Senin, 27 Agustus 2018

Mengasah Kemampuan Presentasi pada Kelas Advanced Ganesha Public Speaking (Part 1)

Saya mendapatkan banyak tips praktis ketika mengikuti Kelas Advance pada pelatihan public speaking. Advanced Public Speaking Class dari Ganesha Public Speaking berfokus untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum terutama pada penyampaian presentasi.

Saya direkomendasikan training oleh Kak Aldi (Aldila Rizkiana). Saya melihat ketika seminar dan sidang thesisnya, Kak Aldi menyampaikan materi dengan lancar, alurnya rapi mudah dipahami dan didukung oleh slide yang simple tapi selaras dengan presentasinya.

Traning yang Saya ambil berlangsung dari pukul 08.00 – 21.00 pada hari Sabtu & Ahad, 25 & 26 Agustus 2018 di Hotel Santika Bandung. Peserta kelasnya total berjumlah 8 orang pada batch ini. Kelas kecil, tapi efektif karena setiap orang memiliki kesempatan untuk bicara. Ada 3 orang trainer yang meng-handle kelas ini, Fauzi Noerwenda, Taruna Perdana, dan Panji Priambudi. Ketiga trainer tersebut merupakan ahli di bidang public speaking dan memiliki spesialisasi di bidang tertentu.

E-Brocuhre Kelas Advanced
  
Terdapat dua bagian penting dalam presentasi, yakni persiapan (prerapration) dan pelaksanaan presentasi (presentation). Para public speaker mengatakan bahwa persiapan setidaknya sebanyak 10 kali dari presentasi. Apabila presentasinya 1 jam, maka persiapan yang ideal adalah 10 kali lipatnya.

Sebelum kelas dimulai, terlebih dahulu kami diminta menyiapkan materi dan mengirimkan slide presentasi dalam power point. Kata admin GPSS, “Kelas Advanced hanyalah baju dan make-up-nya. Konten utamanya adalah materi Bapak/Ibu sendiri”. Saya memilih untuk membawakan materi PRA (Participatory Rural Appraisal) dari Creavill karena alasan simple, slide-nya sudah ada dan Saya sudah pernah mendapatkan materinya dari Kang Agung dan Kang Iqbal (Founder Creavill).

Hari pertama berfokus pada persiapan. Setelah memfiksasi topik yang akan dibawakan, kami melakukan tahapan creating idea untuk mendefinisikan WHO (kepada siapa kita akan berkomunikasi dan WHAT (apa yang kita mau dari audiens, apakah hanya sekedar tahu [KNOW] atau dapat melakukan [DO]). Selanjutnya kami melakukan proses brainstoring untuk men-generate sebanyak-banyaknya ide yang berkaitan dengan topik yang kami pilih. Ternyata banyak sekali ide yang dapat muncul dan kemungkinan kekurangan bahan untuk dibicarakan itu amat minim.

Untuk dapat menyajikan presentasi yang dapat membuat orang tergerak, ada 2 syarat yang harus dipenuhi: kebutuhan logis dan emosional audiens terpenuhi. Menyajikan data dan fakta yang mendukung, rasional dan masuk akan serta mengemasnya dengan unsur cerita (story telling) dapat memenuhi dua kebutuhan tersebut. Terlebih kita sebagai orang timur yang suka cerita, presentasi yang memuat konten cerita pengalaman pribadi, keluarga atau teman akan lebih powerful dibandingkan mengutip cerita dari tokoh. Ada beberapa kasus khusus dimana unsur logika jauh lebih dominan dalam presentasi, misalkan pada sidang Tugas Akhir atau presentasi makalah ilmiah. Hal yang paling penting dalam presentasi tersebut adalah bagaimana penelitian dilakukan dan apa hasilnya.

Yeah! Tampil di Publikasi di IG Ganesha Public Speaking


Masuk ke bagian presentasi, ada 3 bagian alur presentasi: pembukaan, isi dan penutup. Kami belajar mengenai pembukaan yang impactful dengan perkenalan serta why (mengapa penting menyampaikan topik, mengapa topik ini penting bagi audiens). Bagian isi merupakan bagian terpenting dalam presentasi, content is hero. Dalam pemaparan materi TED Talk, kebanyakan public speaker gaya presentasinya biasa saja sebenarnya, tapi karena kontennya eksklusif dan berkualitas, semua penonton memperhatikan dan seakan tidak mau terlewatkan satu kata pun yang disampaikan. Oleh karena itu pembicara harus dapat menyampaikan konten yang berbobot tersebut dengan simpel. Salah satu caranya dengan membagi menjadi 3 keywords agar mudah diingat oleh audiens. Bagian penutup diisi dengan review materi, penarikan kesimpulan dan pemberian command.

Setiap peserta praktik presentasi langsung dengan membawakan mengenai topiknya masing-masing. Di angkatan ke-167 yang sekarang, ada Pak Nanang, seorang konsultan IT yang membawakan presentasi mengenai mobile data dan jaringan; Lulu, Mahasiswa, PGPAUD UPI yang membawakan materi mengenai anak-anak; Athaya, mahasiswa Sosiologi UNPAD dan penggiat literasi yang membuat kami penasaran dengan presentasi BuJo; Firman, mahasiswa Univ. Applied Science Berlin, yang jauh-jauh datang dari Jerman untuk berbagi mengenai kehidupan dan studi di Jerman; Marsya, seorang Grafolog yang menarget “emak-emak jago jualan” untuk melesatkan bisnis mereka dengan Grafobusiness; Fajar, seorang desainer grafis dari tanggerang yang mengangkat topik copywriting untuk pemasaran online; serta Firari, mahasiswi PWK ITB yang ingin mengedukasi anak-anak SMA mengenai program studi planologi.

Sesi malam yang dibawakan oleh Taruna Perdana bagi saya merupakan sesi yang paling menohok. Pada sesi yang membahas impresi dan penampilan tersebut Saya banyak memperoleh ilmu baru mengenai menampilkan kesan pertama yang diinginkan, serta memadu padankan pakaian dan asesoris yang dapat membuat penampilan kita lebih powerful ketika melakukan public speaking. Saya sadar bahwa sebelumnya Saya masih kurang memperhatikan pakaian apa yang saya kenakan dan ternyata ada beberapa pemahaman yang kurang tepat. Sang Trainer membahas mulai dari pakaian unuk pria dan wanita, aksesoris, budaya kita dalam berpakaian, dan juga membahas batik, pakaian khas Indonesia. Kalau di internet biasanya hanya dibahas mengenai cara berpakaian menggunakan kemeja, jas dan blazer, namun pada training ini juga dikaji mengenai motif batik, jenis batik, perbedaan batik perempuan dan laki-laki hingga pada kesempatan public speaking apa yang dapat menggunakan batik.


Post berikutnya akan membahas training Kelas Advance Ganesha Public Speaking hari ke-2  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar