Jumat, 04 Januari 2019

Cara Menguasari Jurus Legendaris


Pada zaman dahulu, tersebutlah seorang Master yang menguasai jurus silat legendaris yang hampir punah. Ia hidup pada gubuk kecil di tengah hutan.

Sang Master sudah menuliskan semua jurusnya dalam sebuah kitab silat, dan ia berjanji akan mewariskan kitab itu pada siapa saja yang berhasil mengalahkannya.

Tentu saja para pendekar berbondong-bondong datang ke tengah hutan untuk menantangnya duel. Namun tak ada seorang pun yang bisa merobohkan Master. Meski mereka sangat ingin mendapatkan kitab tersebut, apa daya mereka semua harus pulang satu demi satu.

Terkecuali seorang pendekar muda, ia memutuskan menginap di hutan dan akan melawan lagi Master silat itu keesokan harinya. Ketika esok tiba, duel pun berlangsung dan pemuda itu kalah lagi.

Ia tak patah asa, diputuskannya untuk membangun tenda di hutan agar ia bisa terus mencoba melawan Master setiap hari. Tentu saja tantangan duelnya diladeni pula oleh Master.

Tak terasa satu tahun berlalu, sang pemuda masih saja kalah setiap hari dalam bertarung, tetapi ia semakin cakap. Hari demi hari ia mulai mengikuti gerakan Master, dan mempelajari kelemahan guru silat tersebut.

Hingga pada suatu waktu, ia berhasil melumpuhkan sang Master dalam duel yang sangat sengit. Atas prestasi ini, maka secara resmi kitab jurus legendaris diberikan kepadanya.

Sang pemuda tak sabar segera membuka kitab tersebut, ternyata isinya hanya halaman kosong! Seperti film Kungfu Panda saja! Sang Master dengan bijaksana menjelaskan,

"Jurus legenda memang bukan tersimpan pada kitab, tetapi pada usahamu berlatih setiap hari melawanku. Sadarkah engkau, gerakanmu kini sudah mewarisi semua jurus-jurusku?"

Dongeng ini mengandung nilai luhur tentang mengulang-ulang suatu kebiasaan. Semakin dilatih, maka kita akan semakin mahir. Sebagai muslim tentu sudah akrab dengan hadist riwayat Muslim berikut,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang sering diulang walaupun itu sedikit.”

Senada dengan hadist tersebut, seorang sastrawan juga berpesan kepada calon-calon penulis, 

"Jika Anda ingin menghasilkan tulisan yang bagus, berlatihlah setiap hari selama satu bulan. Saya jamin dari 30 tulisan itu sekurangnya ada satu yang bagus!" 

Kini giliran saudara, jurus legendaris apa yang ingin saudara kuasai? Ketahuilah bahwa jurus tersebut tak ada dalam kitab silat, melainkan ada dalam pengulangan dan kebiasaan..

Sumber: Grup WA Gerakan Literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar