Jumat, 04 Januari 2019

Resolusi 2019 oleh Ust Rahmat Baequni

Tulisan ini merupakan rangkuman dari Kajian Ust. Rahmat Baequni di Masjid Al Lathiif, Bandung, pada tanggal 3 Januari 2019. 

Ketika umat Islam merayakan tahun baru masehi, berarti mereka sedang ittiba pada 3 agama, majusi (menyalakan merecon/kembang api), yahudi (membunyikan terompet), dan Nasrani.
Rasulullah bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga manusia mengikuti apa yang disembah oleh nenek moyang mereka. Sesungguhnya kalian akan mengikuti mereka sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta."
Dan saat ini sudah terbukti, banyak umat Islam yang mengikuti mereka dengan alasan toleransi.
Hari ini kita melihat bagaimana umat Islam disesatkan. Dan sayangnya, umat Islam saat ini dangkal akidahnya.
Di akhir zaman umat Islam akan terbagi 2, mukmin dan munafik. Perlahan-lahan, Allah membagi 2 golongan tersebut dengan berbagai kejadian yang terjadi saat ini.

Umar bin Khattab pernah bertemu dengan saudaranya yg Yahudi dan hafal taurat. Umar meminta untuk dituliskan isi taurat dan memberikannya kepada Rasulullah. Ketika itu Umar mengira Rasulullah senang. Namun wajah Rasulullah memerah. Rasulullah marah pada Umar hingga Umar berkata, "Aku rido Allah sebagai tuhanku, Islam agamaku dan Muhammad adalah Rasul (utusan) Allah."
Rasulullah naik ke atas mimbar dan bersabda, "Andaikan Musa dan Isa hari ini hidup, niscaya hidup mereka tidak akan dilapangkan hingga mereka datang dan mengikuti aku."
Bayangkan Nabi-nabi saja harus mengikuti Nabi Muhammad. Hingga ketika nanti Nabi Isa turun ke bumi, Nabi Isa tidak mau menjadi Imam shalat, dan memilih Imam Mahdi menjadi imam shalat subuh ketika akan berperang melawan dajjal, karena Nabi Isa memilih untuk menjadi umat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam yang ketika itu khalifahnya adalah Imam Mahdi.
Nabi Isa berkata, "Janganlah kalian mengkultuskan aku seperti orang-orang Nasrani menjadikan aku sebagai Tuhan."
Allah SWT berfirman:

اتَّخَذُوٓا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوٓا إِلٰهًا وٰحِدًا  ۖ  لَّآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ  ۚ  سُبْحٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 31)

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya alim-alim mereka, rahib-rahib mereka, menghalalkan apa yang Allah haramkan, mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan."

Resolusi
Rasulullah bersabda, "Siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia beruntung. Siapa yang hari ini sama saja dengan hari kemarin, maka dia merugi. Siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dia rugi dan terkutuk."

Yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, malaikat menghapus namanya dari neraka dan menggolongkannya dalam daftar penghuni firdaus atas ijin Allah.

Yang hari ini sama saja dengan hari kemarin, amal ibadahnya flat, tidak ada yang istimewa, tidak ada peningkatan.

Yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, amal ibadahnya terus berkurang, hingga iman menurun, dan ujung-ujungnya syirik kepada Allah. Jika dia tidak bertaubat dan berusaha memperbaiki diri maka dia benar-benar merugi karena digolongkan menjadi ahli neraka.

Orang-orang yang beriman maka mereka beruntung, sedangkan orang-orang yang kufur akan benar-benar merugi.
Allah SWT berfirman:

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِى الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
"Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul)."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 137)

Orang yang sakit fisik, dia sendiri merasakan sedangkam orang lain tidak. Orang yang sakit hatinya/jiwanya, dia tidak merasa sedangkan orang lain merasakan. Inilah orang-orang kafir yang telah tertutup hatinya.

Allah SWT berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ مِّنْ أَهْلِ الْقُرٰىٓ  ۗ  أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِى الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عٰقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ  ۗ  وَلَدَارُ الْأَاخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ اتَّقَوْا  ۗ  أَفَلَا تَعْقِلُونَ
"Dan Kami tidak mengutus sebelummu (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan Rasul). Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Yusuf 12: Ayat 109)

Kisah Petra, peninggalan2nya menandakan mereka memiliki teknologi yang luar biasa saat itu hingga bisa membuat istana dengan memahat batu. Namun mereka ingkar terhadap Nabi Hud, dan menantang untuk diberikan azab. Hingga Allah mengazab mereka dengan awan yang hitam, di baliknya tampak api yang menyala-nyala. Namun kaum Nabi Hud mengira saat itu akan turun hujan. Ternyata ketika itu berhembus angin yang sangat dingin selama 7 malam 8 hari hingga tempat itu menjadi sangat kering dan orang-orang di sana mati. Kejadian2 itu bukan hanya terjadi di masa lalu, namun bisa saja terjadi di masa depan ketika kemungkaran atau kemaksiatan serupa terjadi.
Seperti di Cina beberapa waktu lalu dilanda angin kencang hingga orang2 tidak bisa berjalan karena angin yang kencang, rumah-rumah terbang, terbalik dan hancur. Allah memberikan hal tersebut ketika mereka menyiksa Muslim Uighur. Namun, mereka hati mereka sudah tertutup.
QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 34-42

2019 menjadi tahun-tahun sulit. Akan banyak terjadi bencana karena benda langit yang diprediksi melintasi bumi semakin dekat dan gaya gravitasinya sangat kuat sehingga akan terjadi banyak gempa.

Perang dunia melawan cina dengan teknologi nuklirnya yang dimulai dari isu ekonomi.
Contoh kasus, di Angola tidak ada lagi masjid padahal mayoritasnya Muslim. Dan mata uang yang digunakan pun saat ini adalah Yuan. Orang-orang yang tidak ingin murtad, mereka akan disiksa, dibakar hidup-hidup.
Awal mulanya cina memberikan hutang hingga Angola tidak bisa membayar dan Cina mengusai mereka.

Rasulullah bersabda, "Kalian akan berperang melawan mereka yang bermata sipit, bermuka lebar..."

Jadi resolusi kita:
1. Pertahankan dan perbaiki iman kita. 
2. Dekat dengan para pengahafal Quran.
3. Tetap berada di lingkungan yang mendekatkan kita kepada Allah.
4. Siap berjihad di jalan Allah.

Apa bedanya Al Malhamatul Qubra dan armagedon?
Ketika Al Malhamatul Qubra, tidak ada lagi teknologi. Karena benda langit yang melintas akan menghancurkan seluruh teknologi saat itu, akan terjadi malam yang panjangnya selama 3 malam, dan saat itulah dajjal akan muncul.

Bagaimana kalian menghabiskan akhir tahun dan mengawali tahun baru dengan pesta yang meriah sepanjang malam? Sementara saudara kita di Palestina syahid diserang oleh tentara-tentara zionis. Apakah kalian tidak mendengar bagaimana kabar saudara2 kita di Suriah? Di Yaman? Dan seluruh penjuru dunia yang lain. Mereka dipenjara, perempuan2nya diperkosa lalu dibunuh. Lalu masihkan kita euforia menyambut tahun baru? Meninggalkan shalat? Meninggalkan Al Quran? Pergi ke jalan-jalan ibu kota dan lalai dalam kemaksiatan? Mengikuti apa yang dirayakan oleh kaum majusi, yahudi dan nasrani? Melupakan saudara-saudara kita yang dihujani tembakan dan bom?
Masih ada pintu untuk bertaubat. Kita masih punya kesempatan untuk kembali kepada Allah tanpa dosa.
Inilah resolusi kita. Siapkan iman Islam kita. Perkuat ikatan ukhuwah kita. Berjamaah.
Dan jika selama ini kita lalai, yuk semangat beribadah. Istiqamah. Pertahankan iman Islam kita.
Kesulitan-kesulitan yang kita alami saat ini akan Allah ganti menjadi kemudahan-kemudahan di akhirat kelak. Pahalanya besar di sisi Allah. Jika kita berjuang istiqamah mempertahankan iman Islam kita, menjalankan syariat-Nya dan mengikuti sunnah Nabi, maka pahalanya setara dengan 100x mati syahid.
Banyak di antara orang-orang saat ini mengganti amal Akhiratnya dengan dunia. Maka kita harus berusaha menjadikan Dunia ini sebagai ladang amal untuk akhirat kelak.

Sumber: Teh Nenshi MAMT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar