Langsung ke konten utama

3 Kegalauan Mahasiswa Ketika Menulis CV

 Salah satu kegalauan terbesar bagi mahasiswa adalah bagaimana menyusun CV yang baik agar dapat diterima pada pekerjaan yang diinginkan. Saya mendapatkan undangan untuk sharing mengenai pembuatan CV kepada teman-teman di HIMATIKA UNILA (Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Lampung) pada kegiatan Studi Ekskursi 2022. Merupakan sebuah kehormatan untuk dapat belajar bersama teman-teman HIMATIKA UNILA pada acara tersebut.

Cara Menyusun CV yang Baik
Poster Acara Studi Ekskursi HIMATIKA UNILA 2022

Materi sesi sharing ini dibagi menjadi framework Curriculum Vitae, atau resume, accomplishment statement, dan membangun portfolio. Bagian pertama membahas mengenai komponen-komponen yang perlu dicantumkan di lembar riwayat hidup, hal yang perlu dilakukan dan sebaiknya dihindari, kesalahan umum yang banyak dijumpai pada profil diri pelamar kerja, dan poin-poin yang menjadi penilaian dari CV. Bagian kedua menelusuri tentang accomplishment statement, yang merupakan jantung dari CV. Bagaimana menuangkan pengalaman organisasi atau pengalaman kerja dalam CV agar tidak hanya menulis aktivitas generik seperti job description dan membuat pengalaman lebih powerful dibedah pada bagian ini. Ada juga studi kasus dari contoh-contoh CV mengenai hal yang sudah efektif dan bagian yang masih dapat ditingkatkan. Terkahir sesi presentasi ini bercerita mengenai rekam jejak digital serta membangun porfotolio yang baik selagi masih menjadi mahasiswa.

Cara Menulis CV yang Baik
CV Tidak Menjamin untuk Mendapatkan Kerja, Namun CV yang Baik bisa Meningkatkan Peluang untuk Dipanggil Wawancara

Dari kesempatan berbagi selama 1,5 jam ini, tidak hanya teman-teman mahasiswa yang belajar, tapi saya juga banyak mendapatkan insight. Pertama, saya menyadari bahwa mahasiswa yang baru membuat CV, biasanya mencantumkan informasi mulai dari Sekolah Dasar serta detil identitas diri yang bisa jadi tidak terlalu relevan seperti golongan darah dan agama. Kedua, pertanyaan yang diajukan mereka banyak seputar format penulisan CV, seperti tulisan yang digunakan, desain CV, hingga perlu mencantumkan foto atau tidak.

Ketiga, untuk menuliskan statement of accomplishment ada dua kutub yang berlawanan. Satu sisi ada yang kebingungan bagaimana menuliskan pengalamannya yang banyak dan pada ekstrem lainnya galau mau menuliskan apa karena selama ini menjadi mahasiswa kupu-kupu saja (kuliah-pulang kuliah pulang). Pada bagian pengalaman, sebagian besar peserta selama ini hanya mencantumkan posisi atau jabatan beserta organisasinya. Jarang sekali ada yang mencantumkan detil pengalamannya. Kalaupun ada yang dituliskan merupakan deskripsi kerjanya saja, bukan pencaiapan yang dilakukan yang membuat sang kandidat berbeda dengan orang lainnya pada posisi yang sama.

Setelah acara, panitia membuat challenge bagi peserta untuk mendapatkan kesempatan untuk di-feedback CVnya. Kalau hanya mendengarkan materi bisa saja lupa dan tidak diaplikasikan. Namun kalau langsung dipraktikan dan juga mendapatkan masukan terhadap apa yang ditulisnya, bisa membuat mahasiswa lebih ingat. Bahkan mungkin dapat juga menyalurkan ilmu ini kepada teman atau adik kelasnya kemudian.

Cara Menulis CV yang Baik
Foto Bersama di Akhir Sesi

Senang sekali bisa membagikan secuil pengalaman dalam menyusun CV yang dapat meningkatkan peluang untuk dipanggil wawancara. Saya belajar tentang tren yang terjadi dan kekhawatiran yang sering ditanyakan oleh mahasiswa sekarang mengenai menulis resume. Masukan ini dapat membantu untuk menyusun materi yang lebih baik lagi dalam menulis CV. Semoga bermanfaat dan sekali lagi terima kasih teman-teman HIMATIKA UNILA atas kesempatannya untuk berbagi. 

Komentar