Rabu, 23 Maret 2016

Merasakan Bertualang Seluruh Jepang Lewat Album Lagu One Piece Nippon Judan!


one-piece-47-prefe-home
Poster Promosi Saat Launching Seri Album One Piece Nippon Judan!
Sumber: http://www.wattpad.com/
One Piece Nippon Judan! 47 Cruise CD adalah kumpulan seri lagu mengenai keempat puluh tujuh prefektur (semacam provinsi) di Jepang yang dinyayikan oleh voice actors yang mengisi suara karakter-karakter di anime One Piece. Lagu-lagu ini diluncurkan ke pasaran tanggal 28 Januari 2015. Secara umum, tiap karakter menyanyikan satu buah lagu yang mewakili prefektur yang cocok dengan karakter yang dibawakan tokoh tersebut di anime. Terdapat 47 album lagu yang menggambarkan kekhasan setiap prefektur yang dituangkan dalam lirik lagu, cover album dan instrument musik yang digunakan.

Lucu juga ngedengerin pengisi-pengisi suara di anime karangan Eichiro Oda ini nyanyi. Selain nyanyian ada yang bentuknya kayak musikalisasi puisi (bacain puisi sambil diiringi musik), misalkan kayak lagunya Boa Handcock dan Bartholomew Kuma. Selain single ada juga yang dinyanyin sama lebih dari satu penyanyi. Di lagu ‘Yakusaku no Misaki’, Brook duet sama Laboon. Jadi di lagunya ada suara paus mengerang-ngerang. Ada juga lagu prefektur Kagoshima yang dinyanyiin sama trio Tontatta: Leo, Wicca, Gianco. Brook dapet slot dua prefektur lho; Nagano dan Shizuoka. Alasan isengnya mungkin karena beliau musisi di grupnya Mugiwara jadi dapet slot lebih.
FotorCreated
Dari kiri atas searah jarum jam: Cover album Kyoto – Hannari Fall in Love, Mie – Kuma no Kudou (The Best of Kuma), Nagano – Yakusaku no Misaki (Cape of our Promise), Kagoshima – Tondattanta! Sondanta (You Gotta! Tontatta).
Sumber: http://www.cdjapan.co.jp/
Prefektur Kumamoto digambarkan dengan lagu Living Fire yang dinyanyikan oleh karakter Ace, kakaknya Luffy yang juga merupakan pengguna Mera-Mera no Mi. Pemilihan karakter ini cukup tepat karena di prefektur ini terdapat gunung api aktif, yakni Gunung Aso. Gunung Aso juga memiliki kaldera terbesar di dunia. Oleh karena itu Kumamoto sering disebut Hi no Kuni (Negara Api) juga. Tapi bingung juga kenapa karakternya bukan Akainu/Sakazuki ya? Dia kan diasosiasikan dengan magma.
one-piece-47-prefektur-8
Kang Ace dengan Latar Belakang Gunung Aso yang Indah
Sumber: http://www.cdjapan.co.jp/
Pemilihan album lainnya yang sesuai misalkan prefektur Tokyo yang digambarkan dalam lagu berjudul Tokyopeia yang dinyanyikan oleh Enel. Tokyopea itu kemungkinan besar adalah pelesetan dari Skypea, salah satu pulau dalam cerita One Piece yang juga merupakan tempat Enel tinggal. Di kota metropolitan ini terdapat Tokyo Skytree yang merupakan gedung pencakar langit tertinggi di Tokyo. Pada sampul album ini terdapat Kaminarimon (Thunder Gate) di Kuil Asakusa. Jadi cocok banget kalo karakter yang mewakilkan prefektur ini adalah Enel sang pengguna Goro Goro no Mi.
3874364_orig
Bang Enel berpose di depan Kaminarimon. Padahal aslinya kalo mau foto pose di depan gerbang itu sendirian hampir ga mungkin. Sumber: http://www.cdjapan.co.jp/
Menurut pendapat pribadi sih yang karakter yang agak dipaksakan. Misalkan prefektur Saga yang memiliki ciri khas hewan cumi-cumi dan makanan olahannya. Kira-kira karakter apakah yang digunakan untuk menjadi duta prefektur tersebut? Gak banyak orang yang nyangka kalo ternyata karakter yang digunakan adalah Dofflaminggo. Alasannya? Mungkin karena cumi-cuminya mengeluarkan benang seperti pengguna Ito-Ito no Mi ini? Bukan! Ternyata jawabannya adalah karena bentuk cumi-cuminya mirip dengan jubah yang sering digunakan Doffy.
EYCA-10254
Bang Minggo dengan Jubah yang Mirip Cumi-Cumi
Sumber: http://www.cdjapan.co.jp/
Berdasarkan cerita yang beredar, di Jepang emang ada fans One Piece yang melakukan trip keliling jepang untuk mengumpulkan CD album ini. Saat membacanya pun sempet terpikirkan untuk berfoto di tiap prefektur yang Saya kunjungi dengan ciri khasnya dan disandingkan dengan cover albumnya. Misalkan foto sedang makan Takoyaki di Osaka dan disejajarkan dengan cover album ‘Lost in Shinsekai’ yang dilantunkan oleh Trafalgar Law.
EYCA-10237
Mas Law Laper Apa Doyan sama Takoyakinya ya?
Sumber: http://www.cdjapan.co.jp/
Kalau mau beli CD originalnya bisa dibeli di pusat oleh-oleh setiap prefektur atau datang ke One Piece store yang ada di Tokyo Tower. Harga satu keeping CD lagu adalah 1080 yen (1000 yen + tax 8%). Satu album berisi dua lagu: lagu versi normal dan versi instrumentalnya. CD Luffy merupakan bonus jika kita beli delapan CD bersamaan. Di Tokyo Tower juga ada One Piece Museum yang wajib dikunjungi untuk penggemar anime bajak laut ini.
47_CD_luffy
Luffy Meluk Bola Dunianya One Piece
Sumber: http://www.cdjapan.co.jp/
Jika ingin mendengarkan musiknya saja tanpa mengoleksi album fisiknya, kita bisa streaming di Youtube. Terdapat channel Youki Dofflaminggo dan Tra-Guy yang telah memiliki lengkap 47 lagu + 1 bonus lagunya Luffy. Daftar lagu prefektur, karakter dan penjelasannya dapat dilihat pada tabel di bawah:
One-Piece-47-Character-Songs-Explanation-List1Sumber: http://onepiecepodcast.com/2015/01/15/one-piece-crossing-through-japan-47-cruises-character-song-cd-title-and-covers-explained/
Kembali ke Indonesia, negara kita terdiri dari 34 provinsi dan masing-masing memiliki ciri khasnya yang unik. Sayangnya di negara kita belum ada konsep album musik yang seperti ini. Seharusnya kita bisa membuat album musik yang lebih menarik dari Nippon Judan ini. Bukan maksudnya mau plagiat, tapi kita sadur idenya. Kalau orang marketing biasanya mengenal teknik pemasaran ATM (Amati-Tiru-Modifikasi).
Turis biasanya cuma ke tempat-tempat yang ramai kayak Kansai dan Tokyo aja. Album-album ini waktu dirilis di Jepang katanya sih membuat orang antusias untuk mengunjungi daerah-daerah lain di negara sakura tersebut. Ketika diterapkan ke Indonesia, harapannya seri album musik ini dapat mendongkrak kunjungan turis, baik domestik maupun mancanegara, untuk mengunjungi atraksi wisata di seluruh nusantara.

Banyak musisi kreatif di tanah air yang pasti bisa meracik konsep ide album per provinsi dengan lebih apik. Setiap provinsi dapat dibuatkan musik dengan alat tradisional daerah, sebagian lirik yang menggunakan bahasa daerah serta jika ingin dibuatkan video klip bisa menyorot tempat-tempat wisata andalan, kuliner khas, masyarakat dan kehidupan di daerah tersebut. Konsepnya kurang lebih mirip dengan video promosi wisata yang diambil oleh Indonesia.travel, hanya saja dalam bentuk video klip musik. Agar lebih menarik, vokalis yang membawakan lagu cari penyanyi asli dari daerah tersebut dengan mengenakan sandang tradisionalnya. Hal ini dapat lebih menonjolkan konsep unik dan keanekaragaman budaya di Indonesia.

Di sebuah toko oleh-oleh di Manado (Merciful Building), sebenernya Saya pernah denger ada beberapa lagu yang isinya kurang lebih tentang tempat pariwisata di Sulawesi Utara. Saya ga begitu paham liriknya karena dinyanyikan dalam bahasa Minahasa, tapi Saya dengar kata ‘Bunaken’, ‘Tomohon’ dan ‘Tondano’. Lagu tersebut juga diiringi instrumen Kolintang, alat musik khas Sulawesi Utara. Di Bandung juga pernah ada lagu-lagu mengenai keindahan kota Bandung dan Tatar Sunda, serta dimainkan dengan seruling Bambu dan Angklung. Selain Manado dan Bandung, bisa jadi daerah-daerah lain juga udah punya lagu dengan konsep seperti ini.

Poin inovasi yang mau saya sampaikan adalah membuat proyek penggarapan seri album musik ini dalam skala nasional. Musik-musik di setiap daerah dapat digabungkan dengan konsep yang sama: 1) menggunakan alat musik khas, 2) bahasa daerah, 3) penyanyi yang merupakan putra/putri daerah lokal, 4) lirik yang berisi kekhasan dan keistimewaan daerah tersebut. Poin lainnya apabila digabungkan pada skala nasional (tidak berdiri masing-masing setiap provinsi) akan ada kecenderungan orang tertarik untuk mengoleksinya. Cara untuk mengoleksinya salah satunya adalah dengan pergi mengunjungi dan merasakan keunikan daerah tersebut. Cara lainnya adalah dengan bertukar kirim dengan teman yang tinggal di daerah yang berbeda.

Dengan membuat setiap daerah punya album musiknya masing-masing, harapannya tingkat kunjungan wisatawan ke daerah tersebut makin meningkat. Konsep ini menarik namun hampir gak ada artinya kalo hanya ide gak direaliasikan. Semoga aja ada musisi yang baca tulisan ini dan terinspirasi untuk mengangkat konsep ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar