Rabu, 30 September 2020

Anime Run with the Wind: Belajar Kegigihan dari Tim Pelari Hakone Ekiden

 Gambar 1. Poster Anime Run with the Wind

Salah satu anime yang memberikan kesan mendalam bagi saya adalah Run with the Wind (Kaze ga Tsuyoku Fuiteiru). Anime ini menceritakan tentang sekelompok mahasiswa yang ingin mengikuti Hakone Ekiden, sebuah lomba maraton prestisius tingkat universitas di Jepang.

Rute maraton ini mulai dari Tokyo ke Hakone, kemudian kembali lagi ke Tokyo. Panjang total lintasan sekitar 200 km, yang dibagi menjadi 10 bagian. Maraton ini dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 2 dan 3 Januari setiap tahunnya. Selain jaraknya yang jauh dan pelaksanannya di musim dingin, tantangan pada maraton ini juga adalah terjalnya pengunungan di Hakone.

Gambar 2. Rute Hakone Ekiden

Dalam 23 episode, seri anime ini menceritakan perkembangan tiap karakter mulai dari tim yang amatur, latihan rutin, seleksi untuk mengikuti kompetisi, hingga mengikuti lomba lari yang mereka impikan. Hakone Ekiden diikuti oleh 10 orang pelari. Pada seri ini, masing-masing pelari ditampilkan dengan proporsi dengan pas dan diceritakan perkembangan karakternya dengan apik.

Gambar 3. Sepuluh Orang Pelari Hakone Ekiden dari Kansei University

Salah satu hal yang saya pelajari adalah bagaimana kegigihan tiap anggota dalam berlatih hingga akhirnya mendobrak batasan masing-masing. Dari 10 orang dalam tim yang diceritakan, hanya 2 orang yang merupakan pelari handal, selebihnya adalah pemula. Salah satunya adalah karakter yang bernama Ouji (Prince) yang merupakan seorang Otaku & jarang berolahraga. Pada awalnya Ouji membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk lari sejauh 5 km, itupun dengan susah payah. Dengan berlatih dengan rutin dan meningkatkan ritme perlahan, akhirnya ia dapat menembus batasan lari 5 km di bawah 15 menit.

Anime ini tidak memiliki sihir, kekuatan super, ataupun atribut fantasi lainnya. “Run with the Wind” mengangkat tema olahraga berlari yang aturannya pun relatif lebih mudah dibandingkan olahraga-olahraga tim lainnya. Animasi ketika para tokohnya berlari disajikan dengan mulus. Indahnya penyajian anime ini juga didukung dengan musik yang selaras dengan adegannya dan sudut-sudut pengambilan gambar yang hampir mustahil apabila dilakukan dengan kamera pada film live action. Dalam setiap episodenya sisi emosional penonton akan disentuh, apalagi pada beberapa episode terakhir ketika tim lari mengikuti Hakone Ekiden.

Gambar 4. Mengoper Slempang Saat Maraton

Awalnya saya tidak terlalu suka anime bertema olahraga, lebih suka tema fantasi & isekai. Tapi setelah menonton seri ini, jadi terbuka untuk menonton anime dengan genre sport lainnya. Selain itu saya jadi lebih termotivasi untuk olahraga. Selain itu, sekali-kali saya jadi ingin menonton Hakone Ekiden langsung di Jepang ketika musim dingin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar