Langsung ke konten utama

Menuai Hikmah Dibalik Pergantian Topik Skripsi

Sidang Tugas Akhir Teknik Industri ITB

 Mencari topik dan objek penelitian yang cocok merupakan tantangan tersendiri dalam mengerjakan skripsi atau Tugas Akhir (TA). Kalalu di jurusan Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa biasanya pilihannya antara sulit menemukan permasalahan pada sebuah industri yang dapat dikerjakan dengan metode penelitian yang kita sukai atau mendapatkan judul dan penelitian yang jelas namun perlu diselesaikan dengan metode yang kurang kita pahami atau belum pernah dipelajari. Ada juga sih beberapa kasus mahasiswa yang dapat menemukan perusahaan yang punya permasalahan yang kebetulan dapat diselesaikan dengan metode yang kita kuasai.

Salah satu tips untuk mengerjakan TA dengan lebih cepat adalah melanjutkan topik kajian dari Kerja Praktik (KP). Secara struktur kurikulum di jurusan Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa biasanya mahasiswa melakukan pemagangan pada libur semester 6 ke semester 7, kemudian mengambil mata kuliah Tugas Akhir I pada semester 7, hingga akhirnya merampungkan skripsi mata Tugas Akhir II di semester 8. Jika penelitian dari KP dapat berlanjut, saat mengerjakan TA 1 dan TA 2 tidak perlu mencari objek penelitian yang baru dan mengganti metode lagi.

Sedih Hati Saat Topik TA Berganti

Pada awalnya saya dapat melanjutkan penelitian dari KP untuk diangkat menjadi topik TA. Pada bulan Juni 2014, saya mengambil KP yang pertama di bagian IDeC (Innovation and Development Center) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dengan topik problem solving tentang pengembangan produk digital UStore dengan menggunakan metode Lean Start-Up. Pada waktu itu UStore merupakan toko aplikasi untuk mengunduh aplikasi lainnya, kurang lebih mirip seperti Playstore and Apple Store, namun khusus untuk pengguna operator Telkomsel. Pembelian aplikasi berbayar pun dapat langsung menggunakan salso pulsa.

Kajian tentang pengembangan produk relevan dengan body of knowledge jurusan Manajemen Rekayasa sehingga saya memutuskan untuk melanjutkan penelitian dari KP ke mata kuliah TA 1 pada semester berikutnya. Namun sayangnya pada bulan Februari 2015 Telkom menutuskan untuk menonaktifkan UStore dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya karena penggunanya hanya terbatas pada pengguna jaringan internet dari Telkom saja. Padahal sudah ada basis masa yang cukup banyak yang rutin menggunkan aplikasi ini.

Kuliah Kerja (Kulker) Teknik Industri ITB Ke Bali
Kuliah Kerja ke Bali bulan Januari 2015, Liburan Terakhir Bersama Teman Angkatan Sebelum Sibuk Dengan TA Masing-Masing

Keputusan tersebut membuat saya terpaksa tidak dapat melanjutkan penelitian Tugas Akhir dengan topik digital product development untuk UStore dari Telkom. Jikalau dipaksakan untuk dilanjutkan karena sudah setengah jalan akan percuma karena ketika sidang akan di­tanya apa manfaat dari penelitian ini kalau produknya tidak ada.

Berganti Topik Ternyata Tidak Sendiri

Pergantian topik TA ini tidak hanya terjadi pada saya di kelompok bimbingan Bu Hasrini Sari. Fathkia, mahasiswa jurusan Manajemen Rekayasa angkatan 2011 juga, akhirnya harus mengganti topik karena regulasi pemerintah. Fathki mengangkat topik strategi campaign untuk membuat orang mau berhenti menggunakan BBM (Bahan Bakar Minyak) subsidi. Harapannya dengan semakin orang beralih ke bahan bakar non-subsidi beban negara untuk membayar subsidi energi kepada masyarakat ini bisa berkurang. Sayangnya setelah Tugas Akhir sudah lebih dari separuh jalan ada kebijakan dari pemerintah mengenai pencabutan subsidi BBM. Harga premium, pertalite, dan sebagainya akan mengikuti naik turunnya harga pasar. Sama seperti kasus saya, jika dilanjutkan riset TA Fathki tidak akan berdampak karena tidak ada lagi BBM subsidi.

Asisten Laboratorium Inovasi dan Pengembangan Sistem Perusahaan LIPSP ITB
Mengerjakan TA Bersama sambil Persiapan Praktikum

Di waktu perlu mencari topik yang baru saya sempat kecewa dan galau karena membayangkan harus mengulang TA dari awal dan mungkin menunda kelulusan. Tetapi saya bersyukur karena pembimbing kami, Bu Sari, menawarkan topik TA dan objek penelitian yang baru. Saya memulai penelitian tentang faktor-faktor yang memengaruhi intensi pembeli untuk melakukan transaksi online. Fatkhi tertarik untuk membuat perancangan produk sepatu piezoelektik, sepatu yang dapat menghasilkan daya listrik ketika dipakai berlari.

Pada tahun 2014 orang sudah mulai mengenai belanja daring tapi belum ada marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukapalak. Biasanya pembelian melalui obrolan di BBM (Black Berry Messanger), transaksi di website, atau Forum Jual Beli (FJB) Kaskus. Masih banyak kasus penipuan, ketika pembeli sudah transfer tapi penjual tidak kunjung mengirimkan barangnya. Salah satu solusi kalau belanja di FJB Kasus adalah menggunakan jasa Rekening Bersama (Rekber). Pembeli transfer dahulu ke Rekber, kemudian penjual mengirimkan barang.  Jika pembeli sudah menerima barulah rekber memindahkan dana ke rekening penjual. Tapi tetap saja ketakutan untuk berbelanja di internet masih tinggi.

Bersuka Cita Mengerjakan TA

Riset mengenai belanja online saya jalani dengan senang hati. Metode yang digunakan merupakan market research yang telah dipelajari di mata kuliah Riset Pasar dan Praktikum Manajemen Rekayasa II yang kebetulan merupakan mata kuliah dan praktikum favorit saya. Karena enjoy menjalankannya saya jadi melupakan kegalauan karena sempat berganti topik di tengah jalan. Selain menulis buku TA, penelitian ini juga dibuat dalam bentuk paper yang nantinya di-submit ke jurnal internasional.

Berkat bimbingan yang intens dari dosen pembimbing, bahkan seminggu dapat berkomunikasi untuk penulisan TA lebih dari sekali, akhirnya saya dapat sidang sarjana tanggal 10 September 2015 dan ikut kloter wisuda Oktober 2015 dengan mayoritas teman angkatan yang lain. Selain itu paper riset dapat dikonferensikan di seminar ilmiah internasional dan diterbitkan di jurnal yang kredibel. Sebelumnya tidak terbayang kalau ganti TA di tengah semester bisa tetap lulus 4 tahun, apalagi sampai publikasi paper.

Wisuda Oktober MTI 2015
Wisudawan/ti Keluarga Mahasiswa Teknik Industri Oktober 2015

Menemukan topik dan objek kajian yang sreg di hati menjadi seni tersendiri dalam mengerjakan TA. Kalaupun terpaksa harus mencari topik dan objek yang baru coba refleksikan apa yang bisa dikerjakan lagi. Dan siapa tahu bergantinya topik TA ini berdampak terhadap arah masa depan yang melebihi harapan. 

Komentar