Senin, 03 April 2017

Surat Mimpi Anak TuOn: Berbagi Inspirasi dengan Anak di Tapal Batas Utara Indonesia

Surat Mimpi berkolaborasi dengan Bu Vera Ningsih, Pengajar Muda Indonesia Mengajar di SDN 003 Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Lokasi sekolah TuOn (TUlin ONsoi) berdasarkan cerita Bu Vera agak jauh ke pedalaman. Dari Kabupaten perlu menyusuri sungai sekitar 2 jam, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 1 jam.

Desa TuOn kehidupannya masih menggunakan hukum adat. Suku yang dominan yaitu suku Dayak Agabang. Mata pencaharian masyarakat yaitu berkebun, terutama kebun sawit. Permasalahan yang ditemui untuk anak usia sekolah adalah masih banyak anak yang menikah muda setelah lulus SD serta tidak melanjutkan sekolah karena bekerja di kebun.

Anak-Anak TuOn berpose di depan sekolah
Sumber: Galeri Foto Grup WA Kakak Surat

Konsepnya adalah 20 anak di sekolah TuOn dipasangkan dengan satu orang kakak asuh yang akan rutin berbalas surat untuk memberikan akses informasi, semangat, inspirasi, dan kasih sayang secara personal. Target periode pengiriman surat adalah 1 tahun. Bu Vera dan tim akan mengusahakan dapat berkirim surat satu bulan sekali dengan estimasi: 2 minggu perjalanan surat ke lokasi adik surat, 1 minggu adik menulis surat, 1 minggu penyusunan konden dan kakak surat menulis balasan. Jadi selama 1 tahun bila tidak ada kendala bisa berkirim surat 12 kali.

Setelah dilakukan perjodohan adik surat, tibalah instruksi untuk menulis surat yang pertama. Saya memperoleh sepucuk surat dari Adik Yeremias. Para adik menuliskan surat mereka di selembar kertas dengan tangan kanan mereka. Ketika membacanya, jujur. Saya merasa terharu karena walaupun struktur bahasa di tulisan tersebut masih belum rapi, mereka sudah berusaha keras mencurahkan isi hati mereka dan dalam secarik kertas. Ada yang mencantumkan banyak sekali pertanyaan, ada yang menceritakan kondisi desa mereka, ada pula yang membubuhkan gambar-gambar di suratnya.

Surat pertama dari Yeremias, gambarnya bagus

Terdapat beberapa kakak surat yang mengalami kendala ketika mendapat surat pada awalnya. Misalkan Kak Riska yang agak kesulitan membaca surat dik Claudio yang menulis menggunakan Bahasa daerahnya. Atau Kak Reza yang sedikit kebingungan dengan beberapa kata dan istilah pada surat dari adik Marianus. Tapi secara umum maksud dari surat tersebut dapat kami pahami.

Surat dari adik Marianus

Tulisan tangan Claudio

Awalnya kami mengirimkan surat ke pengelola surat mimpi via email atau pos ke alamat di Jogja. Selanjutnya surat yang terlah terkumpul akan diteruskan ke alamat Bu Vera di Tulin Onsoi. Biaya mengiriman mencapai Rp 107.400 dengan berat paket 1.3 kg. Cukup berat karena ada beberapa kakak yang berinisiatif lebih dengan menyumbangkan buku, peta atau alat pendukung pendidikan lainnya. Bianyanya lebih mahal dibandingkan mengirimkan paket ke negeri Sakura, hahaha! Pengiriman menggunakan kilat khusus pos Indonesia mencapai 11 hari. Akhirnya dengan perantara Bu Vera, surat yang ditunggu dapat diterima oleh masing-masing anak kelas 5.
                                                                     
Kotak mimpi anak TuOn sudah sampai dengan selamat 
Sumber: Galeri Foto Grup WA Kakak Surat

Unboxing surat-surat dari kakak surat TuOn akan Saya tulis dalam sebuah post khusus berikutnya.                

Tulisan ini Saya buat dalam rangka antusias menunggu balasan surat ke-2 dari adik TuOn serta untuk memotivasi diri sendiri agar lebih semangat dan lebih totalitas dalam mencurahkan cinta kasih untuk mengembangkan pendidikan adik asuh di TuOn. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar