Senin, 31 Desember 2018

Belajar Kriptografi di Museum Sandi Jogjakarta

Leon Alberti Disc

Kriptografi adalah ilmu yang memelajari tentang penyembunyikan informasi dari pihak ketiga dengan menggunakan sandi (code). Salah satu metode sandi yang paling sederhana adalah menggunakan Leon Alberti Disc. Gantungan kunci di atas merupakan model sederhana dari piringan kode yang diciptakan oleh Pak Leon Alberti. Miniatur Leon Alberti Disc ini dapat diperoleh di museum sandi di Jogjakarta.

Cara penggunaannya adalah dengan mengganti huruf-huruf dalam kalimat atau kata yang ingin dienskripsi dengan mengacu pada lingkaran kombinasi huruf. Pertama kita tentukan huruf kuncinya, misalkan A=O. Maka kita geser lingkaran dalam sehingga huruf O sejajar dengan huruf A (seperti pada gambar). Selanjutnya huruf-huruf yang ingin dijadikan kode diubah dengan abjad yang ada pada lingkaran dalam.  Misalkan kata "AKU" (huruf di lingkaran luar) diubah menjadi "OYI" (huruf di lingkaran dalam).

Cara menerjemahkannya pun tinggal dibalik, ubah huruf di lingkaran dalam menjadi lingkaran luar. 
Misalkan kata "YOAI" (huruf berwarna merah) diterjemahkan menjadi "KAMU" (huruf berwarna biru)

Yuk kita coba bermain memecahkan sandi! Dengan kata kunci A=O, silakan teman-teman terjemahkan kode berikut:

1. WBRCBSGWO
2. PVWBSYO HIBUUOZ WYO
3. OYI POBUUO ASBXORW OBOY WBRCBSGWO


Untuk memudahkan pembacaan kode, silakan cek gambar di bawah untuk menggunakan Vigenere Cipher. Cara kerjanya sama, hanya bentuknya yang berupa semacam mistar, bukan piringan.

Vigenere Cipher

Tidak ada komentar:

Posting Komentar