Minggu, 02 September 2018

Tips Memesan Transportasi Online yang Murah di Bandara Husein Sastranegara Bandung

Di bandara di Indonesia, biasanya transportasi darat dimonopoli oleh transportasi eksklusif bandara. Misalnya di Bandara Husein Sastranegara di Bandung, taksi bandara dikelola oleh koperasi angkatan udara (PRIMKOPAU). Tarif angkutan bandara pun seringkali jauh lebih mahal dibandingkan transportasi publik pada umumnya, karena sifatnya masih monopoli. Sebagai gambaran, tarif taksi Bandara di Bandung jauh-dekat Rp200.000 dan menuju Cimahi, Kab. Bandung, atau Jatinagor dapat mencapai Rp400.000 untuk satu kali keberangkatan.

Mulai awal tahun 2018, Grab sudah bekerja sama dengan PRIMKOPAU Bandara Husein Sastranegara untuk menghadirkan transportasi online di dalam bandara. Sebelumnya seringkali ada konflik antara supir angkuran resmi bandara dengan pengemudi angkutan online. Pernah ada cerita dari kawan Saya yang bekerja sampingan sebagai driver GoCar. Dia menjemput ibunya di bandara dan memarkirkan mobilnya diparkiran, ketika kembali bannya dikempeskan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Lalu dia didatangi oleh pengemudi taksi bandara yang memakai seragam. Sang supir taksi bandara melihat stiker logo GoJek pada mobil teman saya dan mengira teman saya sedang mengambil penumpang di dalam bandara.


Booth Pemesanan Grab di Pintu Keluar Kedatangan

Dengan Grab menjadi official airport transfer, penumpang memiliki opsi transportasi darat lainnya untuk mengakses destinasi berikutnya setelah sampai di bandara Bandung. Tarifnya mengikuti aplikasi Grab (sesuai jarak), tidak berupa tarif tembak seperti sebelumnya. Counter pemesanan terdapat di bagian dalam area kedatangan (di dekat conveyor belt pengambilan koper) dan di dekat pintu keluar. Di sana akan ada petugas yang membantu pemesanan moda dengan menggunakan aplikasi Grab. Tanpa bertanya ke petugas sebenarnya penumpang dapat memesan sendiri dengan menggunakan aplikasi Grab seperti biasa. Stand buka dari jam 6 s/d 22 WIB, sesuai jam operasi bandara, begitu pun operasi transportasi yang dapat dipesan dengan Grab. Saya pernah mendarat dari Lombok sekitar pukul 23.00, stand-nya sudah tutup dan saya tidak dapat memesan taksi via Grab lagi.


Counter Grab di dalam Terminal Kedatangan


Dengan menggunakan aplikasi Grab, taksi yang menjadi mitra adalah taksi bandara sendiri. Namun pelayanannya masih selevel dengan taksi bandara yang sebelumnya, karena mobil dan supirnya masih sama. Jangan kaget apabila Kamu masih menemukan supirnya menyetel musik dangdut dengan keras, tidak ramah, bahkan merokok ketika dalam perjalanan. Walaupun begitu setidaknya ada poin positif yakni tarifnya lebih murah.

Berdasarkan pengalaman, pemesanan taksi bandara dengan menggunakan aplikasi Grab lebih murah dibandingkan harga awal yang asal tembak. Namun tarifnya masih lebih mahal dibandingkan memesan Grab di luar bandara. Sebagai gambaran, tarif Grab atau GoCar di jam normal (jam 10 pagi) dari bandara menuju rumah Saya di daerah Pasir Salam Bandung (sekitar 5 km) sejumlah Rp32.000. Ketika mencoba memesan taksi bandara di dalam, estimasi tarifnya mencapai Rp60.000. Mungkin perbedaan tarif yang signifikan ini yang menyebabkan masih banyak penumpang yang bersedia berjalan sedikit ke luar bandara untuk memesan Grab/GoCar umum.


Counter Pemesanan Taksi Bandara dan Penyewaan Kendaraan


Hingga saat ini, pemesanan dan penjemputan transportasi online di dalam bandara Husein Sastranegara masih dilarang, oleh karena itu biasanya para penumpang yang sudah tahu naik dari luar bandara. Ketika masih di bandara, kita bisa mulai memesan dan memilih pick up point bandara husein sastranegara. Kita bisa memesan motor atau mobil. Biasanya driver yang meng-accept pesanan kita memberitahukan akan menjemput di luar bandara. Dari pintu keluar kedatangan (domestik dan internasional), kamu bisa berjalan ke arah selatan, menuju arah jalan keluar kendaraan dan berjalan hingga pertigaan yang dekat rel kereta api. Jalannya tidak jauh, hanya sekitar 100m. Di pertigaan pintu keluar bandara biasanya akan ada beberapa penumpang yang sama-sama menunggu kendaraan.


Arah Selatan itu Mengikuti Arah Kendaraan Keluar

Jalan Sampai Pertigaan Pintu Keluar Bandara

Saya pernah ada pengalaman kurang menyenangkan dengan taksi bandara. Ketika pulang terlalu malam dan tidak dapat memesan Grab dari dalam bandara, saya memilih berjalan ke luar. Di dekat tempat menunggu taksi bandara (di seberang Starbucks), ada seorang driver taksi Bandara yang mencari penumpang, namun dengan cara yang tidak nyaman didengar. Dia mengatakan “taksi, taksi, taksi. Taksi bandara di sini. Taksi buat yang miskin jalan dulu ke luar!” dengan nada membentak. Saya sih biasa saja mendengarnya. Namun dalam industri jasa, tindakan tersebut dapat menurunkan presepsi pengguna jasa terhadap kepuasaan pelayanan.

Apabila bawaan tidak terlalu banyak dan masih sanggup dibawa tanpa troley, saya sangat merekomendasikan menggunakan cara ini untuk memesan transportasi online. Jalan sedikit juga lebih menyehatkan kan?


Jangan Khawatir Sepi, Akan Ada Penumpang Lain juga yang Menunggu di Sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar