Selasa, 14 Juni 2016

Menyaksikan Pawai Pakaian Nusantara di Depan Kostan



Hari Sabtu tanggal 29 April 2016 lalu, sewaktu Saya mau berangkat keluar dari kostan yang kebetulan berseberangan dengan TK Santa Miriam Balikpapan, tengah ada acara di sekolah tersebut. Walaupun bukan bertepatan dengan tanggal 21 April, sedang ada perayaan hari Kartini yang cukup meriah. Terlihat anak-anak berbaris menggunakan pakaian adat tradisional, orang tua yang mengabadikan momen anak, guru-guru yang mengarahkan siswa-siswinya. Jalanan depan TK juga diramaikan dengan mobil-mobil yang parkir di kanan-kiri jalan dan para pedagang yang memeriahkan momen hari Kartini tersebut.


 
TK Santa Miriam Balikpapan


Acara tersebut terlihat menyenangkan. Melihat anak kecil yang lucu dan menggemaskan tampil di atas panggung dengan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Setiap kelas bergantian menyanyikan lagu nasional tersebut dengan dipimpin oleh seorang dirijen yang juga anak-anak. 


 
 "Ayo anak-anak kita menyanyi dulu", seru sang guru.


Momen lucu terjadi ketika giliran sebuah kelas dan semua anak sudah pada posisinya di atas panggung namun dirijennya belum datang. Terdengar dari pengeras suara sang guru memanggil-manggil nama anak yang berperan jadi dirijen dan orang tuanya. Tak berapa lama yang ditunggu datang. Kemudian ia bersama ibunya turun dari mobil dan berjalan terpogoh-pogoh. Sang anak terlihat cantik menggunakan pakaian adat Bali dan tak ketinggalan sanggul keemasan yang bahkan lebih tinggi dari kepala sang anak. Hoo, mungkin pemasangan sanggul itu yang membuat sang dirijen datangnya mepet.

Satu hal yang menarik perhatian Saya adalah menyaksikan beragamnya kostum yang dikenakan anak-anak di TK yang terletak di belakang RS Pertamina Balikpapan itu. Kalo dulu di sekolah Saya ketika perayaan hari Kartini, anak-anak memang menggunakan pakaian tradisional. Namun, biasanya tidak jauh-jauh dari pakaian adat Sunda dan Jawa. Paling banter mungkin dari Bali. Di TK atau SD lain pun gak jauh berbeda. Nah, kalo di Santa Miriam, pakaian adatnya benar-benar beragam. Ada yang pakai kain ulos khas Sumatra Utara, topi segitiga dari Minang dan Melayu, hiasan khas kepada Lampung, kebaya Sunda, pakaian adat Betawi, baju adat Jawa, pakaian tradisional Bali, Bugis, Toraja, Minahasa sampai pakaian dari Papua. Beberapa pakaian adat yang belum dapat Saya identikasi. Ada juga anak-anak yang pakai baju tentara, outfit pejuang kemerdekaan seperti di film Darah Garuda dan baju merah Shaolin.

Saya pribadi terpukau bagai melihat parade kostum nusantara dalam satu tempat. Panduan warna-warni tersebut membuat kita berdecak kagum dan tentunya jadi objek menarik untuk di-posting di Instagram. Pakaian tradisional tersebut bisa jadi milik sendiri, pinjam di penyewaan baju adat atau mungkin pinjam ke kerabat.


 
Beragam Warna Pakaian Tradisional


Beragamnya pakaian tersebut sedikit banyak mencerminkan juga beragamnya suku bangsa yang tinggal di Balikpapan. Ya, kota ini adalah kota para perantau. Hampir tidak ada suku asli kota ini. Kebanyakan adalah pendatang yang berasal dari luar daerah atau luar pulau. Pun demikian, warga Balikpapan dapat hidup berdampingan dengan aman dan nyaman. Hampir tidak ada konflik yang terjadi di kota pesisir ini. Salah satu contoh penerapan slogan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tapi tetap satu) di kehidupan sehari-hari. #weloveBalikpapan

1 komentar:

  1. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus