Selasa, 07 Juni 2016

Jelajah Balikpapan Volume 4: Rekreasi di Balikpapan dalam Sehari



Saya dapat informasi mengenai program Jelajah Balikpapan sewaktu iseng-iseng browsing tempat wisata di Balikpapan.  Program ini merupakan acara mengunjungi beberapa destinasi wisata di Kota Minyak ini dalam sehari pada tanggal 5 Juni 2016. Pada sesi ini tempat yang akan dijelajahi adalah Hutan Lindung Sungai Wain, Waduk manggar dan Vihara Buddha Manggala. Acara Jelajah Balikpapan sudah yang keempat kalinya, diselenggarakan oleh Forum Duta Wisata Manuntung Balikpapan dan digagas oleh Disporabudpar (Dinas, Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata) Kota Balikpapan. Biaya pendaftaran sebesar Rp 75.000, sudah termasuk tiket masuk, konsumsi dan transportasi. Setelah ngajak kawan-kawan yang lain, banyak yang berhalangan. Mungkin pada punya agenda lain, sehingga hanya Saya dan Malik yang daftar.

Peserta berkumpul pukul 7 pagi di kantor Walikota Balikpapan di Jl. Sudirman. Acara dibuka dengan sambutan dari disporabudpar dan foto bareng seluruh peserta. Dari sambutan itu, salah satu hal yang paling Saya ingat adalah nanti peserta akan memasuki belantara hutan tropis Kalimantan yang masih belum terjamah. Kami diminta untuk tidak ribut agar tidak membuat satwa di sana takut. Jam 8 lewat kami dimobilisasi menuju destinasi wisata dengan menggunakan dua bus Samarinda Lestari. Sayangnya Saya dan Malik berada dalam bis yang terpisah, gak ada juru foto pribadi deh hehe.



Foto bareng peserta tur sebelum mulai perjalanan
Gambar dari instagram @fdwb_bpn


Masing-masing bis dipandu oleh sepasang tour guide dari Forum Duta Wisata Balikpapan. Sepanjang jalan para tour guide memberikan beragam informasi yang menarik. Salah satunya adalah mengenai kota Balikpapan yang tahun lalu memenangkan nominasi kota paling dicintai di dunia, mengalahkan Paris dan London. Sekarang untuk memenangkan kompetisi Balikpapan membutuhkan kurang lebih 2 juta vote agar dapat mengalahkan kota Bogor. Warga Balikpapan bisa vote di tautan http://www.welovecities/balikpapan . Jika mengunggah foto atau informasi mengenai Balikpapan di media sosial silakan tambahkan juga tagar #WeLoveBalikpapan. 

Peserta tur kali ini juga beragam, mulai dari anak SD yang ikut bersama orang tuanya, pelajar dan pekerja. Kami berkenalan dengan Bu Fifi, orang divisi IT di TEPI, yang juga merupakan kawan dari Bu Suzette. Ada juga teman-teman yang jauh-jauh dari Bontang, ada pelajar SMP dan Mahasiswa, freelancer, hingga pengajar.  

Kami juga berkenalan kawan-kawan dari komunitas Balikpapan Junior, komunitas difabel. Dibantu oleh Susan dan Mas Agung panitia, Saya belajar sedikit mengenai bahasa isyarat: maaf, terima kasih dan perkenalan. Waktu itu Saya baru tahu bahwa bagi para difabel ada nama isyarat juga yang diberikan kepada masing-masing orang, agar memudahkan dan tidak harus mengeja nama setiap kali mau menyebutkan orang tersebut.  Di Indonesia ternyata ada dua sistem bahasa isyarat yang digunakan, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI). Kalau abjad dalam alfabet SIBI menggunakan satu tangan sedangkan isyarat BISINDO melibatkan dua tangan yang menggambarkan bentuk huruf secara visual.

Tur ini memiliki jargonnya sendiri, diadaptasi dari sebuah tayangan di stasiun TV swasta. Jargonnya (yang masih mengiang-ngiang hingga sekarang) adalah ‘Jelajah Balikpapan?! My JeBe My Adventure!!’


  1. Hutan Lindung Sungai Wain
Destinasi pertama kami berada di Keluarahan Karang Joang di Kilo 13 (sekitar 14 km dari pusat kota Balikpapan). Dari jalan poros Balikpapan-Samarinda, kita menempuh perjalanan sekitar 3 km hingga tiba di pintu masuk hutan lidung. Ketika sudah melewati Kebun Raya Balikpapan, jalanan menjadi lebih sempit dan tidak beraspal. Karenanya laju bis tidak bisa terlalu cepat. Setelah menempuh kurang lebih 45 menit perjalanan, akhirnya bis berhenti di sebuah rumah kayu bertulisan ‘Pusat Informasi Hutan Lindung Sungai Wain’.

Para peserta tur dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari maksimal 10 orang dan ditemani oleh satu orang pemandu yang merupakan orang lokal. Interval keberangkatan adalah 10 menit setiap kelompok. Hal ini bertujuan agar tidak terlalu membuat kebisingan dan mengganggu satwa di dalam hutan. Peserta sudah diminta untuk mengenakan pakaian lengan panjang dan memakai autan (anti nyamuk) demi menghindari serangan nyamuk hutan yang terkenal ganas.




Peringatan yang membuat ciut ketika akan memasuki kawasan hutan lindung

Di kawasan konservasi ini terdapat waduk yang digunakan sebagai sumber air bersih bagi perumahan Pertamina di Balikpapan. Tentunya di area tersebut juga ada instalasi pengolahan air. Ketika kami berkunjung terlihat ada beberapa warga yang sedang memancing dan menebar jala. Menurut kabar waduk ini juga dihuni oleh buaya. Keberadaan buaya di bawah air dapat dideteksi dari gelembung air yang muncul di permukaan secara abnormal. 


Waduk Sungai Wain yang terlihat tenang tak beriak

Di beberapa area terdapat tanah lumpur yang agak amblas, membuat sepatu berbalut lumpur jika salah pijakan. Setelah mengitari setengah keliling waduk, kami mulai memasuki area hutan tropis dan berjalan di lintasan yang terbuat dari kayu ulin.



Jembatan kayu yang jadi pijakan di track susur hutan

Menapaki jembatan ini, hormon adrenalin karena khawatir suatu waktu akan ada satwa hutan yang mendadak menerkam.  Sensasi ketika memasuki area hutan sangat menarik. Suasanya benar-benar terasa seperti masuk pedalaman hutan yang digambarkan di film layar lebar. Ternyata tidak banyak nyamuk seperti ekspektasi di awal. Hal yang paling menarik adalah suara kicuan burung yang saling bersahutan di antara pepohonan. Suara tersebut terdengar riuh rendah dengan irama yang berharmoni. Sang pemandu mengatakan bahwa salah satu suaranya adalah suara Burung Enggang yang bulunya sering dijadikan aksesoris tarian Dayak. 

Setelah berjalan kurang lebih 700 m, kami memasuki area terbuka di dalam hutan yang cukup luas. Di pemberhentikan pertama ini, kami disambut oleh Pak Agus dari pihak pengelola kawasan konservasi Sungai Wain. Beliau memaparkan mengenai kekayaan biodiversitas yang dimiliki hutan lindung ini dan potensi wisatanya.



Pak Agus yang antusias menjelaskan mengenai masalah perburuan hewan


Hutan ini memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat beragam. Tak jarang banyak peneliti tertarik untuk mengamati keunikan perilaku hewan dan pertumbuhan tanaman. Fauna yang berhabitat di hutan ini misalnya 5 jenis kucing besar (termasuk macan), 9 Jenis primata (termasuk Tarsius, primata terkecil di dunia), puluhan jenis mamalia (termasuk maskot kota Balikpapan, sang Beruang Madu [Helarctos malayanus]) serta lebih dari 240 tipe burung (40 di antaranya endemik Kalimantan dan ada satu spesies yang lokal hutan lindung ini, yaitu Merak Kerdil (Polyplectron malacense). Banyak satwa yang terancam punah dan dilindungi tinggal di habitat alaminya di Hutan Lindung Sungai Wain ini. 

Koleksi flora di kawasan konservasi ini pun tak kalah beragam. Sejumlah 1007 varietas tanaman tumbuh subur di area hutan ini. Di dalamnya termasuk 13 jenis anggrek dan salah satunya adalah anggrek hitam khas Kalimantan (Coelogyne pandurate). Kalau biasanya kita menemukan kayu ulin sudah dalam bentuk rumah atau jembatan, di hutan ini pohon kayu ulin (Eusidoroxylon zwageri) dapat dilihat tumbuh besar hingga berdiameter 2.2 m. Terdapat juga varietas jahe yang baru ditemukan dan memiliki beragam khasiat kesehatan, Jahe Balikpapan.



Lubang di pohon meranti yang dibuat Beruang Madu untuk mencari makan sekitar 3 tahun lalu.


Area hutan ini terdiri dari hutan primer dan sekunder. Hutan primer adalah hutan yang memang tumbuh alami. Hutan sekunder baru ditanami setelah terjadi kebakaran hutan di tahun 1997 dan 1998. Aktifitas reforestasi tersebut diresmikan oleh Presiden Soeharto.


Hutan Lindung Sungai Wain sering dikunjungi peneliti dan fotografer alam dari luar negeri, misalnya dari Eropa dan Jepang. Mayoritas bertujuan untuk mempelajari hewan-hewan langka yang berhabitat di hutan. Untuk mengamatinya, mereka memasang kamera perangkap (trap camera) di beberapa titik yang disinyalir sering dilewati satwa yang dicari. Kamera perangkap dibutuhkan karena biasanya hewan takut kepada manusia dan cenderung tidak mau menampakkan diri jika ada manusia di sekitarnya.

Sekelompok peneliti dari Eropa pernah tinggal di kawasan tersebut selama 3 bulan untuk mencari suatu jenis kucing besar (sang pemandunya juga lupa jenis spesifik kucing tersebut). Di saat mereka sudah hampir menyerah karena tak kunjung mendapatkan penampakan hewan yang dicari, setelah berbulan-bulan menunggu akhirnya mereka dapat mendokumentasikan kucing yang dicari. Betapa girang mereka karena dapat mengirimkan laporan ke negara asalnya bahwa satwa tersebut benar berhabitat di Hutan Lindung Sungai Wain. 


 Kamera trap yang tersembunyi untuk mengamati aktivitas hewan


Pihak pengelola kawasan hutan ini menyediakan jasa pemandu yang sangat terjangkau. Biaya jasa yang kita bayarkan adalah Rp  100.000 per jam per group. Setiap grup maksimal 15 orang untuk wisatawan domestik dan setengahnya untuk wisatawan mancanegara. Akan sangat worth-it dengan pengalaman yang kita rasakan.

Terdapat 5 buah track yang dapat kita pilih untuk berpetualang. Track yang paling pendek sepanjang 1.5 KM dan yang terpanjang menempuh jarak kurang lebih 5 KM. Semakin dalam jalur yang kita lalui masuk hutan, peluang bertemu flora dan fauna endemik Kalimantan akan semakin besar.

Disarankan untuk berkunjung ke hutan ini dan memulai perjalanan sekitar pukul 6 atau 7 pagi. Kalau beruntung kita dapat mengabadikan berbagai flora dan fauna langka sepanjang perjalanan.  Beberapa satwa nokturnal dapat dijumpai ketika kita ikut tur malam menjelajahi hutan. Jika tertarik untuk menantang adrenalin, silakan kontak Mbak Ajus, admin pengelola kawasan konservasi ini, untuk reservasi di nomor 085721129355. Beliau akan memberikan penjelasan yang sangat informatif mengenai daya tarik wisata dan paket tur yang ditawarkan.   

Selesai berkeliling, kami berisirahat sejenak di rumah panggung yang sekaligus menjadi Pusat Informasi hutan ini. Di bangunan ini juga ada rak buku yang memiliki beberapa koleksi buku yang menarik, contohnya buku tentang flora endemik Kalimantan dan penelitian pengenai tanaman penutup lahan galian tambang. 



 Buku-buku koleksi sekretariat Hutan Lindung Sungai Wain yang menarik

Setelah cukup istirahat dan refill botol minum, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. Di acara ini setiap peserta diwajibkan membawa sebuah Tumblr (botol minum) dan panitia akan menyediakan air untuk isi ulangnya. Ini merupakan suatu langkah yang diinisiasi bertepatan dengan hari lingkungan hidup yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. 

  1. Waduk Manggar
Perjalanan menuju Waduk Manggar kurang lebih sekitar 20 menit. Objek wisata ini terletak di Kilo 12 Jalan Poros Balikpapan - Samarinda. Dari gapura di Kilo, perlu menempuh jarak sekitar 2 km lagi untuk mencapai tujuan. Objek wisata ini dikatakan objek wisata alternatif karena sebenarnya fungsi utama dan ujuan dibangunnya bukanlah untuk tempat wisata. Namun karena berpotensi untuk menjadi daya tarik wisatawan maka fasilitas ini dibuka untuk umum sebagai tempat tujuan rekreasi. Waduk ini bahkan pernah dijadikan lokasi pertandingan dayung skala nasional.


Waduk Manggar memiliki fungsi utama sebagai sumber air bersih bagi sekitar 1 juta orang penduduk Balikpapan. Dinamakan demikian karena waduk ini memiliki aliran air yang bersatu dengan aliran Sungai Manggar di Batakan. Fungsi waduk ini sangat vital karena warga Balikpapan akan kesulitan air bersih apabila waduk sedang kering atau volume airnya berkurang drastis.

 
Pepohonan rindang di sekeliling Waduk Manggar


Kami agak khawatir akan hujan karena langit sudah mendung. Sesampainya di sana hujan memang sudah turun, tapi masih gerimis. Kami dituntun untuk berteduh di sebuah Rumah Lamin (rumah adat panggung Kalimantan Timur yang terbuat dari kayu). Di atas lantai kayu rumah ini juga Kami menikmati santap siang dan menunaikan ibadah Shalat Dzuhur.

Selain Rumah Lamin, Waduk Manggar memiliki beberapa fasilitas penunjang lain yakni arena softgun dan permainan-permainan outbound. Karenanya banyak komunitas, korporasi maupun perseorangan yang menggunakan tempat ini sebagai lokasi gathering, main games dan aktivitas untuk mempererat team bonding. Ada satu peringatan yang benar-benar harus dicermati oleh seluruh pengunjung: ‘Jangan Berenang di Waduk’. Alasannya tidak hanya karena merupakan sumber air untuk kebutuhan rumah tangga, namun juga karena waduk ini merupakan habitat bagi banyak spesies hewan khas Kalimantan.


Para peserta berfoto bersama membentuk huruf JB (Jelajah Balikpapan)
Foto dari instagram @d7e_ferd


Di area parkiran waduk ini para perta JB Vol 4 bermain beberapa games yang seru. Kami dibagi menjadi 8 kelompok (terdiri dari 8-9 orang). Setiap kelompok harus memberikan nama kelompoknya berdasarkan nama gunung yang ada di Balikpapan. Kelompok Kami, kelompok 7, memilih Gunung Bahagia sebagai sebutan kelompok Kami. Mbak Novita (Putri Indonesia Kalimantan Timur 2016) terpilih menjadi LO tim Kami.


Ada tiga games yang dimainkan. Games pertama adalah estafet hola hoop. Seluruh anggota tim berbaris lurus dengan bergandengan tangan. Sebuah lingkaran hola hoop harus berhasil dipindahkan dari orang yang terdepan ke orang terakhir dan kemudian LO bertugas meletakkan hola hoop tadi ke posisi semula di barisan depan. Kecepatan dan ketangkasan dibutuhkan untuk menaklukan permaian ini. Game ini sempat diulang hingga 3 kali karena sulitnya menentukan kelompok yang jadi juara. Pun begitu, kelompok Kami berbahagia karena dapat mengantongi juara 3.


Permainan selanjutnya dinamakan ‘Kainku Kainmu’. Setiap kelompok akan diberikan 2 lembar kain dengan ukuran kurang lebih 20 x 60 cm. Seluruh anggota tim harus muat di dalam satu kain. Dan kain lainnya digunakan untuk berpindah tempat. Berjalan di atas kain dilakukan hingga mencapai garis finish. Hal yang menarik adalah anggota kelompok Kami besar-besar, mungkin karena besar jadi bahagia. Semuanya dipaksa harus masuk semua dalam kain kecil yang disediakan. Posisinya sudah amburadul sekali. Bahkan Kami hingga lepas sepatu dan saling injak-menginjak Kami. Untuk menjaga agar tetap ada dalam kain, semua anggota tim berpelukan dengan kencang; sampe pengap susah napas, haha. Kontras dengan tim sebelah yang 2 orang anggotanya anak-anak kecil.



Beragam ekspresi peserta ketika berdesakan dalam satu kain sempit
Gambar dari instagram @fdwb_bpn


Game ketiga adalah MUA: Make Up Artis. Cara bermainnya adalah satu orang pria dari setiap kelompok akan jadi korban didandani make up ala cewek. Anggota lain yang bertugas mendadani ditutup matanya dan satu orang lainnya akan memberikan arahan. Hanya 3 orang yang bermain pada tantangan ketiga. Rafi merelakan wajahnya untuk dirias, Mas Ken dengan semangat memilih untuk menjadi tukang dandan dan Mbak Figi rela memberikan arahan. Tiga menit adalah waktu yang disediakan panitia untuk menyulap wajah sang korban menjadi cantik ;).



Buka salon mendadak di Waduk Manggar
Gambar dari instagram @fdwb_bpn


Di awal panitia mengatakan akan ada 5 permainan, namun setelah game ketiga peserta dimobilisasi menuju bis untuk jalan menuju destinasi selanjutnya. Mungkin karena keterbatasan waktu mengingat kala itu waktu telah menunjukkan pukul 15 WITA kurang. Ekspektasi awal Saya pribadi adalah akan ada acara basah-basahan di waduk karena panitia menghimbau peserta untuk membawa baju ganti. Sayangnya memang tidak dapat berenang di Waduk Manggar. Walaupun begitu Kami tetap menikmati rangkaian permainan yang membuat peserta saling kenal dan lebih akrab.


  1. Mahavihara Buddha Manggala
Destinasi terakhir adalah Vihara yang terletak di Jl. MT Haryono. Perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam. Agar tak bosan, para tour guide masih ada ide untuk memberikan tantangan. Salah satu permainannya adalah dua orang berdiri berhadapan di koridor bis. Seorang menyanyikan lagu Burung Kakak Tua dan yang lainnya diminta melantunkan lagu Topi Saya Bundar secara bersamaan. Keduanya harus bernyanyi dengan suara nyaring. Karena kedua lagu tersebut nadanya sama, kalau gak konsentrasi ya pasti liriknya terbelit belit.
Ketika Kami tiba, bis parkir di turunan dekat jalan masuk ke areal vihara. Agak mengkhawatirkan karena sudut kemiringan yang cukup curam. Terlebih dahulu Kami diberikan briefing awal sebelum masuk untuk menggunakan pakaian yang sopan (celana panjang), menjaga sikap dan perilaku, serta tidak merusak fasilitas yang ada.  

Vihara yang terletak di dekat RSUD Kanujoso Djatiwibowo ini sejatinya difungsikan sebagai rumah ibadah umat Buddha. Namun karena artisektur bagunan dan pagoda yang unik, banyak turis datang ke tempat ini untuk berwisata.  Di hari raya umat Buddha, Vihara ini sangat ramai dikunjungi orang yang beribadah.
Tinggi bangunan Candi Kuning, yang merupakan bangunan paling mencolok di pelataran vihara ini, adalah setinggi 12.5 m. Arsitektur candi ini merupakan asimilasi dari desain candi di Thailand, Myanmar dan Indonesia sendiri. Di depannya berdiri tegak patung standing Buddha denggan tinggi 9 m.  Pada awal dibangunnya, candi tersebut berwarna putih. Pada tahun 2012 dilapisi cat emas. Warna ini dipilih karena filosofi emas yang melambangkan kemurnian dan kualitas yang baik. Di dalam candi tersebut terdapat 1000 rupang (patung) Buddha seukuran manusia biasa yang terbuat dari kuningan. Terdapat juga bagian tubuh Buddha yang dikirim dari India. Ruangan ini dibuka hanya ketika hari-hari tertentu dan hanya bikku yang dapat masuk ke dalamnya. 



 
Candi Kuning di Vihara Wiyata Manggala


Di belakang Candi Kuning terdapat Stupa Manggala Nibana. Desainnya diadaptasi dari stupa yang ada di Candi Borobudur. Batu untuk membangunnya pun sama dengan batu di Candi Borobudur, yakni batu candi merapi. Area di sekitar stupa sering digunakan untuk meditasi malam. Terdapat kolam yang berisikan banyak kura-kura.  Hewan tersebut memiliki filosofi umur yang panjang. Di sisi timur candi terdapat ruangan Upposatta. Ruangan ini merupakan tempat beribadah para bikku yang biasanya dilakukan ketika bulan terang (bulan purnama) dan bulan gelap (bulan mati). 



 Stupa yang mengacu pada desain Candi Borobudur
 
Selanjutnya Kami diuntun memasuki sebuah ruangan aula dengan patung Sleeping Buddha berwarna emas di dalamnya. Pada dinding di belakang patung tersebut terdapat diorama  kehidupan Buddha. Gambarnya menceritakan bagaimana Buddha ketika usia 30 tahun keluar dari istana karena penasaran dengan kondisi manusia di sekitarnya, mengapa manusia lahir, sakit, tua dan mati, kemudian mencari ilmu dan menjalani berbagai macam pertapaan yang menyiksa hingga mendapat pencerahan dan menjadi Buddha. Terdapat juga gambar yang mengilustrasikan saat kematian Buddha, kedatangan dewa-dewi dan penyebaran Buddha di nusantara (ditandai dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur). Sayangnya Kami tidak boleh terlalu dekat dengan patung emas tersebut karena dulu pernah ada anak-anak alay yang memanjat-manjat.  Ruang aula ini cukup lega, dapat menampung 500 orang untuk meditasi.



 
Foto bareng seluruh peserta bersama patung Buddha Tidur
Gambar dari instagram @fdwb_bpn



 Dekorasi lampu gantung dan lingkaran di langit-langit yang melambangkan 8 dharma di ajaran Buddha.


Informasi dari pemandu vihara tersebut sangat lengkap dan menambah wawasan, termasuk bagi orang di luar agama Buddha sekalipun. Beliau sempat menjelaskan mengenai kekeliruan presepsi masyarakat antara Vihara dan Klenteng. Jika vihara merupakan rumah ibadah penganut ajaran Buddha, klenteng lebih ke tempat ibadah Tionghoa dengan dewa-dewa yang khas Tiongkok. Vihara ini sering juga dikunjungi beragam komunitas dan sekolah dalam rangka pendidikan. Karena di sini tidak hanya ajaran Buddha yang diceritakan namun juga banyak wawasan baru mengenai sejarah, arsitektur dan seni.

Rangkaian acara Jelajah Balikpapan ditutup dengan pembagian hadiah untuk masing-masing kelompok. Gunung Bahagia lebih bahagia lagi karena memenangkan kategori kelompok terkreatif. Kayaknya semua kelompok dapat juara juga deh. Cemilan-cemilan hasil hadiahnya langsung habis diserbu bahkan sebelum naik bis kembali. Akhirnya Kami tiba di kantor walikota kembali sekitar pukul 17 WITA. Tentunya dengan membawa kenangan dan cerita untuk dibagikan.



 Sesi foto dan pembagian hadiah
Gambar dari instagram @fdwb_bpn


Terima kasih banyak kepada panitia, Forum Duta Wisata Manuntung Balikpapan dan disporabudpar yang telah  meng-arrange acara yang seru ini. Kita dapat refreshing sambil lebih mengenal potensi pariwisata Balikpapan. Kalo ada kesempatan buat ikut acara Jelajah Balikpapan Volume 5, in sya Allah mau akan daftar lagi!


Sebelum pulang menyempatkan diri dulu foto dengan #WeLoveBalikpapan di depan kantor walikota. 
Karena #everyoneistouristambassador




Update 7 Juni 2016:
Panitia mengadakan lomba foto kegiatan di instagram dengan menggunakan hashtag #JelajahBalikpapanVol4. Kalau kita mau lihat dokumentasinya trip ini lebih banyak, silakan cari di intagram dengan tagar tersebut. Banyak foto-foto menarik yang menggambarkan keseruan dan keceriaan selama perjalanan di Balikpapan itu. Bisa juga follow instagram @fdwp_bpn untuk dapat informasi lebih lanjut kalau ada trip semacam ini lagi,

Alhamdulillah salah satu foto yang Saya upload didaulat sebagai foto terbaik. Semoga dapat belajar lebih banyak lagi soal fotografi dan dapat mengedukasi lebih banyak lagi mengenai tempat-tempat wisata di Indonesia.



Pemenang Foto Terbaik


Teman sebangku Saya duduk di bis, yang juga baru kenal saat acara ini, memenangkan nominasi kategori Sang Penjelajah. Foto-fotonya mengabadikan hal-hal kecil yang menarik namun sering kita lewatkan ketika jalan-jalan. Fotonya bagus-bagus padahal cuma pake kamera HP biasa lho! Kalo mau lihat foto-foto lainnya bisa di-follow Instagram @fajarfayfae. Selamat kepada Mas Fajar (Fae) atas kemenangannya. Teruslah berkarya!

Pemenang kategori sang Penjelajah

Kegiatan Jelajah Balikpapan Volume 4 ini dimuat juga Harian Kaltim Post Edisi Selasa, 7 Juni 2016. Artikelnya dibagi menjadi beberapa bagian. Jadi dalam beberapa hari ke depan kemungkinan Saya akan membaca Kaltim Post terus :D.



 Liputan di Kaltim Post 7 Juni 2016

16 komentar:

  1. Terima kasih untuk kontribusinya yaaa

    Selamat juga Sudah dapat Poto terbaik :)
    See you in the next JeBe yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga, ka Agung yang udah ngajarin bahasa-bahasa isyarat :D

      Hapus
    2. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

      Hapus
  2. Terima kasih sudah berpartisipasi....

    My JB my Adventure!!!

    #WeLoveBalikpapan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih juga, Ka Jeffri. Fotonya yang tulisan JB izin diposting di sini yaa.

      Hapus
  3. Terima kasih sudah berpartisipasi....

    My JB my Adventure!!!

    #WeLoveBalikpapan

    BalasHapus
  4. terima kasih mas adit, kami tunggu di jelajah balikpapan berikutnya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siaap! Kalo ada kesempatan mau banget ikut JB Vol 5, kak Nurgie.

      Makasih yaa

      Hapus
  5. Makasih kak Aditya... Telah berpartisipasi JB vol 4. Kami tunggu di jelajah Balikpapan Vol 5 yaaa ....

    BalasHapus
  6. Waaaaa... Keren!!
    Jd ini kah alesannya kemaren bawa catetan kemana".. Hmmm.. Good job bro!!

    BalasHapus
  7. Waaaaa... Keren!!
    Jd ini kah alesannya kemaren bawa catetan kemana".. Hmmm.. Good job bro!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, Hani. Bawa catetan iseng iseng buat nulis. Kalo nulis di HP seringkali pas butuh baterainya gak mendukung, hehe

      Hapus
  8. Merci beaucoup monsieur.
    Ditunggu ya partisipasi di JB selanjutnya. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. De Rien, Mas Ojan. Makasih juga informasi dan ceritanya selama jadi Tour Guide di Bis kami yaa

      Hapus
    2. SAYA SEKELUARGA INGIN MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH KEPADA AKI NAWE BERKAT BANTUANNNYA SEMUA HUTANG HUTANG SAYA SUDAH PADA LUNAS SEMUA BAHKAN SEKARAN SAYA SUDAH BISA BUKA TOKO SENDIRI,ITU SEMUA ATAS BANTUAN AKI YG TELAH MEMBERIKAN ANKA JITUNYA KEPADA SAYA DAN ALHAMDULILLAH ITU BENER2 TERBUKTI TEMBUS..BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA DAN YANG SANGAT MEMERLUKAN ANGKA RITUAL 2D 3D 4D YANG DIJAMIN 100% TEMBUS SILAHKAN HUBUNGI AKI NAWE DI 085-218-379-259 ATAU KLIK SITUS KAMI PESUGIHAN TAMPA TUMBAL

      Hapus