Minggu, 17 Mei 2020

Persiapan Wawancara Kerja: Siap Menjawab Sebelum Ditanya



Tahapan wawancara dalam proses seleksi pekerjaan merupakan tahap yang krusial untuk menentukan apakah seorang pelamar dapat diterima di pekerjaan yang dilamar atau tidak. Bagi pemberi kerja, wawancara bertujuan untuk menilai apakah sang kandidat cocok dengan pekerjaan, tim, dan organisasi tempat dia akan bekerja nantinya. Bagi pelamar kerja, tahap ini merupakan kesempatan terbaik untuk “menjual diri” dan meyakinkan pewawancara bahwa dia merupakan orang yang tepat. Namun, dari pengalaman saya bekerja di bagian Human Resouce (Sumber Daya Manusia), banyak kandidat yang tidak dapat menampilkan diri terbaik mereka Ketika interview. Alasan terbesarnya karena belum mempersiapkan wawancara dengan baik.

Tulisan ini bertujuan memberikan satu tips yang dapat digunakan untuk mempersiapkan diri sebelum wawancara agar dapat memberikan jawaban-jawaban terbaik atas pertanyaan yang diajukan oleh pewawawncara. Tip agar siap menjawab sebelum ditanya saya dapatkan dari Mas Taruna Perdana, salah satu mentor saya di Ganesha Public Speaking. Beliau pernah berbagi mengenai persiapan job interview bulan Mei tahun 2019 lalu. Mas Taruna memberikan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul ketika wawancara dan menyarakan untuk menuliskan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut terlebuh dahulu.

Pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ditanyakan meliputi pertanyaan pribadi, pengalaman, hingga logika berpikir. Cara menuliskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya buat table dengan tiga kolom yang memuat daftar pertanyaan, jawaban dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Alasannya karena sering juga wawancara dilakukan dengan Bahasa Inggris. Berikut contoh tabel pertanyaan-jawaban.

Pertanyaan
Jawaban
Answer
Ceritakan diri Anda
Alur cerita
Tell the story
Apa kelebihan dan kekurangan Anda?
·  Poin 1
·  Poin 2
·  . . .
·  Point 1
·  Point 2
. . .
Bagaimana Anda menghadapi kesulitan dalam pekerjaan sebelumnya?
·  Situasi
·  Pekerjaan
·  Aksi
·  Hasil
·  Situation
·  Task
·  Action
·  Result
. . .
. . .
. . .

Cara menjawab yang saya lakukan adalah menuliskan secara poin-poin dan konten penting dari cerita. Saya juga menggunakan metode STAR (Situation-Task-Action-Result) untuk menjawab pertanyaan dengan tipe menggali pengalaman. Kita tidak perlu menuliskan narasi lengkap, karena tujuannya bukan menghafal. Cukup dengan mencantumkan poin penting yang dapat menjadi anchor (jangkar) untuk memanggil kembali memori. Dengan metode ini, kita dapat membuat alur berpikir kita lebih terarah dan menceritakan secara lengkap dan singkat tentang keadaan yang dialami.

Manfaat terbesar yang saya rasakan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah mengenal diri sendiri. Dari jawaban yang saya tuliskan, saya bisa mengenal diri lebih dalam dan mendapatkan gambaran lebih dalam soal profil diri. Manfaat lainnya, yang dapat menjadi penolong ketika wawancara, yakni kita dapat menjadi lebih percaya diri dan siap. Saya tidak menjamin bahwa semua pertanyaan yang ditanyakan oleh interviewer dapat kita siapkan sebelumnya. Di beberapa kesempatan, kandidat juga sering ditanyakan mengenai bertanyaan teknis pekerjaan dan pengetahuan umum. Tapi setidaknya jika kita telah menyiapkan jawaban-jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan, kira-kira 60-80% pertanyaan ketika wawancara sebenarnya dapat kita jawab.

Daftar pertanyaan yang sering keluar Ketika wawancara kerja dapat diunduh pada tautan berikut:

Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja (Link Download di Atas)

Selamat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas untuk persiapan wawancara ya. Pastikan Kamu menjawabnya dengan jujur! Semoga sukses atas pencarian pekerjaannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar