Senin, 21 Januari 2019

Cerita Nikmat Dunia

Cerita islami kali ini akan menceritakan kisah perumpamaan yang diberi judul Singa, Ular, Tikus Kembar dan Madu.

Seorang pria muda sedang berjalan-jalan di tengah hutan, ketika tiba-tiba seekor singa mengaum keras dan mengejarnya, tentu saja pria itu berlari secepat mungkin untuk menyelamatkan diri.

Dia melihat ada sebuah sumur di depannya dan tanpa pikir panjang ia langsung melompat masuk ke dalam sumur itu untuk menyelamatkan diri.

Setelah masuk ke dalam sumur ia langsung menangkap tali timba yang menggantung. Pria itu merasa lega karena ia tidak terus jatuh ke bawah. Tapi ketika ia mengarahkan pandangannya ke ke dasar sumur, ia melihat seekor ular besar dengan mulut terbuka lebar siap mencaplok dan menelannya.

Lalu anak muda itu mendongakkan kepalanya ke atas dan dia melihat dua ekor tikus yang berwarna hitam dan putih menggigit tali timba yang sedang dipegangnya. Sedangkan singa yang tadi mengejarnya masih terdengar mengaum dan berkeliaran di luar sumur.

Jantung anak muda itu berdetak kencang, hatinya berdebar-debar dan akalnya bertanya-tanya bagaimana ia bisa keluar dari sumur dan menyelamatkan diri dari singa?

Ketika ia sedang berfikir keras, tiba-tiba dia melihat sebuah sarang lebah tepat di depan matanya, madu segar terlihat lezat dan menetes dari sarang itu. Diapun segera mencolek madu itu dengan jarinya, dan kemudian menjilatnya. Madu itu benar-benar lezat. Sesaat ia pun lupa dengan Singa, ular dan tikus kembar yang mengunyah tali timba.

Dia pun memutuskan untuk terus merasakan nikmatnya madu, sementara tikus kembar pun terus memakan tali timba dengan nikmat pula. Sampai tiba saatnya tali terputus dan si pemuda jatuh masuk ke dalam mulut ular yang menunggu di dasar sumur.

Imam al-Ghazali mengibaratkan bahwa singa adalah seperti malaikat maut yang berada di atas kita dan siap mencabut nyawa kapan saja. Sedangkan Ular itu adalah seperti kuburan yang sedang menunggu kematian kita. Sementara tikus hitam dan putih yang menggigit tali adalah seperti siang dan malam yang selalu menggigit dan menghabiskan hari-hari dalam kehidupan kita. Dan madu itu seperti dunia ini yang terasa manis dan lezat untuk sesaat dan membuat kita lupa akan kematian dan hari akhirat.

Sumber: https://bahaudinonline.blogspot.com/2013/12/singa-ular-tikus-kembar-dan-madu.html

Minggu, 06 Januari 2019

Makan Daging Anjing: Aneh Bagi Sebagian Orang, Nikmat Bagi yang Sebagian Lainnya


Di akhir tahun 2018 lalu sempat viral di media soal video tentang seorang anak perempuan yang menanyi lagi berjudul Sayur Kol. Lagu tersebut sebenarnya sederhana, bercerita mengenai seseorang yang pergi ke Siborong-borong, dijemput bibinya, lalu makan daging anjing dengan sayur kol. Siborong-borong merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Saya menulis tulisan ini karena lagu ini ternyata menjadi lagu favorit yang sering dinyanyikan oleh saudara sepupu saya yang masih berumur 4 tahun.

Jika kita merupakan orang batak atau orang yang tinggal di Sumatra Utara, memang tidak ada yang aneh dari lagu tersebut. Pergi wisata ke kabupaten Siborong-borong dan menyantap olahan daging asu sewajar wisata ke Lembang dan makan daging kelinci jika diibaratkan di Jawa Barat. Hal yang membuat lagu ini menarik adalah makan daging anjing bukan hal yang wajar menjadi konsumsi mayoritas orang di Indonesia. Jadi mungkin bagi sebagian orang menjadi aneh. Saya jadi teringat ketika sedang berkendara dengan seorang bule dari Jerman di Manado, ia merasa jijik ketika melihat orang Minahasa memotong daging anjing dengan santai di rumah mereka. Bukan hanya orang Indonesia, ternyata orang asing yang terbiasa melihat anjing sebagai binatang peliharaan juga tidak dapat langsung menerima konsep memakan daging anjing.

Lagu tersebut menyebar dengan cepat. Terlebih karena bocah penyanyi yang memviralkan lagu ini di internet, Avika Siahaan, menyanyikannya dengan baik. Harus diakui bahwa suaranya bagus dan enak didengar. Sekarang lagu ini sudah di-cover oleh banyak orang dengan berbagai versi. Masing-masing versi ada yang menyesuaikan liriknya, misalkan versi Sunda oleh akun Youtube Putih Abu-Abu mengganti lirik daging anjing menjadi daging munding (sapi dalam bahasa Sunda). Band Punxgoaran, yang pertama kali meng-upload lagu ini ke Youtube, seharusnya memberikan apresiasi tinggi kepada Avika yang secara tidak langsung membuat nama band ini menjadi lebih populer.

Lagu ‘Sayur Kol’ ini juga cukup enak untuk didengar dan mudah untuk dinyanyikan. Berikut lirik lagunya:

Intro:
Waktu abang pergi ke Siborong-borong
Datang hujan yang amat deras lah
Terkejut abang terheran-heran
Sebab abang belum pernah kesana

Bridge:
Untung datang namboru panjaitan
Martarombo kami di jalan
Diajaknya aku ke rumah dia
Makan daging anjing dengan sayur kol

Reff:
Sayur Kol . . . Sayur Kol . . .
Makan daging anjing dengan sayur kol
Sayur Kol . . . Sayur Kol . . .
Makan daging anjing dengan sayur kol

Gelang Kandau, Gelang Anyaman Khas Kalimantan

Gelang ayaman asal Borneo ini biasanya dibuat dari rotan (serat yang warna terang) dan tanaman pakis/gulma (serat yang warna gelap). Tidak ada pewarna sintesis yang digunakan, warnanya natural sesuai bahan bakunya. Gelang ini identik dengan suku Dayak. Beberapa suku dayak ada yang menyebut gelang ini dengan gelang simpai.

Pertama kali Saya mendapatkan gelang ini adalah ketika TNT (Traveling & Teaching) 8 1000 Guru Samarinda di Desa Wisata Kedang Ipil. Setelah disambut dengan tarian selamat datang di balai desa (namanya tarian Pupur), masing-masing relawan diberikan gelang simpai ini.


Gelang ini dapat dianyam langsung di tangan dan kaki atau dipasangkan langsung. Durasi pengayaman sekitar 30-45 menit, tergantung kerumitan motif. Cara pemasangan gelang yang sudah jadi cukup menarik. Dengan menggunakan alat bantu berupa sedotan atau tali, gelang yang ukurannya pas dengan pergelangan tangan diputar perlahan agak dapat masuk. Agak sakit memang, namun itulah satu-satunya cara pemasangan, karena gelang anyaman ini tidak dapat diatur besar kecil diameternya; ukurannya sudah tetap.

Untuk melepaskannya hanya dengan digunting atau tunggu putus secara alami seperti yg teman saya, Dika Maraga Maulid, lakukan. Kalau Saya, sejujurnya sayang untuk memutusnya karena gelang kandau ini merupakan pengingat atas keramahan warga desa Kedang Ipil, derasnya aliran air terjun Kandua Raya, dan keseruan ketika acara TNT di sana. Paling lama saya pribadi mengenakan gelang tersebut (sebelum putus) selama kurang lebih 2 bulan. Jika sempat berkunjung ke desa budaya Dayak, sempatkan juga untuk membeli gelang ini sebagai buah tangan yang menarik dari Kalimantan.

Kaligrafi Arab Macan Ngali di Museum Sribaduga Bandung


Salah satu koleksi di Museum Sribaduga Bandung yang menarik perhatian saya adalah kaligrafi bergambar macan ali. Macan Ali adalah panji kesultanan cirebon yang bergambar harimau (macan). Bentuk macan tersebut disusun dari kaligrafi kalimat Syahadat. Gambar tersebut dilukis berdasarkan piktogram stilasi dari "Macan Duduk" dengan medium kaca.

Seni lukis kaca di Cirebon ada sejak abad ke-17 Masehi. Seni lukis ini memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Cirebon. Motif dan corak khas Islam berupa kutipan ayat Al Qur'an dan Hadist mudah ditemui pada peninggalan Panembahan Ratu di Cirebon. Media dakwah yang digunakan antara lain seni lukis kaca dan seni lukis wayang.



Jika diperhatikan lebih lanjut, kaligrafi ini dapat memadukan nilai-nilai islam dengan budaya Cirebon yang kental. Bentuk gunungan yang berada di bawah kaki macan merupakan motif batik Mega Mendung, yang memiliki arti awan mendung. Karya seni ini merupakan bukti bahwa agama dan budaya dapat berjalan beriringan, bukuan berarti salah satu menutupi datau mendominasi lainnya. Hasil karya kaligrafi macan ali ini merupakan simbol cantik penyebaran Islam di daerah Cirebon yang dilakukan melalui pendekatan seni dan budaya. 

Kejutan Setelah Jum'atan di Masjid Al-Serkal kota Phnom Penh, Kamboja

Masjid Al-Serkal adalah masjid utama di Phnom Penh, ibu kota Kamboja. Masjid tersebut merupakan hadiah dari Keluarga Al Serkal, keluarga kaya dari Uni Emirat Arab. Bangunan masjid yang sekarang merupakan bangunan baru yang dibuka pada tahun 2014, menggantikan struktur asli yang dibangun pada tahun 1968.

Tampak Depan Masjid Al Serkal

Mesjid ini merupakan salah satu tempat favorit Saya di Phnom Penh. Di sekitar mesjid itu banyak rumah makan halal yang menjual menu khas Kamboja seperti Beef Lok Lak dan Amok Fish. kalau di tempat lain untuk mencoba masakan-masakan tradisonal ini kehalalannya dipertanyakan. Walaupun pemiliknya kebanyakan pendatang dari Malaysia, tapi rasanya cukup otentik. Beberapa kali Saya mampir ke mesjid ini untuk membeli makanan halal yang murmer, salah satunya ada roti telur yang dijual di pelataran masjid. Harganya 1000 riel (sekitar Rp3000). Abang penjualnya bisa cakap melayu.

Ada sebuah pengalaman menarik pada hari Jum'at di mesjid ini. Ketika sedang menunggu kawan-kawan yang lain selepas Jum'atan, ada seorang pemuda arab yang menggunakan gamis putih minta tolong difotokan. Dengan senang hati saya ambillah beberapa foto dengan menggunakan kamera HPnya. Setelah itu ia buru-buru berjalan arah tempat ojek.

Sebelum naik motor, tetiba dia kembali sambil melepas gamis yang ia kenakan, kemudian memberikannya kepada Saya. 
Karena masih terkejut, Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengucapkan terima kasih. Bahkan Saya belum sempat bertanya nama ataupun asal negaranya. Ketika dicoba, ukurannya Pas. Langsung Saya minta teman saya Rois untuk didokumentasikan. Alhamdulillah. Sekali lagi terima kasih kepada mas-mas yang telah memberikan pakaian ini.


Langsung Berfoto dengan Gamis Baru

Ternyata ketika tinggal di luar negeri, kebaikan tidak hanya kita rasakan dari warga lokal saja, tetapi juga dari sesama pendatang yang bahkan belum saling kenal. Oleh karena itu mari istiqamah untuk berbuat kebaikan, walupun kecil. Karena kita tidak tahu bagaimana kebaikan tersebut akan kembali kepada kita.

Kunjungan Creavill Bandung ke Saung Baca Guruminda di Cianjur


Di awal bulan Mei 2018, komunitas Creavill Bandung bersama kawan-kawan LPDP BIT berkesempatan untuk mengunjungi Saung Baca Guruminda Kang Ihsan (@imanfariz). Perjalanan ke Saung Baca yg terletak di daerah Cianjur ini cukup menyenangkan walaupun kami sempat terhambat rombongan serikat pekerja yg berdemo.

Program yang dilakukan bertema Learning from Diversity. Kakak-kakak LPDP BIT mengenalkan kebudayaan, adat, tradisi, dan bahasa dari daerahnya masing-masing. Bahkan mereka membawa pakaian tradisional, asesoris, dan membawakan tarian daerah.
Adik-adik di sana senang karena dapat bertemu dan menyaksikan langsung budaya dari beberapa daerah di Indonesia Timur. Jujur, Saya sendiri baru melihat langsung tarian dan pakaian yang ditampilkan, misalkan hiasan kepala yg dibuat dari bulu burung Kasuari.

Mengenalkan Budaya dari Papua & Indonesia Timur

Mencoba Tutup Kepala Bulu Burung Kasuari

Anak-Anak yang Antusias ingin Mencoba Facepaint

Selain itu, kami juga melakukan semacam studi banding. Salah satu hal menarik dari saung baca ini adalah penerapan sistem reward. Setiap buku diberikan poin dari 1-10 (tergantung konten dan jumlah katanya). Apabila mereka sudah selesai membaca & membuat rangkuman dari buku tsb kemudian dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yg diajukan kakak relawan terkait konten bukunya, mereka mendapatkan poin sesuai yg tertera pada buku. Ketika udah terkumpul, poin tersebut dapat ditukarkan dengann mainan atau alat tulis. Misalkan kaos kaki dapat ditukar dengan 10 poin atau tas sekolah dapat diperoleh dengan mengumpulkan 51 poin.

Cara tersebut bisa jadi salah satu cara asyik meningkatkan minat baca anak-anak. Bahkan ada tulisan "membaca hanya boleh di luar jam sekolah", saking rajinnya mereka membaca.

Relawan Saung Baca Guruminda, Creavill, dan LPDP BIT

Terima kasih atas jamuan & sambutan hangatnya, Kang 
Ihsan.

10 Kesalahan Logika yang Sering Kita Lakukan

Ada 10 kesalahan berpikir (logical fallacies) yang sering kita lakukan dalam berpikir dan membangun argumen:

1.       Rombongan Kereta (Bandwagon)
Kesalahan ini terjadi ketika kita menganggap sesuatu itu benar hanya karena banyak juga orang yang mempercayai atau melakukan hal yang sama

2.       Ah Hominem
Kesalahan ini terjadi ketika kita tidak membantah isi argumen, melainkan justru menyerang hal-hal pribadi lawan yang tidak ada hubungannya dengan argumen yang sedang dibicarakan

3.       Penalaran Berputar (Circular Reasoning)
Kesalahan ini terjadi ketika argumen kita mengandung asumsi atau pembuktian yang berputar.

4.       Ambigu
Kesalahan ini terjadi ketika kita mencari-cari celah pada kata atau kalimat yang bersifat ambigu/ dapat diartikan dengan makna yang lain.

5.       Beban Pembuktian (Burden of Proof)
Kesalahan ini terjadi ketika kita tidak menyediakan bukti atas klaim kita, melainkan justru meminta lawan untuk mencari bukit bahwa klaim kita salah. Padahal kita lah yang semestinya bertanggung jawab menyediakan bukti di awal atas klaim kita.

6.       Kesalahan Argumen (Argument from Fallacy/ Fallacy Fallacy)
Kesalahan ini terjadi ketika menemukan klaim yang memiliki kesalahan argumen, kemudian kita menganggap bahwa klaimnya juga pasti salah secara keseluruhan. Padahal kita saja klaim itu benar kerena ada alasan-alasan lainnya.

7.       Sebab Palsu (False Cause)
Kesalahan ini terjadi ketika kita menyimpulkan sebab suatu kejadian secara keliru

8.       Hitam Putih (Black or White)
Kesalahan ini terjadi ketika kita membuat asumsi di awal bahwa hanya ada dua pilihan atau kemungkinan saja. Sementara bisa jadi masih banyak kemungkinan lainnya.

9.       Titik Tengah (Middle Ground)
Kesalah ini terjadi ketika kita menemukan dua pendapat yang berlawanan, lalu kita berasumsi bahwa yang benar adalah titik tengah di antara keduanya. Padahal mungkin saja suatu pendapat memang betul-betul keliru, sementara yang lainnya benar.

10.   Keraguan Pribadi (Personal Incredulity)
Kesalahan ini terjadi ketika kita gagal memahami suatu konsep yang cukup rumit bagi orang awam, misalnya teori-teori tertentu dalam fisika atau biologi, lalu kita menganggapnya tidak masuk akal.

Dengan memahami 10 kesalahan logika di atas, mari merawat akal sehat dengan lebih teliti dan rapi dalam berpikir dan membangun argumen.

Sumber: BFROTE

Overview Petunjuk Hidup dalam Al-Quran












6 Alasan Mengapa Sekantong Darah Dihargai Tinggi di PMI


Pernah diajarkan mengenai donor universal (darah O bisa donor ke semua) dan recipient universal (darah AB bisa menerima semua) waktu sekolah dulu? Ternyata ada hal yang bisa membuat salah presepsi dari penjelasan mengenai darah tersebut

Dulu teori tersebut memang sempat dipakai ketika alat-alat kesehatan tidak begitu canggih dan jumlah pendonor sukarela juga tidak banyak. Saat ini teori donor dan recipient universal sudah tidak diaplikasikan lagi untuk meminimalisasi terjadinya komplikasi di tubuh pasien. Apabila tetap dilakukan, maka kemungkinan yang terjadi si pasien bisa tertolong atau malah langsung koit sekalian. 

Golongan darah sama saja bisa terjadi komplikasi / ketidakcocokan apalagi yang golongan darahnya beda. Nah untuk itulah ada biaya sebesar Rp360.000 per kantong di PMI, salah satunya untuk biaya uji kecocokan antara darah pendonor dengan darah pasien seperti yang prosesnya tampak di foto-foto berikut ini.

Ngomong-ngomong soal biaya, ada tambahan info dari kak Valencia Mieke Randa nih! Kenapa ada biaya yang harus kita bayar saat kita butuh darah, padahal saat kita mendonor, kita gak dibayar? Apakah PMI jual darah? Nope, sama sekali tidak!

Transfusi darah itu tidak seperti yang kita lihat di sinetron-sinetron di televisi, dimana habis disedot dari badan seseorang, langsung di transfusikan ke badan si penerima. Actually, yang kita lihat di sinetron itu justru membuat orang jadi salah kaprah, karena darah tidak mungkin bisa langsung dipindahin ke tubuh penerima seperti layaknya transfer uang. Ada proses-proses yang harus dilalui, antara lain proses pemeriksaan calon pendonor, proses pengambilan darah, screening, penyimpanan, dsb. 

Biaya yang kita keluarkan per kantong darah sebenarnya adalah biaya penggantian pemeliharaan darah, supaya kondisinya tetap sama seperti saat berada dalam tubuh kita. Biaya ini yang kita kenal dengan nama BPPD atau Biaya Penggantian Pengelolaan Darah. Besarnya ditentukan oleh subsidi pemerintah daerah setempat. 

Biaya BPPD itu terdiri dari:
#1. Kantong darah, Kantongnya didesain khusus agar darah tidak mudah beku dan tidak rusak, kantong darah ini masih impor, sehingga komponen BPPD menjadi mahal. Selain kantong darah yang masih import, juga biaya alat-alat yang disposable alias sekali pakai misalnya: Kapas, alkohol, jarum, selang dsb.

#2. Pada saat donor darah, semua calon pendonor dicek kesehatannya mulai dari berat badan, tekanan darah, Hb, dsb. 

#3. Biaya pengecekan terhadap penyakit menular. Semua darah pendonor discreening terlebih dahulu apakah mengandung penyakit yang sekiranya bisa menular lewat transfusi darah. Sesuai dengan keputusan dari WHO, penyakit yang discreening tersebut adalah: HIV, Syphilis / Rajasinga / Treponema, Hepatitis B dan Hepatitis C.

Kebayang nggak kalau kita medical check up di rumah sakit, hanya untuk tahu penyakit–penyakit tersebut ada atau tidak di badan kita, mengingat gaya hidup kita jaman sekarang amat sangat memungkinkan kita terpapar penyakit-penyakit tersebut.

Nah, dengan mendonor secara rutin, darah kita akan selalu dicheck secara berkala, dan jika ada apa-apa, kita akan diinformasikan untuk segera menghubungi PMI atau dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, GRATIS pula! Amazing bukan? Kita menolong, tapi kita juga tertolong 🙂

Jangan kuatir, PMI menjamin kerahasiaan data pendonor, sehingga jika darah kita bermasalah atau tidak terpakai, hanya kita, PMI dan Tuhan yang tahu, unless you decided to tell someone. 🙂

#4. Biaya Proses Komponen Darah. FYI, darah yang didonorkan tidak berhenti dalam bentuk darah merah itu saja, melainkan diproses lagi. Sekantong darah kita ini, nantinya akan dipisahkan menjadi komponen-komponen darah, spt: trombosit, Packed Red Cell (PRC), Plasma darah, Whole Blood (WB), dsb. Diprosesnya sesuai kebutuhan pasien. Ada yg butuh plasma darahnya saja, ada yg butuh trombositnya saja, dan ada yg butuh Whole Blood (WB).

Contohnya: Untuk kanker umumnya butuh hanya trombositnya saja, yang proses pemisahannya disebut Apheresis. Proses Apheresis ini syaratnya banyak, antara lain, berat badan calon pendonor > 60 kg, tidak merokok, tidak tatoan, sehat jasmani dan rohani, dan harus lolos screening apheresis selama 8 jam pertama. Selain syaratnya banyak, juga prosesnya sekitar 2 jam, seperti cuci darah, menggunakan mesih khusus untuk memisahkan komponen darah, sehingga butuh biaya yang mahal.

Jadi kita nanti ada teman yang dengar, sekantong darah biayanya Rp3,6 juta, itu bukan PMI jual darah, tetapi karena memang proses pemisahan trombosit dan komponen darah lainnya menggunakan alat yang amat sangat mahal dan rumit.

Sekantong darah Apheresis, sama dengan 10-15 kantong darah pendonor regular. Itu sebabnya biaya BPPD nya jauh lebih mahal, namun lebih menguntungkan buat si calon penerima donor, karena darahnya diperoleh hanya dari 1 pendonor, jadi resiko penolakan dari tubuh pasien jauh lebih kecil dibandingkan trombosit yang diperoleh dari 10-15 pendonor biasa.

#5. Uji Silang kecocokan pendonor & terdonor! 
Terkadang orang masih berfikir bahwa darah bisa langsung di transfusikan, padahal tidak.  Darah harus discreening terlebih dahulu untuk mengecheck kecocokan dengan calon penerima. Kalau tidak malah bisa membahayakan nyawa si penerima jika terjadi penolakan dari tubuhnya. Mau nolong malah mencelakakan orang lain, bisa berbahaya. Kan kasihan!

Terakhir! #6. Biaya operasional lain-lainnya seperti alat penyimpanan, mesin proses, bangunan, SDM dan tenaga medis, dsb. Semua itu adalah komponen-komponen biaya BPPD. Semoga dengan mengetahui ini, tidak ada lagi yang ragu untuk mendonor, karena darah kalian tidak diperjualbelikan.

Semoga tercerahkan. Kalau masih ada yang ngomong "saya donor gratis tetapi ketika perlu 
darah kok harus bayar?" Silakan sodorkan link tulisan ini untuk dibaca.

Sumber: Paparan Valencia Mieke Randa dan ditulis oleh OA LINE iCampus

Jumat, 04 Januari 2019

Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking

Tulisan ini dibuat oleh Prof Agus Budiyono dan disadur dari grup WA Komunitas TI Nusantara 

Ada tiga konsep yang tidak saya percayai sepenuhnya dalam sistem pendidikan yaitu: NEM, IPK dan rangking.

Saya mengarungi sistem pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2&3) dan kemudian dilanjut mengajar selama 15 tahun di universitas di tiga negara maju (AS, Korsel, Australia) dan tanah air. 
Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas dengan apa yang secara normal didefinisikan sebagai kesuksesan. 
Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang akan berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US. 
Berdasarkan hasil penelitian beliau ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan tentu saja rangking) hanyalah faktor sukses no ke 30! Sementara itu faktor IQ pada urutan ke-21 dan bersekolah ke universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana:
▪ Anak anda nilai matematikanya 45 ? Tidak masalah.
▪ Tidak lulus ujian fisika ? 
Bukan masalah besar.
▪  NEM tidak begitu sesuai harapan ? 
Paling banter akibatnya adalah tidak bisa masuk sekolah favorit. 
Yang memang, menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh ke kesuksesan aniwei.
▪  IPK termasuk golongan dua koma (baik dua koma sembilan….belas maupun dua koma pas) ? 
Jangan sedih. IPK pan hanya mitos. 
Paling banter adalah hanya alat ukur. 
Yang tidak akurat anyway.
▪  Anak anda sekolah di SMA 11 dan bukan SMA 3 Bandung ? 

Lalu apakah faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ? 
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK. 
Dalam kurikulum ini kita kategorikan softskill
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.

Cara Menguasari Jurus Legendaris


Pada zaman dahulu, tersebutlah seorang Master yang menguasai jurus silat legendaris yang hampir punah. Ia hidup pada gubuk kecil di tengah hutan.

Sang Master sudah menuliskan semua jurusnya dalam sebuah kitab silat, dan ia berjanji akan mewariskan kitab itu pada siapa saja yang berhasil mengalahkannya.

Tentu saja para pendekar berbondong-bondong datang ke tengah hutan untuk menantangnya duel. Namun tak ada seorang pun yang bisa merobohkan Master. Meski mereka sangat ingin mendapatkan kitab tersebut, apa daya mereka semua harus pulang satu demi satu.

Terkecuali seorang pendekar muda, ia memutuskan menginap di hutan dan akan melawan lagi Master silat itu keesokan harinya. Ketika esok tiba, duel pun berlangsung dan pemuda itu kalah lagi.

Ia tak patah asa, diputuskannya untuk membangun tenda di hutan agar ia bisa terus mencoba melawan Master setiap hari. Tentu saja tantangan duelnya diladeni pula oleh Master.

Tak terasa satu tahun berlalu, sang pemuda masih saja kalah setiap hari dalam bertarung, tetapi ia semakin cakap. Hari demi hari ia mulai mengikuti gerakan Master, dan mempelajari kelemahan guru silat tersebut.

Hingga pada suatu waktu, ia berhasil melumpuhkan sang Master dalam duel yang sangat sengit. Atas prestasi ini, maka secara resmi kitab jurus legendaris diberikan kepadanya.

Sang pemuda tak sabar segera membuka kitab tersebut, ternyata isinya hanya halaman kosong! Seperti film Kungfu Panda saja! Sang Master dengan bijaksana menjelaskan,

"Jurus legenda memang bukan tersimpan pada kitab, tetapi pada usahamu berlatih setiap hari melawanku. Sadarkah engkau, gerakanmu kini sudah mewarisi semua jurus-jurusku?"

Dongeng ini mengandung nilai luhur tentang mengulang-ulang suatu kebiasaan. Semakin dilatih, maka kita akan semakin mahir. Sebagai muslim tentu sudah akrab dengan hadist riwayat Muslim berikut,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang sering diulang walaupun itu sedikit.”

Senada dengan hadist tersebut, seorang sastrawan juga berpesan kepada calon-calon penulis, 

"Jika Anda ingin menghasilkan tulisan yang bagus, berlatihlah setiap hari selama satu bulan. Saya jamin dari 30 tulisan itu sekurangnya ada satu yang bagus!" 

Kini giliran saudara, jurus legendaris apa yang ingin saudara kuasai? Ketahuilah bahwa jurus tersebut tak ada dalam kitab silat, melainkan ada dalam pengulangan dan kebiasaan..

Sumber: Grup WA Gerakan Literasi

Resolusi 2019 oleh Ust Rahmat Baequni

Tulisan ini merupakan rangkuman dari Kajian Ust. Rahmat Baequni di Masjid Al Lathiif, Bandung, pada tanggal 3 Januari 2019. 

Ketika umat Islam merayakan tahun baru masehi, berarti mereka sedang ittiba pada 3 agama, majusi (menyalakan merecon/kembang api), yahudi (membunyikan terompet), dan Nasrani.
Rasulullah bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga manusia mengikuti apa yang disembah oleh nenek moyang mereka. Sesungguhnya kalian akan mengikuti mereka sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta."
Dan saat ini sudah terbukti, banyak umat Islam yang mengikuti mereka dengan alasan toleransi.
Hari ini kita melihat bagaimana umat Islam disesatkan. Dan sayangnya, umat Islam saat ini dangkal akidahnya.
Di akhir zaman umat Islam akan terbagi 2, mukmin dan munafik. Perlahan-lahan, Allah membagi 2 golongan tersebut dengan berbagai kejadian yang terjadi saat ini.

Umar bin Khattab pernah bertemu dengan saudaranya yg Yahudi dan hafal taurat. Umar meminta untuk dituliskan isi taurat dan memberikannya kepada Rasulullah. Ketika itu Umar mengira Rasulullah senang. Namun wajah Rasulullah memerah. Rasulullah marah pada Umar hingga Umar berkata, "Aku rido Allah sebagai tuhanku, Islam agamaku dan Muhammad adalah Rasul (utusan) Allah."
Rasulullah naik ke atas mimbar dan bersabda, "Andaikan Musa dan Isa hari ini hidup, niscaya hidup mereka tidak akan dilapangkan hingga mereka datang dan mengikuti aku."
Bayangkan Nabi-nabi saja harus mengikuti Nabi Muhammad. Hingga ketika nanti Nabi Isa turun ke bumi, Nabi Isa tidak mau menjadi Imam shalat, dan memilih Imam Mahdi menjadi imam shalat subuh ketika akan berperang melawan dajjal, karena Nabi Isa memilih untuk menjadi umat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam yang ketika itu khalifahnya adalah Imam Mahdi.
Nabi Isa berkata, "Janganlah kalian mengkultuskan aku seperti orang-orang Nasrani menjadikan aku sebagai Tuhan."
Allah SWT berfirman:

اتَّخَذُوٓا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا إِلٰهًا وٰحِدًا  ۖ  لَّآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ  ۚ  سُبْحٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 31)

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya alim-alim mereka, rahib-rahib mereka, menghalalkan apa yang Allah haramkan, mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan."

Resolusi
Rasulullah bersabda, "Siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia beruntung. Siapa yang hari ini sama saja dengan hari kemarin, maka dia merugi. Siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dia rugi dan terkutuk."

Yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, malaikat menghapus namanya dari neraka dan menggolongkannya dalam daftar penghuni firdaus atas ijin Allah.

Yang hari ini sama saja dengan hari kemarin, amal ibadahnya flat, tidak ada yang istimewa, tidak ada peningkatan.

Yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, amal ibadahnya terus berkurang, hingga iman menurun, dan ujung-ujungnya syirik kepada Allah. Jika dia tidak bertaubat dan berusaha memperbaiki diri maka dia benar-benar merugi karena digolongkan menjadi ahli neraka.

Orang-orang yang beriman maka mereka beruntung, sedangkan orang-orang yang kufur akan benar-benar merugi.
Allah SWT berfirman:

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِى الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
"Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 137)

Orang yang sakit fisik, dia sendiri merasakan sedangkam orang lain tidak. Orang yang sakit hatinya/jiwanya, dia tidak merasa sedangkan orang lain merasakan. Inilah orang-orang kafir yang telah tertutup hatinya.

Allah SWT berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ مِّنْ أَهْلِ الْقُرٰىٓ  ۗ  أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِى الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ  ۗ  وَلَدَارُ الْأَاخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ اتَّقَوْا  ۗ  أَفَلَا تَعْقِلُونَ
"Dan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan Rasul). Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Yusuf 12: Ayat 109)

Kisah Petra, peninggalan2nya menandakan mereka memiliki teknologi yang luar biasa saat itu hingga bisa membuat istana dengan memahat batu. Namun mereka ingkar terhadap Nabi Hud, dan menantang untuk diberikan azab. Hingga Allah mengazab mereka dengan awan yang hitam, di baliknya tampak api yang menyala-nyala. Namun kaum Nabi Hud mengira saat itu akan turun hujan. Ternyata ketika itu berhembus angin yang sangat dingin selama 7 malam 8 hari hingga tempat itu menjadi sangat kering dan orang-orang di sana mati. Kejadian2 itu bukan hanya terjadi di masa lalu, namun bisa saja terjadi di masa depan ketika kemungkaran atau kemaksiatan serupa terjadi.
Seperti di Cina beberapa waktu lalu dilanda angin kencang hingga orang2 tidak bisa berjalan karena angin yang kencang, rumah-rumah terbang, terbalik dan hancur. Allah memberikan hal tersebut ketika mereka menyiksa Muslim Uighur. Namun, mereka hati mereka sudah tertutup.
QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 34-42

2019 menjadi tahun-tahun sulit. Akan banyak terjadi bencana karena benda langit yang diprediksi melintasi bumi semakin dekat dan gaya gravitasinya sangat kuat sehingga akan terjadi banyak gempa.

Perang dunia melawan cina dengan teknologi nuklirnya yang dimulai dari isu ekonomi.
Contoh kasus, di Angola tidak ada lagi masjid padahal mayoritasnya Muslim. Dan mata uang yang digunakan pun saat ini adalah Yuan. Orang-orang yang tidak ingin murtad, mereka akan disiksa, dibakar hidup-hidup.
Awal mulanya cina memberikan hutang hingga Angola tidak bisa membayar dan Cina mengusai mereka.

Rasulullah bersabda, "Kalian akan berperang melawan mereka yang bermata sipit, bermuka lebar..."

Jadi resolusi kita:
1. Pertahankan dan perbaiki iman kita. 
2. Dekat dengan para pengahafal Quran.
3. Tetap berada di lingkungan yang mendekatkan kita kepada Allah.
4. Siap berjihad di jalan Allah.

Apa bedanya Al Malhamatul Qubra dan armagedon?
Ketika Al Malhamatul Qubra, tidak ada lagi teknologi. Karena benda langit yang melintas akan menghancurkan seluruh teknologi saat itu, akan terjadi malam yang panjangnya selama 3 malam, dan saat itulah dajjal akan muncul.

Bagaimana kalian menghabiskan akhir tahun dan mengawali tahun baru dengan pesta yang meriah sepanjang malam? Sementara saudara kita di Palestina syahid diserang oleh tentara-tentara zionis. Apakah kalian tidak mendengar bagaimana kabar saudara2 kita di Suriah? Di Yaman? Dan seluruh penjuru dunia yang lain. Mereka dipenjara, perempuan2nya diperkosa lalu dibunuh. Lalu masihkan kita euforia menyambut tahun baru? Meninggalkan shalat? Meninggalkan Al Quran? Pergi ke jalan-jalan ibu kota dan lalai dalam kemaksiatan? Mengikuti apa yang dirayakan oleh kaum majusi, yahudi dan nasrani? Melupakan saudara-saudara kita yang dihujani tembakan dan bom?
Masih ada pintu untuk bertaubat. Kita masih punya kesempatan untuk kembali kepada Allah tanpa dosa.
Inilah resolusi kita. Siapkan iman Islam kita. Perkuat ikatan ukhuwah kita. Berjamaah.
Dan jika selama ini kita lalai, yuk semangat beribadah. Istiqamah. Pertahankan iman Islam kita.
Kesulitan-kesulitan yang kita alami saat ini akan Allah ganti menjadi kemudahan-kemudahan di akhirat kelak. Pahalanya besar di sisi Allah. Jika kita berjuang istiqamah mempertahankan iman Islam kita, menjalankan syariat-Nya dan mengikuti sunnah Nabi, maka pahalanya setara dengan 100x mati syahid.
Banyak di antara orang-orang saat ini mengganti amal Akhiratnya dengan dunia. Maka kita harus berusaha menjadikan Dunia ini sebagai ladang amal untuk akhirat kelak.

Sumber: Teh Nenshi MAMT

Kamis, 03 Januari 2019

Mengenang Louis Braille, Pencipta Sistem Tulisan bagi Tunanetra


Tanggal 4 Januari diperingati oleh dunia internasional sebagai "Hari Braille". Braille adalah sistem tulisan timbul bagi tunanetra yang diciptakan oleh Louis Braille, seorang tunanetra yang dilahirkan di Coupvray, Perancis, pada tanggal 4 Januari 1809. Berkat kelahiran anak tunanetra asal Perancis inilah maka lebih dari 40 juta orang tunanetra di seluruh dunia dapat belajar membaca dan menulis, dan oleh karenanya dapat mengenyam pendidikan sebagaimana rekan-rekannya yang awas.

Usaha untuk menciptakan tulisan bagi orang tunanetra telah dimulai sekurang-kurangnya 16 abad yang lalu, ketika seorang cendekiawan tunanetra Jepang pada abad ke-4 mengukir huruf-huruf pada kayu dan mendirikan sebuah perpustakaan yang cukup besar untuk menghimpun karya-karyanya itu. Hingga awal abad ke-19, orang-orang di Eropa masih memusatkan usaha membantu tunanetra belajar membaca dan menulis itu dengan memperbesar huruf Latin atau Romawi dengan menggunakan tali-temali, potongan-potongan logam, kulit atau kertas, tetapi hasilnya masih jauh dari memuaskan. Puncak keberhasilan usaha-usaha ini dicapai oleh Louis Braille, seorang anak tukang sepatu yang menjadi buta akibat tergores matanya oleh pisau pemotong kulit milik ayahnya.

Louis Braille mendapatkan inspirasi bagi ciptaannya itu dari Kapten Charles Barbier, seorang bekas perwira artileri Napoleon. Dalam peperangan Napoleon, Barbier menciptakan tulisan sandi yang terdiri dari titik-titik dan garis-garis timbul yang dinamakannya "tulisan malam". Dia menggunakan tulisan ini untuk memungkinkan pasukannya membaca perintah-perintah militer dalam kegelapan malam dengan merabanya melalui ujung-ujung jari. Meskipun ciptaan Barbier ini telah terbukti berhasil untuk keperluan militer, tetapi tidak cocok untuk keperluan membaca dan menulis biasa. Akan tetapi, ini memberi petunjuk yang sangat berharga bagi Louis Braille ke arah apa yang sedang dicari-carinya.

Setelah pertemuannya dengan Charles Barbier, Louis Braille selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk membuat titik-titik dan garis-garis pada kartu-kartu untuk berusaha menciptakan tulisan yang cocok bagi tunanetra. Dia selalu mencobakan setiap perkembangan tulisannya itu kepada kawan-kawannya yang tunanetra. Menyadari bahwa jari jari kawan-kawannya lebih peka terhadap titik daripada terhadap garis, maka dia memutuskan untuk hanya menggunakan titik-titik saja dan mengesampingkan garis-garis bagi tulisannya itu.

Akhirnya, pada tahun 1834, ketika Louis Braille berusia awal 20-an, sempurnalah sistem tulisan yang terdiri dari titik-titik timbul itu. Louis Braille hanya menggunakan enam titik domino sebagai kerangka sistem tulisannya itu. Satu atau beberapa dari enam titik itu divariasikan letaknya sehingga dapat membentuk sebanyak 63 macam kombinasi yang cukup untuk menggambarkan abjad, angka, tanda-tanda baca, matematika, musik, dan sebagainya.

Ketika Louis Braille masih sedang menyederhanakan sistem tulisannya itu, dia diangkat sebagai guru di L'Institution Nationale des Jeunes Aveugles (Lembaga Nasional untuk Anak-anak Tunanetra) di Paris yang didirikan oleh Monsieur Valentin Hauy pada tahun 1783. Dia segera menjadi guru yang sangat disukai. Dia dipercaya untuk mengajar sejarah, geografi, matematika, tata bahasa Perancis, dan musik.

Ketika sistem tulisannya sudah cukup sempurna, dia mulai mencobakannya kepada murid-muridnya. Mereka menyambutnya dengan gembira dan sangat merasakan manfaatnya. Meskipun Dr. Pignier, kepala lembaga itu, mengizinkan sistem tulisan itu dipergunakan dalam pengajaran di sekolah itu, namun tak seorang pun di luar lembaga itu mau menerima keberadaannya. Karena mereka belum pernah melihat betapa baiknya sistem tulisan ini, mengajarkan tulisan yang berbeda dari tulisan umum dianggapnya sebagai sesuatu yang amat ganjil dan tidak masuk akal. Karena badan pembina lembaga itu pun tidak menyukai sistem tulisan ini, maka mereka memecat Dr. Pignier ketika ia merencanakan menyalin buku sejarah ke dalam "braille".

Kepala yang baru, Dr. Dufau tidak menyetujui sistem Braile itu dan melarang keras penggunaannya. Karena murid-muridnya telah mengetahui kebaikan tulisan Braille itu, mereka tidak kurang kecewanya daripada Braille sendiri. Maka mereka meminta Braille mengajarnya secara diam-diam. Demi murid-muridnya itu, dia setuju mengajar mereka di luar jam sekolah.

Karena guru dan semua murid di dalam kelas itu tunanetra, maka tidaklah mustahil bagi guru guru lain untuk mengintip kelas rahasia itu dan memperhatikannya tanpa mereka ketahui. Kepala staf pengajar, Dr. Guadet, sering mengamati pelajaran rahasia ini dengan penuh minat dan simpati. Setelah melihat betapa cepatnya murid-murid itu memahami pengajaran yang disampaikan oleh Braille itu, maka Dr. Guadet mengimbau kepada Dr. Dufau agar mengubah pendiriannya dan mengizinkan penggunaan sistem tulisan itu. Akhirnya Dr. Dufau sejuju, dan menjelang tahun 1847 Louis Braille kembali dapat mengajarkan ciptaannya itu secara leluasa.

Pada tahun 1851 Dr. Dufau mengajukan ciptaan Braille itu kepada Pemerintah Perancis dengan permohonan agar ciptaan tersebut mendapat pengakuan pemerintah, dan agar Louis Braille diberi tanda jasa. Tetapi, hingga dia meninggal pada tanggal 6 Januari 1852, tanda jasa ataupun pengakuan resmi terhadap ciptaannya itu tidak pernah diterimanya. Baru beberapa bulan setelah wafatnya, ciptaan Louis Braille itu diakui secara resmi di L'institution Nationale des Jeunes Aveugles, dan beberapa,tahun kemudian dipergunakan di beberapa. sekolah tunanetra di negara-negara lain. Baru menjelang akhir abad ke-19 sistem tulisan ini diterima secara universal dengan nama tulisan "Braille".

Kini, sudah lebih dari satu setengah abad sejak tulisan braille itu tercipta dengan sempurna, namun kemajuan teknologi masih belum dapat menyaingi kehebatannya. Bahkan akhir-akhir ini tulisan braille sekali lagi telah membuktikan kesempurnaannya karena dengan mudah dapat diadaptasikan untuk keperluan transmisi informasi dari alat-alat pengolah data seperti komputer dan smart phone.

Untuk mengenang jasanya yang tak terhingga itu, pada tahun 1956 The World Council for the Welfare of the Blind (Dewan Dunia untuk Kesejahteraan Tunanetra) menjadikan bekas rumah kediaman Louis Braille yang terletak di Coupvray, 40 km sebelah timur Paris, sebagai museum Louis Braille. Karena pada tahun 1984 WCWB melebur diri dengan International Federation of the Blind (Federasi Tunanetra Internasional) menjadi World Blind Union (Perhimpunan Tunanetra Dunia), maka sejak tahun itu pemeliharaan dan penngembangan museum ini menjadi tanggung jawab WBU.

Tulisan ini dibuat oleh Dr. Didi Tarsidi, dosen pada Prodi Pendidikan Khusus, Sekolah Pasca-Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), disadur dari Grup Bioskop Harewos Bandung.