Sabtu, 09 Maret 2019

Friendship From Indonesia: Membangun Madrasah di Kamboja Sebagai Simbol Persahabatan


Kamboja merupakan destinasi wisata ASEAN yang menarik karena adanya Angkor Wat, salah satu bangunan religi yang pernah masuk 7 keajaiban dunia. Namun, banyak yang belum tahu bahwa di negara ini terdapat etnis minoritas, bernama Champa, yang mayoritas sudah memeluk agama Islam. Jika masih ingat, di buku sejarah pernah dicatat bahwa ada ada putri kerajaan Champa yang menikah dengan raja Sriwijaya.  

Bersama dengan beberapa relawan lainnya dari tanah air, Kami berencana memberikan donasi dari masyarakat Indonesia dalam rangka pembangunan madrasah di daerah Memot. Lokasinya adalah di Desa Sanprobey, Provinsi Thbong Khmum, sekitar 6 jam perjalanan darat dari Phnom Penh. Donasi sendiri sebelumnya telah dikumpulkan melalui kitabisa.
Relwan Program Friendship From Indonesia (FFI) bersama Banana Pirates

Selain memberikan donasi, para relawan juga mengadakan sesi berbagi kepada anak-anak di sana dalam bentuk pengajaran bahasa Inggris dasar, kesehatan & kebersihan, budaya Indonesia dan praktik sederhana dari barang-barang di sekitar kita. Termasuk kami juga mengenalkan permainan tradisional Indonesia kepada adik-adik Champ. 

Sesi Belajar dan Bermain dengan Anak-Anak 

Awalnya kami mengalami kendala bahasa karena jarang ada masyarakat yang dapat berbahasa Inggris ataupun Melayu. Alhamdulillah selama kegiatan kami banyak dibantu oleh Rofiq, mahasiswa asal Champa yang sedang kuliah di Phnom Penh dan bisa berbahasa Inggris; Mas Salam, pemuda lokal yang pernah mondok di Malang selama 4 tahun; Served Babeh Maher, warga asal Champa yang pernah bekerja puluhan tahun di KBRI Kamboja yang berperan sebagai penyambung lidah kami dengan masyarakat di sana.

Sambutan yang Hangat dari Warga Desa

Walaupun belum banyak yang dapat kami berikan, sambutan warga Memot blood luar biasa, mulai dari ketika kami datang di malam hari susah disambut sekampung bak lebaran, disajikan berbagai makanan khas yang lezat, hingga berusaha berkomunikasi walau ada penghalang bahasa. Semoga madrasah yang sedang dibangun ini dapat menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Kamboja, terutama masyarakat muslim di Kampong Cham. 

Unpun ya (thank you) IFS & Banana Pirates! Semoga kita bisa berkolaborasi & bersinergi kembali. Salam 5 jari dari Kamboja! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar