Kamis, 30 Agustus 2018

Yuk Kenalan dengan 12 Satwa Unik Penghuni Delta Mahakam

Delta Mahakam di Kalimantan Timur merupakan area delta yang terbentuk dari endapan aliran Sungai Mahakam. Daerah ini terkenal karena sumber daya alamnya yang kaya, terutama minyak dan gas. Banyak perusahaan besar yang mengelola area ini seperti Total E&P, Eni, Vico dan Chevron. Dengan operasi tambang migas di daerah tersebut, ekosistem di sana cukup terdampak. Ditambah lagi lalu-lalang kapal tongkang pengangkut batu bara yang melewati Sungai Mahakam dapat menambah dampak negatif pada habitat satwa di sana.

Beberapa vegetasi dan hewan yang berhabitat di sana ada yang merupakan mahkluk hidup yang dilindungi. Yuk kita kenali 12 satwa unik yang berhabitat di kawasan Delta Mahakam.

1.       Crested Hawk-Eagle
Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus)
Burung ini memiliki sayap paralel yang panjang, dan akan tetap datar ketika mengudara. Hal ini merupakan ciri khusus yang membedakan elang jenis ini dengan elang gunung lainnya. Suranya nyaring serta memiliki teriakan yang melengking dan bernada tinggi. Spesies jenis ini biasanya ditemukan di bagian selatan Delta Mahakam.

2.       Banded Bay Cukcoo
Wiwik Lurik (Cacomantis coneratii)
Dengan penampilan alis berwarna butih, paruh panjang dan ekor berkeluk, spesies ini mudah dibedakan dengan burung kukuk lainnya. Suara dari burung ini juga memiliki perbedaan yang jelas: siulan bernada tinggi yang terdiri dari 4 nada yang ditranskripsikan sebagai ("wii-tii-wii-tii"). Biasanya hewan ini ditemukan di area hutan yang rimbun, seringkali di area berbukit.

3.       Long Tailed Macaque
Monyet kra (Macaca fascicularis)
Memiliki ekor panjang yang seringkali lebih panang dari tubuhnya, spesies monyet jenis ini dikenal sebagai kera, kemungkinan karena suaranya yang bernada tinggi. Biasanya ditemukan di area rawa-rawa Delta Mahakam ketika mereka mencari makan saat air sedang surut.

4.       Black-Crowned Night-Heron
Kowak Malam Abu (Nycticorax nycticorax)
Burung ini memiliki kebisaan nokturnal dan suara yang serak seperti lenguhan sapi. Ukurannya pendek berisi dengan kaki yang relatif pendek jika dibandingkan dengan burung Kowak lainnya. Ketika terbang mereka menarik kepalanya ke dekat pundak. Hampir membuat lehernya terlihat menghilang. Spesies ini biasanya tinggal di bagian utara Delta Mahakam.

5.       Dusky Munia
Bondol Kalimantan (Lonchura fuscans)
Burung ini adalah jenis burung pipit yang endemik Kalimantan. Nama burung ini mengacu kepada sayapnya yang berwarna hitam. Burung ini seringkali ditemukan di daratan rendah di Kalimantan dan pulau-pulau di sekelilingnya. Bagian tengah Delta Mahakam berfungsi sebagai basis populasi burung ini.

6.       Earless Monitor Lizard
Biawak tak Bertelinga (Lanthanotus borneensis)
Hewan berwarna coklat ini merupakan hewan semi-akuatik yang endemik dari Kalimantan bagian utara. Walaupun namanya demikian, hewan ini memiliki kemampuan mendengar. Hanya saja mereka tidak memiliki tympanum (daun telinga) dan tanda-tanda organ telinga lainnya. Reptil nokturnal ini sangat jarang ditemui dan merupakan satwa yang dilindungi. Mereka dapat dijumpai di area sekitar sungai Mahakam.

7.       Woodpecker
Burung Pelatuk (Picidae)
Burung pelatuk memiliki paruh yang runcing dan kokoh serta lidah yang panjang dan dilengkapi dengan cairan seperti lem pada ujungnya yang berfungsi untuk menangkap serangga. Seekor burung pelatuk dapat mematuk dahan pohon hingga 100 kali per menit dengan kecepatan hingga 24 kilometer per jam. Burung jenis ini banyak dijumpai di daerah utara Delta Mahakam.

8.       Oriental Pied-Hornbill
Kerangkeng perut putih (Anthracoceros albirostris)
Burung rangkong dengan bentuk paruh kanopi yang unik ini merupakan jenis burung rangkong terkecil dan paling umum diantara jenis burung rangkong yang berhabitat di Asia. Burung ini memiliki peran penting dalam pembuahan bunga pada tanaman yang buahnya dikomsumsi oleh rangkong ini. Spesies ini banyak ditemui di daerah pertengahan dan selatan Delta Mahakam.

9.       Saltwater Crocodile
Buaya muara (Crocodylus porosus)
Buaya muara atau buaya bekatak merupakan jenis buaya yang paling besar, juga merupakan predator darat dan tepi pantai yang paling besar di dunia. Hewan jantan dapat mencapai panjang 6.3 meter dan berat 1.360 kg. Buaya ini mampu mengerti beragam aktivitas yang kompleks dan bertahan hidup di lingkungan yang keras. Seringkali ditemui di bagian rawa-rawa Delta Mahakam.

10.   Tong-Tong Stork
Bangau Tong Tong (Leptoptilos javanicus)
Burung berukuran besar ini memiliki kaki, leher dan paruh yang panjang serta memiliki postur yang tegak dengan tinggi berkisar antara 110-120. Biasanya burung ini senyap, namun di sarangnya seringkali burung ini mendesis, membuat bunyi gemerincing dengan paruhnya dan melenguh. Bangau ini sering ditemuan menjelajah langit di atas Delta Mahakam bagian selatan

11.   Proboscis Monkey
Bekantan (Nasalis larvatus)
Bekantan adalah hewan yang dilindungi. Monyet jenis ini memiliki warna coklat kemerahan dan ciri khususnya adalah hidungnya yang luar biasa besar. Karena pola hidupnya yang biasa dihabiskan di dekat perairan, spesies bekantan biasanya banyak dijumpai di bagian pesisir dan sepanjang bantaran sungai Mahakam.

12.   Collared Kingfisher
Cekakak sungai (Todiramphus chloris)
Fitur lingkaran putih di sekitar lehernya yang menyebabkan burung ini dipanggil demikian. Spesies burung ini memiliki suara yang bervariasi tergantung area geografisnya. Paling banyak spesies burung ini mengeluarkan suara yang nyaring, keras dan metalik. Biasanya spesies burung ini menghuni kolam-kolam di sekitaran Delta Mahakam, terutama tempatnya mencari makan.

Dengan mengenal ciri-ciri hewan di atas, minimal melalui foto, setidaknya kita bisa meningkatkan awareness kita terhadap perlindungan satwa di daerah terdampak tambang minyak dan gas.

Hak cipta seluruh foto pada post ini milik Communication Corporate Division Total E&P Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar