Selasa, 19 Juli 2016

Terapi Bekam di Rumah Sehat Dompet Dhuafa Kalimantan Timur



Bekam adalah metode pengobatan alternatif dengan cara mengeluarkan darah kental yang mengandung racun-racun dari dalam tubuh. Bekam merupakan metode pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam bahasa arab, bekam adalah Al-Hijamah yang memiliki arti ‘pelepasan dalam kotor. Pengobatan bekam disebutkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW berikut:

Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulillah bersabda: “Kesembuhan )obat_ itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam) dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas.” (Hadist Bukhari).

 
Titik-Titik Bekam
Sumber: http://infoherbalis.com/wp-content/uploads/2016/05/Titik-bekam-dan-khasiatnya.jpg


Terapi pengobatan bekam dibagi menjadi dua jenis, bekam kering dan bekam basah. Pada bekam kering, kulit pasien hanya dihisap kop saja hingga kulitnya menghitam dan daerah sekitarnya dipijat-pijat. Jika takut akan darah dapat menggunakan jenis bekam yang ini. Bekam basah menggunakan tusukan jarum untuk mengeluarkan darah kotor dari tubuh. Biasanya dilakukan setelah bekam kering. 
 
Saya pertama kali mencoba bekam di Rumah Sehat Dompet Dhuafa Kalimantan Timur bersama Malik (Abdullah L. Malik) dan Taufiq (Al-Taufiq Arifin) pada tanggal 18 Juli 2016 lalu berdasarkan rekomendasi dari Dwitiya (Dwitiya Darmayanti). Rumah Sehat Dompet Dhuafa (RSDD) adalah layanan kesehatan dari Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa yang fokus pengobatannya adalah Tibbun Nabawi (pengobatan yang dicontohkan sunnah Nabi Muhammad SAW). RSDD berlokasi Terdapat 3 fasilitas yang ditawarkan: pengobatan bekam, akupuntur dan herbal.


Peta Lokasi Rumah Sehat Dompet Dhuafa Kaltim 


Ketika pertama kali mendaftar, kita akan diisikan rekap data pasien dan diberikankartu berobat. Kartu tersebut dapat dibawa lagi apabila berkonsultasi selanjutnya. Biaya pendaftarannya tergolong murah, hanya Rp 5.000. Ruangan didominasi warna hijau, khas kantor Dompet Dhuafa. Sebelah meja resepsionis terdapat etalase kaca yang menjual berbagai produk herbal seperti madu, habbatu sauda dan susu kambing. 


 Gedung RSDD di dekat Perempatan Balikpapan Baru


Setelah registrasi, kami diminta menunggu di depan ruang 2. Ruang tunggunya rapi dan bersih. Ada dispenser air minum dan WIFI gratis (mantap!). Di lantai satu terdapat 3 ruang periksa. Ruang tersebut adalah ruangan konsultasi untuk memeriksa apakah kita boleh melakukan bekam dan memeriksa keluhan yang dialami. Pasien wanita akan diperiksa oleh praktisi kesehatan wanita juga. 

Ruang Pemeriksaan Sebelum Bekam
 

Setelah Malik dan Taufiq dipanggil bergiliran, akhirnya tiba giliran Saya memasuki ruang konsultasi. Tipikal ruang konsultasi mirip seperti ruang praktik dokter pada umumnya: terdapat ranjang, meja dan kursi, timbangan dan pengukur tinggi badan, rak buku-buku kesehatan dan poster bergambar bagian tubuh dan titik-titiknya. Ada buku yang menarik di sana, sebuah buku tebal berjudul Pengobatan Tradisional China.

Hal yang mencengangkan adalah pemeriksaannya cukup komprehensif. Praktisi kesehatan yang memeriksa ketika itu bernama Mas Yudi. Pertama Saya ditanyakan mengenai keluhan yang dirasakan. Selanjutnya tekanan darah diperiksa menggunakan alat tensi elektronik, alhamdulillah tekanannya normal. Lidah juga dilihat dengan disinari cahaya dari senter. Sang praktisi menebak apakah belakangan ini sering terasa pahit di lidah. Kemudian mata kiri dan kanan difoto dengan menggunakan alat foto bola mata. Hasilnya langsung ditampilkan di layar monitor.


Foto Mata Kanan, Tidak Terlalu Banyak Jaringan Luka Parut
 
  Foto Mata Kiri, "Luka" yang Ditunjuk Merepresentasikan Organ Paru-Paru


Hasil foto mata kanan dan kiri berbeda. Keluhan yang dapat dibaca dari kedua mata tersebut pun berbeda. Pupil mata Saya terlihat tetap besar ketika terkena cahaya, kemungkinan besar karena tidur pada malam sebelumnya kurang berkualitas. Jaringan parut dan yang terlihat seperti lubang-lubang halus pada pupil mata menunjukkan keluhan yang dialami. Beberapa diagnosa dari pupil tersebut adalah:
  • Terlihat “payung” kolesterol yang cukup tebal pada pinggir mata, menandakan kadar kolesterol yang cukup tinggi. Saya diminta untuk menjaga asupan makan dan menghindari makanan cepat saji.
  • Pada salah satu pupil mata terlihat sebuah “lubang” yang didiagnosa berasal dari keluhan pada organ paru-paru. Benar saja, Saya memang memiliki riwayat penyakit asthma.
  • Di bagian pupil yang merepresentasikan bagian pencernaan, terlihat lubang-lubang kecil, menandakan proses BAB (Buang Air Besar) yang tidak lancar. Dua hari terakhir Saya pribadi merasakan BABnya kurang tuntas. Sang praktisi merekomendasikan untuk lebih banyak mengkonsumsi serat dari sayuran dan buah-buahan serta lebih banyak mengunyah ketika makan dan memberi jarak antara makan dan minum.
  • Dapat ditemukan “lubang” yang mengindikasikan kelemahan kinerja empedu. Akibatnya tubuh sering merasa lelah dan di pagi hari sering merasa kantuk.
Selain empat poin di atas masih ada lagi beberapa diagnosa yang dapat diketahui hanya dari melihat kondisi pupil mata. Saya jadi ingat ketika mengikuti pelatihan pengobatan tradisional di Jakarta yang dimentorkan oleh dr. Teddy. Beliau pernah bercerita mengenai teknik diagnosis pengobatan Tiongkok kuno yang dapat mendeteksi penyakit dengan melihat mata, telapak tangan dan lidah. Baru ketika menyaksikan sendiri pemeriksaan mata ini Saya paham bagaimana mendeteksi penyakit melalui organ penglihatan ini.
 
Setelah sesi konsultasi, kami diminta untuk naik ke ruang bekam di lantai 2 dengan terlebih dahulu melepas alas kaki. Sang praktisi memberikan lembaran bergambar titik-titik bekam yang akan dilakukan di bagian tubuh.  Kebetulan sudah adzan Isya, jadi seluruh kegiatan bekam diistirahatkan sejenak dan kami sholat di mushola yang ada di lantai paling atas. 


  
Bekal Hasil Konsultasi: Titik-Titik untuk Bekam


Terdapat 3 buah ruangan juga yang digunakan untuk bekam. Setiap ruangan akan diisi satu orang klien, jadi lebih privat dan tertutup ketika terapi. Prinsipnya sama seperti ketika sesi pemeriksaan, pasien pria akan diterapi oleh terapis pria dan pasien wanita akan dilayani oleh terapis yang wanita pula. Setelah Taufiq dan Malik selesai dibekam, akhirnya tiba giliran untuk dibekam.


 
Ruangan Bekam di Lantai 2


Ruangan tempat bekam ada tirai juga untuk menutupi pasien sehingga dari luar tidak terlihat. Pertama Saya diminta menanggalkan baju dan berbaring di ranjang yang telah disediakan. Lalu sang terapis mengolesi minyak zaitun pada bagian punggung yang akan dibekam.  Fungsinya sebagai pelumas dan antiseptik. Mula-mula pada titik-titik yang tadi sudah ditentukan disedot dulu dengan  cup secara kering untuk mengeluarkan angin, panas dan lembab dalam tubuh. Angin tersebut dapat berasal dari internal dan ekstenal. Faktor eksternal dapat diakibatkan dari sering naik motor malam hari tanpa jaket dan terlalu lama berada di ruangan AC. Faktor internal penyebab utamanya adalah stress dan banyak pikiran. Ketika disedot awal rasanya lucu, kulit seperti ditarik. Tapi tidak sakit kok, malahan terasa sedikit geli.

Proses bekam basah dimulai dengan melukai kulit sedikit dengan menggunakan jarum. Bentuk jarumnya mirip seperti jarum yang digunakan untuk mengambil sampel darah dari jari. Jarum tersebut ditusuk-tusukan kepada permukaan kulit di titik-titik yang menjadi tempat bekam. Jujur, rasanya tidak sakit sama sekali, mirip dengan rasa kalau kulit ditekan-tekan dengan ujung pensil. Berbeda dengan bayangan Saya di awal bahwa akan ditusuk menggunakan jarum dan perih. Nyatanya rasanya lebih ke geli daripada sakit. Kemudian di titik-titik tersebut disedot lagi dengan menggunakan cup untuk menarik darah kotornya. Zaman dahulu proses bekam biasanya menggunakan tanduk kerbau yang dipanaskan. Untungnya zaman sekarang sudah lebih enak dan nyaman dengan menggunakan kop kaca.

Di tengah-tengah proses bekam, punggung Saya disinari oleh sinar inframerah. Rasanya hangat dan menenangkan. Saya sampai terlena hingga lupa menanyakan apa fungsi infra merah tersebut. Setelah kurang lebih 5 menit, kop dibuka dan darah yang sudah keluar dibuang. Saya diperlihatkan darah hasil bekamnya dan bentuknya tidak mengenakkan. Darah yang keluar bukan seperti darah segar ketika donor darah. Bentuknya kental dan warnanya pekat, menandakan toksin-toksin dalam tubuh yang ikut keluar.  Proses bekam basah diulangi untuk kedua kalinya dengan tujuan menyedot darah kotor yang masih tertinggal.


Ilustrasi Proses Bekam
Sumber: Brosur Rumah Sehat Dompet Dhuafa Kaltim
   
Proses selesai dan punggung Saya dibersihkan dan dibaluri minyak zaitun kembali.  Saya dipersilakan meminum segelas jahe hangat. Rasanya segar dan badan lebih ringan. Untuk beberapa orang memang terdapat efek samping setelah melakukan terapi bekam. Alhamdulillah Saya tidak merasakan efek sampingnya. Setelah bekam kita dilarang untuk langsung mandi, baru boleh 2 jam setelahnya, tetapi boleh langsung makan berat.

Bekam untuk kebugaran optimalnya dilakukan satu bulan sekali dan frekuensi dapat ditingkatkan apabila keluhan yang dialami parah. Waktu yang paling baik adalah ketika siang hari. Jika melakukan donor darah, sebaiknya diberi jarak 2 atau 3 minggu sebelum melakukan bekam lagi.  Pada awalnya pasien dapat menyumbang seikhlasnya untuk merasakan terapi bekam. Sekarang tarif Rp 75.000 diberlakukan untuk pasien non dhuafa sekali melakukan terapi bekam. Pententuan jumlah tarif ini bertujuan untuk subsidi silang dan meningkatkan layanan RSDD.

Walaupun sama –sama mengambil darah dari dalam tubuh, terdapat beberapa perbedaan antar bekam dan donor darah. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
 
Donor Darah Berbeda dengan Bekam


Jika ingin merasakan terapi bekam di Balikpapan, Saya merekomendasikan untuk mengunjungi RSDD di hari Senin-Kamis (pukul 8–21 WITA), Jumat (14.30–21 WITA), Sabtu (8-21 WITA) dan Minggu (9-16 WITA). Jika ingin berkunjung di atas jam 19 malam, silakan menelepon nomor terlebih dahulu untuk mem-booking jadwal, karena seringkali di jam tersebut penuh pasien. 


 Ruangan Tempat Bekam


Selain tempatnya nyaman, kebersihan peralatan juga terjamin. Kop untuk bekam rutin dicucui dengan cairan antiseptik, sarung tangan plastik sekali pakai buang dan ada tempat sendiri untuk membuang limbah medis. Diagnosa penyakit berdasarkan mata yang dilakukan di RSDD sangat menarik bagi Saya. Hal lain yang meningkatkan rasa percaya Saya adalah para terapisnya telah tersertifikasi dan legal. In sya Allah untuk kedepannya ingin rutin terapi bekam. Bekam tidak hanya dilakukan ketika tubuh terserang penyakit. Orang yang sehat pun dapat berbekam untuk tetap sehat dan bugar. Mari coba bekam untuk memperoleh beragam manfaat kesehatannya!

8 komentar:

  1. Balasan
    1. deket ktr saya ni.. udah lama pengen coba, tapi masih taukut takut, sekarang setelah membaca pemaparan ini saya mulai ada gambaran bagaimana proses bekam itu. terima kasih berbagi info

      Hapus
  2. Nice info Thankyou,, Alhamdulillah nemu lagi nomor Telp, RSDD yang aktif. soalnya no.telp yang lama dalam perbaikan mau booking akhirnya searching doloe,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Terima kasih kembali, Mbak :)
      Senang dapat membantu

      Hapus
  3. Sebaik baiknya pengobatan yang kalian lakukan adalah bekam .Alhamdulillah semoga bermanfaat

    BalasHapus
  4. berapa nomor kontak yg bisa dihubungi untuk booking..saya dah tlp di no 625428860742 kik gak bisa

    BalasHapus