Kamis, 06 September 2018

Mengambil Pelajaran dari Lagu Anak 'London Bridge is Falling Down'


Lagu berjudul ‘London Bridge is Falling Down’ merupakan salah satu nursery song atau lagu permainan anak-anak dari Inggris. Kalau di Indonesia bisa disetarakan dengan lagu ‘Cicak Cicak di Dinding’ kurang lebih. Nada lagu ini riang gembira dan liriknya yang sederhana membuat anak-anak mudah untuk menyanyikannya. Lagu ini juga sering digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris dasar.  Berikut lirik lagu ini:

London Bridge is falling down,
Falling down, falling down,
London Bridge is falling down,
My fair Lady.
Build it up with wood and clay,
Wood and clay, wood and clay,
Build it up with wood and clay,
My fair Lady.
Wood and clay will wash away,
Wash away, wash away,
Wood and clay will wash away,
My fair Lady.
Build it up with bricks and mortar,
Bricks and mortar, bricks and mortar,
Build it up with bricks and mortar,
My fair Lady.
Bricks and mortar will not stay,
Will not stay, will not stay,
Bricks and mortar will not stay,
My fair Lady.
Build it up with iron and steel,
Iron and steel, iron and steel,
Build it up with iron and steel,
My fair Lady.
Iron and steel will bend and bow,
Bend and bow, bend and bow,
Iron and steel will bend and bow,
My fair Lady.
Build it up with silver and gold,
Silver and gold, silver and gold,
Build it up with silver and gold,
My fair Lady.
Silver and gold will be stolen away,
Stolen away, stolen away,
Silver and gold will be stolen away,
My fair Lady.
Set a man to watch all nigh,
Watch all night, watch all night,
Set a man to watch all night,
My fair Lady.
Suppose the man should fall asleep,
Fall asleep, fall asleep,
Suppose the man should fall asleep?
My fair Lady.
Give him a pipe to smoke all night,
Smoke all night, smoke all night,
Give him a pipe to smoke all night,
My fair Lady.

Beberapa sumber menyebutkan cerita yang berbeda-beda terkait latar belakang lagi ini. Bahkan ada yang mengaitkan dengan cerita misteri dan creepy pasta. Terlepas dari latar belakang dan arti lagu ini, ada 3 pelajaran berharga yang dapat kita ambil.

Jembatan London yang Masih Berdiri Kokoh
Sumber: pixabay

Pembelajaran dari Lagu
1.       Tidak Mudah Menyerah
Dengan cerita bencana konstruksi yang terjadi (jembatan London yang rubuh), lirik lagu tetap menggambarkan sikap pantang menyerah. Ketika jembatan pertama rusak, jembatan tersebut, diperbaiki dengan dengan peniti dan paku (needles & pins). Ketika jembatan kedua rusak, dibagun kembali dengan kayu dan tanah liat. Begitu pula ketika terjadi kerusakan dibangun kembali dengan material yang lebih kuat, seperti perak dan emas. Terdapat pesan tersirat bahwa apapun yang terjadi fasilitas publik ini harus tetap berdiri. Apabila diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, sikap pantang menyerah ini patut diwujudkan ketika terdapat penyimpangan rencana, pengaruh faktor eksternal, dan kegagalan ketika mencapai tujuan.

2.       Kreatif
Ketika sudah mencoba satu cara dan setelah dievaluasi tidak efektif, sang penulis lagu memikirkan cara lain yang diharapkan dapat berfungsi dengan lebih baik. Misalkan jembatan yang dibangun dengan batu bata (bricks and mortars) bisa rusak, kemudian diganti dengan besi dan baja (iron and steel), lagu diperkuat lagi dengan perak dan emas (silver & gold). Apabila cara memperbaiki material tidak berhasil dan masih ada risiko rusak, maka dipekerjakan manusia untuk menjaganya. Perihal penjaga manusia pun tidak berhenti sampai disitu saja. Langkah mitigasi risiko penjaga terlelap tidur pun disiapkan dengan memberikannya rokok agar terjaga sepanjang malam.

Dari lagu ini kita mendapatkan gambaran bahwa dalam merencanakan suatu goals (dalam hal ini jembatan London) kita harus melakukan analisis risiko dan menyiapkan tindakan mitigasinya beberapa langkah ke depan. Dan langkah mitigasi yang dipikirkan tidak hanya satu, melainkan beberapa cara yang bahkan tidak terpikirkan oleh orang lain pada umumnya

3.       Faktor Utama ada Pada Manusia
Dari lirik lagu kita memperoleh gambaran cerita mengenai cara-cara yang direncanakan untuk membuat jembatan London tetap berdiri. Walaupun dengan kemajuan teknologi, penemuan material baru bahkan integrasi sistem informasi, ujung-ujungnya langkah mitigasi kembai lagi kepada manusia. Manusia yang merencanakan pembangunan jembatan tersebut. Manusia juga yang melakukan analisis risiko dan mengimplementasi rencana mitigasi risikonya. Jika analogi ini direpresentasikan dengan manusia sebagai tenaga kerja, maka sejatinya human capital atau humanware merupakan aset intangible perusahaan utama yang patut dijaga. Teknologi bisa dicara, bangunan bisa diganti, namun kreativitas dan hasil pemikiran manusia merupakan sesuatu berharga yang tidak dapat diganti dengan mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar