Selasa, 26 Februari 2019

3 Cara Membuat Kesan Pertama (First Impression) yang Baik Agar Orang Terkesan


Dalam ilmu psikologi, kesan pertama (first impression) diartikan sebagai kejadian yang terjadi ketika satu orang bertemu dengan orang lainnya dan membentuk gambaran mental (mental image) terhadap orang tersebut. Beragam penelitian telah membuktikan bahwa untuk membentuk kesan pertama kita terhadap orang lain tidak dibutuhkan waktu yang lama. Orang lain membentuk opini tentang Anda pada 4 menit pertama dari 60-80% pengaruh yang Anda berikan bersifat non-verbal dan sisanya adalah intonasi. Bagi seorang pelaku bisnis, profesional, ataupun pengajar yang melibatkan bertemu dengan orang lain dalam pekerjaannya, kemampuan untuk menampilkan kesan pertama yang baik di awal perjumpaan dengan orang lain merupakan hal yang penting untuk mendukung karir.

Pada umumnya, kebanyakan orang beranggapan bahwa kesan pertama hanya dibentuk melalui tampilan visual saja. Namun saya belajar Bu Octorina Basushanti, seorang dokter, hipnoterapis, grafolog, dan juga praktisi body language mengajarkan bahwa kesan pertama yang dipresepsikan orang lain terhadap diri kita dibangun oleh 3 hal: Visual Impression (Impresi Visual), Auditory Impression (Impresi Pendengaran) dan Olfactory Impression (Impressi Penciuman).

Visual Impression merupakan gambaran mental yang dibentuk seseorang mengenai presepsinya secara visual terhadap tampilan fisik dan perlengkapan pendukung yang dikenakan orang yang ditemuinya. Impresi ini dibangun melalui:
·         Ekspresi Wajah, bagaimana tampilan ekspresi wajahnya, apakah sedang marah, senang, sedih, dsb.
·         Kesesuaian Buasana, apakah busana yang dia gunakan sesuai dengan aktivitas yang sedang dikerjakannya atau tempat yang didatangi
·         Outfit, bagaimana pakaian yang dikenakan di badannya
·         Make Up, apakah riasan wajah yang digunakan mendukung penampilannya (jika menggunakan)
·         Gaya Rambut, bagaimana gaya rambutnya. Dari gaya rambut juga dapat dibentuk gambaran mental mengenai profesi atau aktivitasnya. Misalkan orang yang dijumpai memiliki gaya rambut cepak tentara, maka dia dapat dipresepsikan berprofesi sebagai polisi, tentara atau bergerak di bidang kemiliteran. Atau orang yang berambut gondrong bisa dipresepsikan sebagai seniman.
·         Aksesoris, bagaimana aksesoris yang digunakannya. Apakah sesuai atau berlebihan?

Indra selanjutnya yang digunakan dalam membangun kesan pertama terhadap orang lain adalah indra pendengaran, yang membentuk Auditory Impression. Impresi yang terdengar ini meliputi:
·         Menyapa, bagaimana nada sapaan yang diutarakan orang tersebut
·         Menyebutkan nama 2 kali dalam 15 detik pertama, apabila kita dapat menyebutkan nama orang yang baru ditemui sebanyak 2 kali dalam 15 detik pertama ketika perjumpaan maka orang tersebut dapat memiliki presepsi yang lebih baik terhadap diri kita.
·         Artikulasi, bagaimana mengucapkan kata-kata
·         Audible (kejelasan perkataan), apakah perkataan yang diucapkan jelas terdengar
·         Vokal, bagaimana nada, volume dan warna suara yang diucapkan
·         Pelafalan, kesesuaian pelafalan huruf atau kata
·         Intonasi, bagaimana pengucapan tinggi rendahnya nada pada kalimat yang diucapkan.

Selain kedua impresi yang telah disebutkan, ada juga impresi yang ditangkap oleh indra penciuman yang tidak kalah pentingnya, yakni Olfactory Impression. Aroma atau bau yang dikeluarkan tubuh memiliki peran penting dalam membangun kesan pertama yang baik terhadap orang lain. Indra penciuman kita bisanya menangkap bau-baru berikut:
·         Penciuman, adakah aroma khusus yang tercium dari orang yang pertama kali ditemui tersebut
·         Higenitas, merupakan faktor kebersihan diri yang dapat memicu timbulnya aroma tidak sedap apabila ada hal yang tidak diperhatikan dengan baik, meliputi:
Ø  Bau Badan
Ø  Bau Mulut
Ø  Bau Telinga
Ø  Bau Kepala
Ø  Bau Rambut
Ø  Bau Pakaian
Ø  Bau Kaos Kaki
Ø  Bau Sepatu
·         Harum, apakah kita menggunakan wewangian yang cocok.

Tiga jenis impresi yang diterima panca indera ini merupakan faktor-faktor penting yang harus diperhatikan untuk dapat membangun impresi yang baik terhadap klien, murid, tim kerja atau orang yang pertama ditemui. Jadi impresi yang penting tidak hanya visual saja. Hal detil seperti menjaga kebersihan dan kerapian diri pun perlu diperhatikan. Dengan mengetahui setiap jenis impresi yang dapat mendukung gambaran mental di benak orang lain ini, semoga kita dapat membuat impresi yang sesuai dengan harapan ketika bertemu dengan orang baru. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar