Minggu, 19 Juni 2016

Dahor Heritage, Museum Pertama di Balikpapan



Impian warga Balikpapan untuk memiliki tempat memamerkan koleksi sejarah dan benda-benda antik agaknya terjawab setelah museum pertama di Balikpapan diresmikan pada awal bulan Juni ini. Museum yang berlokasi di daerah Dahor ini dinamakan Dahor Heritage. Daerah Dahor berada di antara pasar Pandan Sari dan Hotel Blue Sky Balikpapan. Sebagian warga lokal menyebut daerah ini sebagai rumah Belanda. Alasannya mungkin karena ada beberapa rumah peninggalan Belanda yang berjejer sepanjang daerah ini. Memang belum ada palang ataupun tanda yang menandakan lokasi museum ini, tapi lokasi yang dijadikan museum dapat dilihat dari rumah panggung yang paling ramai dikunjungi.


 Logo Museum Dahor yang Baru


Museum Dahor sedang menggelar pameran foto kota Balikpapan di masa lalu. Hari Sabtu, 18 Juni 2016 sewaktu Kami berkunjung, kebetulan merupakan hari terakhir pameran tersebut. Sekitar pukul 13 WITA, Saya, Mas Taufiq (Al-Taufiq Arifin) dan Mas Malik (Abdullah L. Malik) menambatkan  motor di halaman parkir museum tersebut.

Museum yang baru buka itu terlihat masih sepi, hanya 4 buah motor yang terparkir. Belum ada palang atau penanda khusus yang menunjukkan lokasi museum. Papan yang menunjukkan dimana loket, jam operasional museum atau display informasi koleksi nampaknya masih absen. Kami memutuskan untuk naik dan masuk ke bangunan rumah panggung tersebut. Hingga saat ini, biaya administrasi untuk masuk museum masih gratis.


 Tampak Depan Museum yang Sederhana


Begitu masuk, kami berada di ruangan tamu dengan kursi dan meja berukiran khas Kalimantan, tidak ada siapa yang menyambut kami ketika itu. Dengan inisiatif kami mengisi buktu tamu yang terbuka di atas meja. Atraksi utama pada museum saat itu adalah pameran foto sejarah Balikpapan yang dipamerkan pada partisi-partisi di ruangan museum. Kami bertemu dengan Abah dari KCB (Komunitas Cinta Balikpapan) and Mbak Ocha (Rosalina) dari komunitas Balikpapan Tempo Doeloe yang banyak memberikan informasi mengenai museum dan sejarah Balikpapan yang menarik.

Museum ini digagas oleh 22 komunitas di kota Balikpapan. Latar belakangnya adalah karena kota ini belum memiliki museum sendiri. Dahulu, tempat wisata yang dikunjungi di Balikpapan biasanya hanya hutan atau pantai, belum ada media pembelajaran sejarah atau tempat yang memajang hasil kerajinan dan kesenian. Melihat peluang ada terdapat rumah-rumah di kompleks pertamina yang kosong, beberapa perwakilan komunitas berdiskusi dengan pihak pertamina untuk meminta persetujuan pemanfaatan fasilitas tersebut. Gayung bersambut, ada sembilan buah rumah peninggalan belanda, yang juga merupakan cagar budaya, yang diperbolehkan untuk ditransformasi menjadi museum. Saat ini baru satu rumah yang dijadikan museum. Koleksinya pun masih terbatas, hanya foto sejarah kota. Rencananya di museum lain akan dipajang koleksi benda seni, budaya, barang-barang antik, kegiatan pengolahan minyak dan dokumentasi aktivitas di Balikpapan. Katanya sudah banyak kurator yang berminat menyumbangkan atau menitipkan koleksinya sebagai benda pajangan.
 
Rumah panggung tersebut berupa rumah satu lantai dengan empat kamar di dalamnya. Dinding tebal, langi-langit tinggi serta jendela yang besar, arsitektur khas Belanda, terlihat mendominasi bangunan tersebut. Rangkaian listrik di sana masih dijaga sesuai aslinya, kabel-kabel tidak ditanam di dinding. Kayu yang menjadi rangka utama rumah tersebut adalah kayu ulin Belanda (demikian orang sini menyebutnya) yang tebal dan kokoh.  Balok kayu yang menjadi pondasi rumah panggung terbuat dari kayu yang berukuran 20 x 20 cm, terlihat kuat menopang. Sebagai komparasi, struktur kayu penyangga  yang biasa digunakan sekarang biasanya hanya berukuran 8 x 8 cm. Awalnya rumah ini didirikan oleh perusahaan minyak Belanda sebagai tempat tinggal orang Belanda yang mengelola Bataafsche Petroleum Maatchappij (BPM).  Pemilihan material yang baik mungkin adalah salah satu alasan mengapa bangunan masih berdiri kokoh hingga saat ini.


 Aksitektur Khas Belanda di Interior Museum


Bau cat masih tercium samar-samar. Ketika akan dibuka untuk umum sebagai museum, bagunan ini terlebih dahulu dipugar. Dinding, pagar dan atap dicat hijau. Lantai dan pilar kayu dipelitur. Parit untuk aliran air di sekeliling rumah digali kembali agar sistem pembuangan lancar. Terdapat juga bangunan satelit di sebelah utara rumah yang rencananya akan difungsikan sebagai ruangan sekretariat dan kepengurus museum. Pada bangunan satelit tersebut juga akan dibuat pusat informasi dan toilet untuk pengunjung.

Koleksi foto yang ditampilkan mulai dari ketika industri minyak dikembangkan di Balikpapan hingga perebutan penguasaan kota sumber minyak yang strategis ini di perang Asia-Pasifik.


 Kilang Minyak yang Bersebelahan dengan Pelabuhan Semayang

  
Foto-foto tersebut tertata tapi di partisi-partisi yang ada di setiap ruangan. Pemasangan partisi pameran dimaksudkan untuk mencegah kerusakan dinding dengan tidak memasang paku atau menembel gambar pada temboknya. Setiap foto memiliki sumbernya. Beberapa foto diperoleh dari pemerintah Australia dan Belanda. Hanya Jepang yang tidak berkenan membagikan dokumentasinya tentang Balikpapan.

Beberapa koleksi yang menarik antara lain gambar kilang minyak yang pertama kali di Balikpapan. Kilang tersebut terlihat sederhana jika dibandingkan unit pengolahan Pertamina sekarang. Dahulu masih ada trem yang beroperasi. Fungsi utamanya adalah sarana transportasi bagi pekerja-pekerja BPN. Lintasannya membentang dari pelabuhan hingga daerah Klandasan.


Gambaran Kilang Minyak BPM di Masa Awal Penambangannya


Sumur minyak pertama di Balikpapan dikelola oleh sebuah kongsi dagang bernama De Bataafsche Petroleum Masatshappij , atau sering disebut BPM. Potensi minyak yang besar ditemukan oleh Jacobus Hubertus Manten (1833 - 1920). Pembangunan BPM didanai oleh investor Sir Marcus Samuel (1853 - 1927). Izin konsesi penambangan dan pengolahan minyak di Kota Balikpapan yang masih masuk wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara diberikan oleh sang raja langsung, Sultan Aji Muhammad Sulaiman (1838 - 1899).


 
Kanan ke Kiri: Jacobus H.M, Sir Marcus S., Sultan A.M.S
Anekdotnya: Yang Menemukan, Yang Membiayai, Yang Menjual

Ada juga peta yang menggambarkan kekuatan serdadu negeri matahari terbit di Balikpapan. Sebelum melakukan invasi untuk merebut Balikpapan dari kuasa Jepang, sekutu terlebih dahulu memetakan basis tentara Jepang di kota ini, mulai dari posisi meriam, camp tentara, gudang persenjataan, parkir kendaraan tempur, dsb. Sekutu meminta bantuan kepada pribumi yang tinggal di Samboja untuk menjadi mata-mata dan melaporkan hasilnya kepada sekutu. Peta tersebut yang menjadi acuan saat sekutu akan menggempur Jepang di tahun 1945. 

 
Titik Merah pada Peta Menggambarkan Kekuatan Militer Jepang 
 

Terlebih dahulu konsentrasi perang Jepang di Balikpapan dilumpuhkan dengan bombardir oleh armada udara Australia. Lebih dari 5 ton bahan peledak dijatuhkan ke Balikpapan oleh resimen 307 Australia selama 2 minggu, pemboman terlama selama perang Asia Pasifik. Pesawat-pesawat tempur sekutu terlihat tak ada habisnya berseliweran di langit Balikpapan. Namun ketika itu tidak ada korban jiwa dari orang pribumi. Melalui mata-mata tersebut warga pribumi di Balikpapan dihimbau untuk mengungsi ke seberang (Penajam) atau ke arah kilo. Serangan besar-besaran ini yang menjawab mengapa Balikpapan tidak memiliki banyak bangunan tua.
 

 
Pendaratan Serdadu Sekutu Setelah Membombardir Balikpapan 


Salah satu jagoan tempur milik Jepang saat itu berupa meriam jarak jauh dengan panjang 9 m dan diameter 55 cm. Meriam tersebut terletak di atas bukit di daerah Markoni (dekat Café Puncak dan Vihara). Berada di tempat yang tinggi dan tidak terhalang bangunan apapun, meriam dapat menggempur kapal perang dan armada laut yang mendekati garis pantai Balikpapan. Meriam milik Kaigun (angkatan laut Jepang) itu diproduksi tahun 1935 di Yokohama dan diterbangkan ke Balikpapan pada bulan Maret 1942. Meriam dengan berat puluhan ton tersebut diangkat oleh romusha-romusha ke atas bukit Markoni.

 
  Kilang Minyak yang Terbakar Saat Sekutu Menggempur Jepang pada Tahun 1945


Cerita lain yang menarik adalah gua-gua yang dibangun pada masa pendudukan Jepang. Fungsi awal terowongan ini adalah untuk pengungsian dan tempat bertahan hidup sementara. Terowongan-terowongan itu ada saling menyambung. Beberapa diantaranya berada di kawasan kompleks Pertamina Gn. Dubbs dan Jalan Minyak (dekat tempat unit pengolahan Pertamina).  Tipikal goa Jepang, lorong dibuat berliku-liku menyerupai labirin agar tentara Jepang yang bersembunyi tidak mudah ditemukan. Penggalian terowongan dilakukan oleh romusha-romusha yang merupakan warga pribumi. Banyak yang gugur ditengah-tengah konstruksi gua.

Abah mengisahkan pernah memasuki  salah satu gua Jepang di Gunung Sepuluh. Struktur gua jepang biasanya adalah gunung atau bukit yang diceruk dan digali parit, kemudian ditopang dengan plat logam atau tiang di sisi kanan-kiri serta atap untuk menguatkan. Setiap sekitar 10 meter terdapat pipa yang tembus ke atas tanah, fungsinya adalah sebagai ventilasi  udara. Ketika memasuki gua, kita kan memasuki lorong sempit yang berujung pada lobby yang ukurannya lebih besar. Di setiap lobby biasanya ada drum berisi air. Kemudian lobby tersebut bercabang menjadi tiga buah lorong. Jika kita meneruskan perjalanan lewat sebuah lorong maka akan berujung pada ruangan seperti lobby juga. Di beberapa titik tinggi terowongan terbatas sehingga orang yang melewatinya harus merangkak. Karena hari menjelang maghrib jadi penjelajahan Abah di sana tidak menyeluruh. 


 Gambaran Teluk Balikpapan dan Kilang Minyak Setelah Dibangun Kembali


Menurut penuturan Mbak Ocha, sekitar tahun 1960-an pernah ada dua orang Jepang yang keluar dari salah satu Gua. Penampilan mereka sudah acak-acakan dan tidak terawat. Semua orang bingung bagaimana mereka dapat bertahan hidup selama lebih dari 15 tahun sejak tentara Jepang yang lainnya hengkang dari kota ini. Ada tiga hipotesis yang populer: (1) mereka memakan rekan-rekannya, awalanya banyak yang bersembunyi di gua dan hanya tersisa dua orang , (2) mereka bertahan hidup dengan memakan ular dan hewan lainnya yang berhabitat di dalam gua, atau (3) mereka keluar untuk mencari makan di malam hari. Ketika malam, keadaan sepi sehingga mungkin mereka tidak tahu bahwa keadaan sudah aman atau belum. Sayangnya mayoritas mulut gua telah ditutup permanen. Alasannya selain karena bahaya hewan buas (seperti ular misalnya), seringkali gua digunakan sebagai tempat pacaran atau uji nyali. 


 Tugu Australia, untuk Memperingati 270 Tentara Australia yang Tewas Ketika Perebutan kota Balikpapan Tahun 1945


Di lobby museum, kami juga berjumpa dengan Mbak Tari, Mbak Yusna dan Mbak Noni yang juga terlibat dalam inisiasi museum Dahor. Kami mendapatkan informasi lebih banyak lagi mengenai kota Balikpapan dan aktivitas komunitasnya. Saya terperanggah dengan cerita mengapa mental warga Balikpapan sudah terdidik untuk berperilaku hidup bersih. Bahkan ada anekdot jika ada yang buang sampah sembarang adalah stereotipe bukan orang Balikpapan. Suatu ketika ada mobil yang sedang melaju dan membuang sampai begitu Saya ke jalan raya, pengendara motor ada yang mengejarnya dan tak segan untuk memperingatkannya. Ini sudah bukan tahap mengendalikan diri sendiri, tapi sudah pada posisi mengajak orang lain ke arah perubahan yang lebih baik.


 
Dua Buku Mengenai Sejarah Balikpapan dari Kelas Balikpapan Mengajar

 
Ada dua cerita menarik yang Saya dapatkan dari Mbak Yusna. Pertama adalah fakta bahwa Petugas Kebersihan resmi dari Dinas Kebersihan dan Pertamannan kota Balikpapan rutin mendapatkan suntikan (saya kurang tau apa yang diinjeksikan) untuk menjaga daya tahan tubuh dan imunitas mereka. Para pekerja yang sehari-hari berinteraksi dengan sampah dan sumber penyakit sudah sepantasnya mendapatkan proteksi lebih agar dapat tetap sehat. Perihal kesejahteraan mereka ternyata sangat diperhatikan. Selanjutnya adalah cerita dari kegiatan Kelas Inspirasi ke-2 di Balikpapan. Ketika ditanya mengenai cita-cita ada salah satu murid yang mengatakan dengan semagat bahwa ia ingin berprofesi sebagai tukang sampah. Dari sisi materi mungkin tidak seberapa. Namun dari sisi manfaat, profesi petugas kebersihan dipandang sebagai figur orang yang berjasa bagi anak-anak hingga ada yang ingin menjadi sosok tersebut, mirip seperti profesi pemadam kebakaran. 


 
 Diskusi Sejarah di Lobby Museum
Gambar dari dokumentasi Al-Taufiq Arifin
  
Modifikasi rumah Dahor 1 ini menjadi perintis museum yang ada di Balikpapan. Saya pribadi yakin bahwa pengembangan museum lainnya akan didukung oleh antusiasme warga dan museum ini dapat menjadi destinasi wisata unggulan kota Balikpapan.


Dukungan Warga Balikpapan untuk Mengembangkan Museum

4 komentar:

  1. Mas Adit... masih ingat ngak sama aku ? Nila...
    Aku buat artikel ttg Dahor juga, tp masih minim banget. Masih belajar. Cek yah di http://kalimantantourguide.com/news/dahor-heritage-balikpapan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

      Hapus
  2. Halo Mbak Nilaa, maaf baru baca. Hehehe
    Masih inget dong Mbak. Artikelnya menarik ya, jadi wisatawan mancanegara juga bisa baca cerita tentang museumnya. Nampaknya pengguna jasa tur Mbak Nila mayoritas wisman nih, :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259 ATAU KLIK SITUS KAMI PESUGIHAN TAMPA TUMBAL

      Hapus