Chinese Muslim Association, tentu saya tidak melewatkan menghabiskan semangkuk beef noodle di sana. Makanan yang disajikan di asrama IECA (Islamic Education and Cultural Association) Yonghe tempat saya tinggal pun dipastikan terjamin kehalalannya. Sehingga saya tidak ragu menyantap hidangan daging. Sebelumnya saya berpikir kalau di Indonesia akan sulit jika ingin memakan hanya hidangan berbasis nabati saja. Lauk pauk banyak yang terbuat dari ayam, ikan, sapi, dan kambing. Makanan khas Indonesia yang di ken

Pilihlah Kuliah Pilihan dari Seorang Profesor

  Ketika kuliah kita dapat memilih kelas-kelas pilihan di luar mata kuliah wajib. Satu hal yang saya sesali ketika kuliah S1 dahulu adalah tidak mengambil mata kuliah pilihan yang diampu oleh profesor. Padahal kuliah yang diampu oleh profesor biasanya tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga banyak hal lain yang dapat dipelajari. Bersama Sahabat-Sahabat Jurusan Manajemen Rekayasa Industri Angkatan 2011 Semakin berpengalaman seseorang, semakin dalam juga ilmunya. Dalam dunia perguruan tinggi, gelar profesor merupakan anugrah yang diberikan setelah melalui beragam pencaiapain dan kontribusi terhadap keilmuan. Pengalaman yang sudah banyak ini juga membuat ketika mengajarkan suatu mata kuliah para profesor tidak hanya mengajarkan apa yang ada di buku saja, tetapi juga menyertakan kebijaksanaan yang seringkali tidak hanya dipelajari dari materi saja. Pengalaman yang Kaya Misalnya ada kuliah di jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (TI ITB) yang diampu oleh Prof. Dradjad Ir

Belum Terlambat untuk Belajar dari Unit Kegiatan Mahasiswa

  Saat bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) biasanya teman-teman sesama anggota baru merupakan teman seumuran. Tapi ketika mendaftar Unit Kebudayaan Aceh (UKA) di kampus pada taahun 2013, saya bersama mahasiswa baru di Tahap Persiapan Bersama (TPB). Saya satu-satunya anggota baru yang bukan tingkat satu. Malam Keakraban UKA di Lembang. Sumber: M. Ridha Ridwan Merasa Lebih Muda Ada beberapa hal unik yang saya rasakan ketika menjadi ca-UKA (calon anggota UKA) pada semester V. Penerimaan anggota baru di unit ini meliputi perkenalan antar teman seangkatan, pengenalan budaya, latihan tari tradisional, kegiatan kebersamaan seperti olahraga dan nonton bersama, hingga berkenalan dengan kakak tingkat. Saya pun mengerjakan semua tugas seperti membuat buku perkenalan dan catatan latihan, berfoto dengan sesama ca-UKA 2013 dan meminta profil diri mereka, hingga mewawancari “kakak tingkat di UKA” yang sebenarnya angkatannya di bawah atau sama dengan saya. Berkenalan dengan teman-teman

Tingkat Tiga Baru Ikut Unit?

  Tingkat satu perkuliahan merupakan masa-masa mahasiswa mencoba beragam kegiatan, ikut banyak organisasi, dan berkenalan dengan teman-teman baru. Biasanya jaringan mulai dibentuk dari mengikuti unit kegiatan mahasiswa yang memfasilitas minat dan bakat mahasiswa yang beragam. Ketika Tahap Persiapan Bersama (TPB) ITB, saya tidak aktif di unit manapun. Sebenarnya sempat mencoba LSS (Lingkung Seni Sunda), tapi karena latihannya yang intens, bahkan istirahat TPB jam 11 – 14 pun digunakan untuk berkegiatan akhirnya saya tidak lanjut lagi. Tingkat tiga saya baru mendaftar Unit Kebudayaan Aceh (UKA) ITB. Agak aneh sebenarnya karena jarang ada yang baru daftar unit di tingkat lanjut. Biasanya tingkat tiga mahasiswa lebih memilih aktif di himpunan atau terpusat di Keluarga Mahasiswa (KM) ITB. Kalaupun aktif di unit biasanya karena udah nyaman di sana dari tingkat satu. Momen yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk menjadi calon anggota UKA ITB di tahun 2013 adalah Khanduri Aceh. UKA ITB