Rabu, 13 Maret 2019

5 Kesalahan Tata Bahasa yang Sering Dilakukan MC dan Cara Menghindarinya

Membiasakan yang betul dan membetulkan yang biasa”
- Lusy Luksita -

Cara termudah untuk belajar menjadi Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara pemula adalah dengan meniru cara bicara MC-MC profesional yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Kita dapat meniru gaya bicara, kata-kata indah, pakaian dan riasan, serta bahasa tubuh para MC yang sudah lebih dulu bergelut di dunia pembawaan acara untuk diadaptasi menjadi gaya sendiri. 

Dalam mengamati cara berbicara dan bahasa, perlu ada catatan khusus terutama dalam pola bahasa. Bagi MC yang sering tampil sekalipun memungkinkan ditemui kesalahan dalam tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia. Kesalahan ini cukup fatal karena seringkali terbiasa di dengar oleh masyarakat, dan akhirnya audiens mengganggap hal tersebut sebagai yang betul. Padahal sudah seharusnya kita berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hingga guru saya di public speaking, Lusy Luksita, mengajarkan untuk selalu komitmen dalam membiasakan hal yang benar dan kalau ada orang yang melakukan kesalahan karena terbiasa tidak segan untuk mengingatkan.

Pemilihan Kata yang Tepat dapat Membuat Acara Lebih Kondusif dan Audiens Lebih Tertarik

Sebagai pembawa acara, ada 5 kesalatan berbahasa yang sering dijumpai dan berikut tips untuk menghindari kesalahannya:

1.       Kepada yang terhormat, bapak kepala sekolah. Kepada yang terhormat, bapak walikota. Kepada yang terhormat bapak gubernur
Ketika memberikan sapaan dalam acara formal atau semi-formal, seringkali terdengar sang pembawa acara mengucapkan kata “terhormat” beberapa kali. Padahal imbuhan depan ‘ter’ merupakan superlatif yang berarti paling. Di acara tersebut seharunya hanya satu orang atau satu pihak yang pantas menyandang gelar terhormat (paling dihormati). Tamu kehormatan lainnya dapat disapa dengan “yang saya hormat”. Saat menyapa tamu undangan sebaiknya mulai dari yang jabatan atau yang posisinya paling tinggi. Oleh karena itu bentuk kalimat sapaan yang tepat pada acara peresmian gedung baru di sekolah seperti contoh di atas seharusnya: “Kepada yang terhormat, bapak Gubernur; yang saya hormati, bapak walikota; dan yang saya hormati bapak kepala sekolah.”

2.       Waktu dan tempat kami persilakan
Artinya sang MC mempersilakan waktu dan tempat untuk maju atau berbicara. Padahal yang seharusnya dipanggil adalah orang yang akan memberikan sambutan atau menyampaikan materil. Jadi kalimat yang benar adalah “kepadanya kami dipersilakan”, atau bisa juga seperti ini “Selanjutnya adalah sambutan dari ketua acara, kepada Bapak (nama) kami persilakan”.

3.       Menyingkat waktu
Waktu merupakan satuan yang tidak bisa dipercepat ataupun diperlambat. Semua orang sama-sama memiliki waktu 24 jam dan 1 detik bagi satu orang sama dengan 1 detik bagi orang lainnya. Maksud dari kalimat di atas adalah untuk membuat acara berjalan lebih cepat dan memotong hal yang tidak efektif. Jadi kalimat yang tepat adalah “untuk mengefektifkan waktu”.

4.       Maju ke atas panggung
Dalam tata bahasa Indonesia, frase ini merupakan majas pleonasme, artinya menggunakan kata-kata yang maknanya sama sehingga terkesan tidak efektif. Alternatif kata yang dapat digunakan untuk memanggil pembicara adalah “hadir ke panggung” atau memberikan keterangan tempatnya langsung seperti “naik ke podium” atau “naik ke panggung”.

5.       Paska acara dan Paskasajana
Ada beberapa kosakata serapan bahasa Indonesia, yang sering kali kurang tepat pembacaannya. Salah satu kata yang sering salah baca adalah kata “pasca”, yang berarti setelah, dibaca ‘paska’. Huruf c pada kata ‘paska’ dibaca sebagai huruf ‘k’. Padahal bahasa Indonesia dibaca sesuai dengan tulisannya. Apabila tertulis ‘pascasarjana’ maka pembacaannya pun ‘pascasarjana’ dengan menggunakan huruf ‘c’. Sama seperti kata ‘cuci’ yang kita baca sebagai ‘cuci’, bukan ‘kuki’.  

Dalam membawakan acara berbahasa Indonesia, keterampilan linguistik merupakan salah satu hal yang dapat mendukung penampilan. Oleh karena itu dengan menghindari 5 kesalahan umum dalam tata bahasa yang biasa dijumpai, kita dapat menjadi pembawa acara yang kompeten dan berkualitas baik.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar