Minggu, 12 Juni 2016

Muda Mengajar Mengudara di Best FM Balikpapan



Sabtu tanggal 11 Juni 2016 kemarin komunitas Muda Bengajar di Balikpapan mendapatkan undangan untuk mengisi sebuah segmen bernama Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) di radio Best FM. Siaran yang biasa dipandu oleh Mas Rega dan Mas Ucha ini biasanya disiarkan pukul 17.00 – 18.00 WITA di frekuensi 103.7 FM. Karena Saya belum pernah melihat langsung proses rekaman radio, maka Saya berminat untuk hadir dan lihat-lihat.


 Poster Publikasi di Instagram
Sumber Gambar: Instagram @mudamengajar


Pukul 16 lewat sedikit akhirnya kami memarkirkan kendaraan di depan ruko dengan billboard bertuliskan Best FM. Karena bulan Ramadhan, segmen ini dimajukan satu jam. Dan ternyata Kak Aisy (Siti Aisyah Soetoro) dan Kak Ikhsan (Ikhsan Wahyu Nugraha) sudah ada di dalam ruangan. Saya dan Malik (Abdullah L. Malik) yang baru datang langsung diundang masuk ke ruangan siaran.


 Basis Siaran Best FM Balikpapan


Ruangan utama untuk siaran terlihat cukup sederhana. Ruangan tersebut berukuran kurang lebih 5 x 2.5 m. Lantai dialasi dengan karpet berwarna abu sehingga Kita harus melepas sepatu ketika akan memasuki ruangan. Bagian dinding yang menghadap ke penyiar terbuat dari kaca transparan sehingga aktivitas rekaman terlihat seluruhnya dari luar. Bagian dinding lainnya dilengkapi dengan peredam suara dari spons. Terdapat suatu alat penyetel suara (Audio Mixer), mikrofon untuk penyiar bicara, serta sebuah CPU yang dilengkapi dengan dua monitor. Di atas meja terdapat beberapa lembar kertas yang mungkin tertulis daftar acara dan daftar pertanyaan. Disediakan juga lima buah kursi sandar berwarna biru untuk narasumber dan bintang tamu. 

Tak lama setelah Kami berdua datang, Kak Icha (Khairunnisa) datang juga. Lepkap lah lima kursi yang telah disediakan untuk pembicara. Kebetulan sore itu yang bertugas hanya Mas Rega. Setelah dibuka oleh penyiar, Kami diminta untuk memperkenalkan diri satu per satu. Awalnya karena hanya bermaksud untuk menonton, Saya agak enggan ketika diminta berbicara. Akhirnya karena semua orang di ruangan tersebut diminta turut berbicara, Saya angkat suara. Karena ini merupakan siaran langsung radio pertama Saya cukup tegang. Bahkan suara Saya terdengar agak gemetar di awal.

Obrolan dilanjutkan dengan pertanyaan serba-serbi mengenai komunitas Muda Mengajar, mulai dari apa kegiatannya, kapan didirikan, berapa orang anggotanya, dimana basis kegiatannya, dsb. Intinya sang penyiar penggali pertanyaan 5W + 1 H (Who, What, When, Where, Why & How). Ada juga beberapa pertanyaan ringan yang dilemparkan oleh Mas Rega. Menariknya ketika akan menjawab Kami berlima saling tunjuk menunjuk dan oper-operan mic. Sedikit penjelasan mengenai Muda Mengajar dapat dilihat pada cerita mengenai kegiatan ulang tahun muda mengajar di sini.

Sepanjang obrolan banyak bercandaan dan bully santai yang keluar dari mulut Sang Penyiar. Ikutan gatel, balasan pun bertubi-tubi muncul dari kami. Saya rasa lebih banyak tawa daripada obrolan kami. Pastinya percakapan Kami yang cengengesan dan tertawa terbahak-bahak tersiar ke seluruh pendengar radio. Bahkan Kak Aisy mengaku sakit perut karena menahan ketawa.

Untungnya selama satu jam siaran tidak bicara penuh, ada beberapa kali selingan musik dan iklan komersial. Tampak Mas Rega mahir memainkan alat audio mixer dan menyetel urutan lagu yang diputar dan iklan yang ditayangkan dari komputer. Kami bernafas lebih lega dan dapat berbincang santai ketika jeda tersebut. Saya sempat salah tingkah di awal; tetap berbisik-bisik walau sudah kondisi mute. Obrolan ketika tidak mengudara malah lebih lucu. Saya sempat ditawari untuk menjadi penyiar dengan jaminan Mas Rega berani meng-acc lamaran Saya (jika mengajukan). Namun sepertinya untuk saat ini harus Saya tunda tulu tawarannya (Terima kasih banyak, Mas Rega!).  


Obrolan Santai Ketika Jeda Komersial, Sempat Foto Juga
 

Kawan-kawan Muda Mengajar sangat antusias mendengarkan siaran ini di rumahnya masing-masing. Bahkan ada beberapa orang yang merekam seperti Kak Anna (Anna Rahmaniyah) dan Rezky (Rezky Permana Putri). Obrolan di grup LINE bahkan sampai ratusan chat! Komentarnya beragam, mulai dari suara para narasumber yang terdengar jernih, bully-an dari Mas Rega hingga jawaban-jawaban yang kami lontarkan.  

Suara yang Kita dengar oleh diri sendiri dengan suara dari rekaman akan berbeda karena suara yang kita dengar secara normal telah berbaur dengan gaung di rongga THT. Mendengar dari rekaman, suara Kak Icha terdengar halus dan menyenangkan di siaran radio. Suara Kak Ikhsan dan Malik terdengar lebih berwibawa. Ketegasan di nada bicara Kak Aisy terdengar lebih kuat.

Saya pribadi kagum pada penyiar-penyiar radio. Mereka dapat berbicara secara terus-menerus tanpa henti. Jokes yang mereka lontarkan pun seolah tak habis dan tetap lucu. Tampaknya mereka harus bisa multitasking karena dituntut untuk dapat memainkan audio mixer, mengoperasikan komputer dan secara bersamaan harus tetap bicara tanpa kehilangan fokus. Transisi pembahasan dari topik satu ke topik lainnya pun berjalan mulus dan tidak terdengar memaksakan.

Di sesi tanya jawab, cukup banyak salam dan pertanyaan yang masuk dari Best Lovers (sapaan akrab radio ini pada pendengarnya). Beberapa pertanyaan datang dari kawan-kawan Muda Mengajar sendiri. Pertanyaan tersebut dibacakan satu persatu. Pertanyaan yang menarik antara lain:



·        Apa motivasi kakak-kakak pengajar ikut program ini?
·        Apa tantangan terbesar?
·   Kenapa kakak-kakak pengajar belum mau meninggalkan pekerjaan rutin harian untuk fokus mengajar?
·         Kenapa masih bertahan untuk tetep mengajar?
·         Apa tidak bosan setiap week-end kegiatannya sama?
·         Apa Mas-Masnya ikut kegiatan Muda Mengajar untuk mencari jodoh?


Jawaban kakak-kakak Muda Mengajar dapat didengarkan di rekaman siaran oleh Kak Rezky (Thank you very much, kak) di sini atau diunduh tautan berikut:


Bagi yang waktu itu tidak sempat dengar on air juga dapat mendengarkan rekamannya. Bagian musik dan jeda komersial tidak terekam dalam file di atas, hanya dialog mengenai Muda Mengajar saja.

Tak terasa waktu satu jam telah berlalu. Di sesi terakhir, Kami memberitahukan kontak apabila ada kawan-kawan lain yang berminat bergabung di Instagram @mudamengajar dan website www.mudamengajar.or.id. Jawaban dari Kak Icha ketika ditanya apa harapannya untuk Muda Mengajar sangat berkesan bagi Saya. 

 “Kegiatan ini dapat terus menerus walaupun mungkin orangnya akan berganti-ganti. Bisa jadi kakak-kakak Muda Mengajar sekarang akan pergi atau balik, dsb. Siapapun yang bergabung di sini harapannya membawa visi-misi yang sama ingin berbagi dengan tulus dengan adik-adik. Jadi harapannya sampai nanti Muda Mengajar tetap tulus, tetap tidak mengharapkan imbalan dari manapun dan tetap kontinu sampai nanti”, kata Kak Icha.

Mas Rega menanyakan penanyaan pamungkas untuk segmen ini: “Kalau diberi kesempatan kira-kira mau ngebentuk komunitas apa?”. Satu persatu ditanya. Saya pribadi menjawab ‘Komunitas Travelwriter’. Sesi kami mengudara ditutup dengan jargon kebanggaan Muda Mengajar: “Muda Mengajar?! Semangat Belajar!!


 Terima Kasih Best FM Telah Memberikan Kesempatan bagi Kami untuk Sharing kepada Warga Balikpapan

Sabindo di Gn. Malang dipilih menjadi tempat buka bersama Kami setelah siaran. Selain Kami berlima yang tadi ikut talkshow, datang juga Kak Aryo (Aryo Wahyu) dan Kak Rezky. Obrolan seru mengenai kelucuan siaran tadi pun mengisi meja kami sembari menunggu makanan datang.


Bahkan Sampai Sudah Mau Pulang Buka Bersama Siaran Tadi Tetap Menjadi Topik Hangat 


Niat hati ingin menyaksikan, eh malah tercebur ikut siaran. Banyak sekali hal baru dan diluar perkiraan yang Saya temui di pengalaman siaran yang pertama ini. Ternyata proses siaran di radio menarik ya!

1 komentar:

  1. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus