Sabtu, 15 Desember 2018

Napak Tilas ke Sumur Bandung

Ketika melakukan transek bersama kawan-kawan Creavill Bandung di kelurahan Braga, kami bertemu dengan Kang Ate, warga RW 3 yang menjadi penanggung jawab kuliner di kawasan Cikapundung. Ia menawarkan untuk melihat-lihat Sumur Bandung, yang merupakan sumber air pertama di kota Bandung.

Sumur Bandung


Berdasarkan cerita di Taman Sejarah di Balaikota Bandung, Sumur Bandung mempunyai hubungan sejarah dengan berdirinya Kota Bandung. Sebelumnya, Dayeuh Kolot yang menjadi ibu kota Bandung sering banjir, Prabu Wiranatakusuma, Bupati Bandung yang pertama dan pengiringnya menyusuri Cikapundung mencari tempat lain yang pantas sebagai alternatif ibu kota Bandung. Ketika berhenti di suatu titik, sang bupati menancapkan tongkat lalu ditarik lagi, dari bekas tongkat itu keluar air. Di lokasi air tersebut selanjutnya dibuat sumur yang selanjutnya pula disebut Sumur Bandung.

Sumur Bandung berlokasi di lantai dasar gedung PLN yang dirancang oleh Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker. Kantor PLN ini berlokasi di pertigaan Jalan Asia-Afrika dan Jalan Cikapundung. Di kantor PLN, sumur ini terletak di dekat parkiran, di sebelah ruang rapat dan di tempat yang sering di lewati orang. Jadi, walaupun sumur ini pernah masuk ke siaran Dunia Lain, kesan angker sirna dari sumur keramat ini.

Tampak Depan Kantor Distribusi PLN Jawa Barat

Katanya setiap malam Jum'at atau malam-malam tertentu banyak orang yang datang ke sumur ini untuk mandi, minum air, mencuci benda pusaka atau melakukan "ritual". Air di sumur tersebut tetap jernih walau musim kemarau sekalipun.

Mempertimbangkan faktor keselamatan, agar tidak ada yang jatuh ke sumur, akhirnya dibangun pelindung dan dipasangkan mahkota di atasnya. Menurut mitos sumur tersebut ada penjaganya dan penjaganya duduk di atas mahkota tersebut. Hmm. . .


Mencoba Mencicipi Air di Sumur Bandung

Kang Ate juga mengambilkan seember air dari sumur agar kami dapat mencicipi rasa airnya. Ketika diminum, ternyata airnya tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau. Kesimpulannya air sumur Bandung bisa digunakan untuk berwudhu. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar