Sabtu, 25 Agustus 2018

Desain Nametag yang Ideal

Hampir di setiap acara atau kepanitian, akan ada nametag sebagai tanda pengenal. Namun, dibeberapa acara yang pernah Saya alami bukannya membantu keberjalan acara, melainkan malah menghambat. Misalnya nametag yang terbalik sehingga nama peseta atau panitia kekecilan, nametag yang menggantu sehingga mengganggu mobilitas, hingga tulisan atau cetakan yang luntur akibat terkena air.

Post ini bukan bertujuan untuk membahas mengenai kegunaan nametag, melainkan untuk memberi contoh salah satu desain yang menurut Saya ideal untuk beberapa jenis kegiatan seperti pelatihan. Dari beragam jenis dan desain yang pernah Saya temui, ada satu desain nametag yang menrut Saya punya beberapa keunggulan dibandingkan nametag lain yang pernah saya peroleh. Desain tersebut sebagai berikut:

Nametag dengan Peniti (Ukuran Business Card)


Sebagai gambaran, SIAware (Self Insight Awareness) Training adalah pelatihan untuk mengenal soal diri sendiri dan meningkatkan awareness. Nametag tersebut bertujuan agar saling dapat mengetahui nama panggilan peserta, fasilitator dan trainer. Nametag berwarna kuning adalah untuk peserta dan yang berwarna orange adalah untuk fasilitator, panitia dan tim trainer.

Ada 3 alasan utama yang membuat Saya merasa bentuk nametag ini efektif dan efisien, antara lain:

1.     Tampilan yang Ergonomis
Tulisan yang paling mudah dibaca adalah tulisan dengan tinta hitam di atas media berwarna putih. Kalaupun ingin menggunakan warna lain, pilihlah warna yang kontras antara latar belakang dan tulisannya. Tulisan hitam di kertas kuning akan lebih mudah dibaca daripada tulisan berwarna hijau yang ditulis di media berwarna kuning.

Ukuran tulisan juga berperan penting dalam kemudahan keterbacaan. Pada beberapa desain nametag, nama acara atau bahkan logo acara dicetak jauh lebih besar daripada nama peserta atau panitia itu sendiri. Tulisan nama pada nametag setidaknya dapat dibaca (oleh mata normal) dalam jarak 10 meter. Padahal ketika panitia dan peserta sudah sama-sama tahun informasi mengenai acara tersebut (nama, tempat, waktu, dsb), yang paling penting untuk ditonjolkan adalah nama sang pemilik nametag. Untuk membedakan antara peserta dan panitia dapat dibedakan dari warna dasar nametag.

2.     Jenis Bingkai yang Sesuai
Pernahkah Kamu sulit membaca tulisan pada nametag karena terbalik? Pada nametag yang bentuknya dikalungkan di leher, sebaiknya kertaas nametag dicetak dua sisi atau digantung menggunakan tali yang mengikat di kedua sisinya. Dengan menggunakan bentuk nametag kartu yang disematkan dengan  menggunakan peniti, nametag ini bisa disematkan di mana saja pada pakaian, tidak perlu khawatir tertutup jaket atau pakaian lainnya.

3.     Bahan yang Murah
Apabila budget acara besar, nametag dapat dibuat seperti ID Card pegawai dengan smartchip ataupun desain lainnya. Namun apabila anggarannya terbatas, biaya cetak untuk nametag pun biasanya tidak terlalu besar. Bentuk nametag pada contoh tidak perlu mengeluarkan biaya yang tinggi. Cukup dicetak dengan menggunakan tinta hitam / toner di kertas berwarna. Dan satu kertas ukuran A4 dapat memuat banyak nama. Jadi tidak perlu cetak dengan tinta berwarna dan juga tidak perlu khawatir tintanya akan luntur ketika terkena air.

Jenis nametag seperti ini memang tidak dapat digenerasiliasi untuk semua acara. Pada konferensi internasional bisa jadi pada nametag perlu juga ditambahkan foto dan ID peserta. Pada kegiatan ospek jurusan misalnya, ukuran nametag harus besar dan mencantumkan golongan darah dan penyakit yang diidap.  Namun untuk acara seminar, pelatihan, atau kegiatan di kampus lainnya, bentuk nametag seperti ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan nametag kalung yang biasanya.

Contoh Nametag Kalung yang Dimaksud

Tidak ada komentar:

Posting Komentar