Langsung ke konten utama

Jangan Sombong Saat Menulis

Kelas menulis 30DWC (30 Days Writing Challenge) selain memberikan tantangan untuk menulis tanpa henti selama tiga puluh hari berturut-turut, ada juga kelas-kelas upgrading tentang menulis. Kegiatan pengayaan kemampuan ini ada yang dipandu oleh mentor dan ada juga yang dikelola oleh sesama peserta. Materinya beragam, mulai dari kelas dasar seperti tanda baca dan penulisan kata, hingga sharing tentang menulis sebagai bentuk terapi psikologis dan menerbitkan buku.

Salah satu sesi materi penulisan yang saya ikuti membahas mengenai penggunaan huruf kapital berdasarkan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Pemakaian huruf kapital memiliki setidaknya tiga belas aturan baku. Saya pun mengajukan pertanyaan kepada pemateri tentang apakah ada saran agar dapat mengingat semua ketentuan dalam menulis.

Salah satu tanggapan dari persoalan tersebut adalah menyarankan untuk lebih banyak menulis. Dengan semakin sering membuat tulisan maka penulis perlahan-lahan akan terbiasa dengan ketentuan penulisan huruf dan tanda baca. Tentunya ketika menulis perlu sambil memperhatikan pedoman dan panduan yang standar.

Selain jawaban tersebut, ada juga respon yang cukup berkesan bagi saya. Kak Irfan (Jamal Irfani), salah satu mentor di 30DWC, selain bilang agar kita rajin nulis perlu juga tidak sombong. Kaidah penulisan memang relatif tidak sedikit. Akan berat jika harus diingat semuanya. Maka latihlah dengan sering menyusun tulisan. Ketika sudah menulis, tak jarang akan berjumpa kasus. Jika bertemu dengan aturan yang kita tidak yakin, jangan sombong untuk tidak membuka EYD kembali. Dengan semakin sering menulis, menemukan kasus, dan melihat kepada referensi panduan penulisan maka secara bertahap akan terbiasa menerapkan jurus-jurus penulisan ini.

Komentar