Senin, 17 September 2018

Tips Menghindari Penipuan Ketika Menjadi Narahubung

Ketika menyelenggarakan acara untuk publik, narahubung merupakan salah satu bagian penting yang perlu dimasukkan ke dalam poster publikasi. Di kampus saya misalkan, setiap publikasi acara harus mencantumkan CP (contact person) minimal 1 orang. Apabila tidak maka perizinan acara tidak akan diberikan. Narahubung ini akan berguna apabila ada orang yang ingin menanyakan detil acara, peluang kerja sama, dan lain sebagainya. 

Apabila nama dan nomor telepon sebagai narahubung dicantumkan di media sosial ataupun poster fisik, ada risiko sang narahubung menjadi target penipuan. Di komunitas yang saya ikuti, pernah terjadi beberapa anggota komunitas mendapatkan telepon dari orang yang mengaku temannya di satu komunitas tersebut. Dan dia meminta transfer tunai dengan beberapa alasan, seperti orang tuanya sakit kritis, adiknya kecelakaan, atau membeli tiket pesawat terbang. Setelah ditelurusi, pola yang sama adalah mereka pernah menjadi narahubung serta nama dan nomor mereka dicantumkan dalam e-poster acara. Untungnya tidak ada yang menjadi korban secara finansial.

Pengalaman Percobaan Penipuan
Saya sendiri pernah mengalami kejadian percobaan penipuan via telepon. Waktu menjadi narahubung untuk kegiatan rekrutmen relawan komunitas Creavill, saya pernah dihubungi seseorang yang mengaku teman saya di komunitas Creavill. Dia tahu nama saya, yang membuat saya berasumsi dia adalah teman saya. Ketika saya tanya siapa dia ia berkata:
“Ini Iqbal dari Creavill, masak lu gak nge-save nomor gua sih. Parah banget!”
Sang penelepon menggunakan nama yang umum (Iqbal) dan seolah-olah akrab dengan kita. Dia ingin membangun rasa bersalah di diri kita yang tidak menyimpan nomornya untuk membuka celah. Dia mengatakan kalau sedang beli tiket pesawat untuk orang tuanya secara online dan butuh untuk transfer segera. Orang itu ingin membuat saya merasa simpati (dengan bilang bahwa ini darurat, kalo tidak orang tuanya tidak bisa berangkat) dan berjanji akan mengembalikan pinjaman segera. 

Ada beberapa hal yang membuat saya mencurigai sang penelepon dan menganggapnya sebagai penipuan. Pertama, komunitas kami masih merupakan komunitas kecil yang belum banyak anggota. Satu-satunya nama Iqbal yang saya kenal di Creavill adalah founder dari komunitas ini dan tentunya saya sudah menyimpan nomor beliau dan suaranya bukan seperti itu. Kedua adalah hampir tidak ada yang menggunakan sapaan ‘gua-lu’ di antara relawan Creavill. Paling banter juga ‘urang-maneh’ dalam bahasa Sunda. Ketiga, ada kejanggalan dalam cerita kebutuhan transfer dari sang penelepon. Dia tidak bisa menjawab detil mengenai rute penerbangan, kode penerbangan, nominal harga tiket dan prosedur pembayaran. 

Untungnya saya sudah tahu mengenai kasus sebelumnya yang terjadi di kawan-kawan DDV (Dompet Dhuafa Volunteer) Jabodetabek. Jadi saya menerima telepon penipuan tersebut sambil bercanda. Ternyata kawan saya yang lain di Creavill ada juga yang menerima telepon dengan modus operandi yang sama. Namun karena belum mengetahui kabar penipuan ini sebelumnya, dia panik dan sempat menjadi bahasan yang ramai di grup. 

Pakai Nama Alias
Pada tulisan ini saya ingin memberikan tips untuk meminimasi risiko penipuan ketika menjadi narasumber. Tipsnya adalah menggunakan nama alias. Caranya sederhana, dengan mencantumkan bukan nama yang sebenarnya dalam poster publikasi yang disebarluaskan ke publik. Kalau saya biasanya menggunakan nama Budi untuk dicantumkan dalam poster. Apabila ada penelepon atau orang yang menghubungi dengan modus penipuan yang menyebut nama kita Budi, kita tahu bahwa dia tahu nama dan nomor kita dari poster yang mencamtunkan kontak kita sebagai narahubung. Oleh karena itu kita bisa lebih siap mengantisipasi perkataan-perkataan dari penipu tersebut. 

Narahubungnya Budi & Lala (Bukan Nama Asli)

Tips ini sudah kami terapkan di komunitas Creavill dan hasilnya cukup efektif. Beberapa kawan yang menjadi narahubung acara atau kontaknya dicantumkan dalam poster penggalangan donasi ada yang pernah dihubungi dengan modus penipuan lagi. Namun dengan tips ini mereka dapat mengantisipasinya dengan baik. Yuk, terapkan tips ini dalam mencantumkan narahubung dalam kegiatan organisasimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar