Umumnya manga terbit dalam bentuk chapter (bab) yang terdiri dari belasan hingga 20-an halaman setiap minggu atau setiap bulan. Jika sebuah manga sudah memiliki ratusan bab, maka dapat dipastikan sudah beberapa tahun berlalu sejak judul tersebut pertama kali dipublikasikan. Semakin lama manga tersebut terbit, biasanya fan juga semakin banyak.
Maraton Baca Manga
Bleach adalah satu satu manga legendaris yang memiliki basis penggemar yang besar. Manga karangan Tite Kubo-sensei ini pertama kali terbit tahun 2001. Pada masanya manga ini sempat mendapat julukan Big Three, bersama One Piece dan Naruto.
Adaptasi anime Bleach juga mendapat antusiasme yang tinggi dari para penggemarnya. Cerita dari manga ini ditutup dengan arc (bagian cerita) “Thousand Year Blood War Arc” (TYBWA) pada tahun 2006. Sayangnya anime Bleach pada tahun 2012 selesai diproduksi tanpa mengadaptasi arc terakhir dari manganya.
Setelah sepuluh tahun berlalu ada studio anime yang mengumumkan sedang menggarap adaptasi cerita TYBWA tersebut. Para fan dari manga bergenre shounen (remaja) ini amat girang karena akhirnya berkesempatan melihat tokoh-tokoh manga kesukaannya bergerak dan bersuara dalam bentuk tayangan film.
Visual Cerita TYBWA Bleach. Sumber: alphacoders |
Ketika pertama kali mengetahui tentang manga Bleach saya masih duduk di bangku SD. Saya tidak terlalu mengikuti jalan ceritanya. Namun karena rencana tayang anime ini pada tahun 2022 yang membuat media sosial dan media massa banyak memberitakan tentang ini, saya jadi penasaran ingin mengetahui ceritanya.
Besar kemungkinan saya akan kebingungan jika langsung menonton bagian akhir seri kisah Bleach tanpa mengetahui latar belakang, tokoh, dan alurnya. Oleh karena itu saya berencana melakukan maraton membaca manganya sebelum animenya tayang. Manga yang bercerita tentang Ichigo Kurasaki, seorang siswa SMA yang menerima kekuatan dewa kematian untuk kemudian menjadi pembasmi roh jahat, ini terdiri dari 686 chapter. Seluruh bab komik ini saya tamatkan dalam waktu kurang dari dua minggu.
Ichigo Kurasaki, si Tokoh Utama pada serial Bleach. Sumber wallpapers.com |
Cepatnya melahap cerita yang banyak ini malahan membuat saya hanya dapat mengingat sedikit dari apa yang dibaca. Dari sekian banyak tokoh yang dikenalkan sepanjang cerita, paling saya hanya dapat mengingat nama dari Ichigo, si tokoh utama, dan beberapa teman dekatnya. Beberapa bagian cerita sepertinya saya tidak terlalu memahami karena saat membaca sering melewatkan gelembung dialog (dialog bubble) yang dikatakan para tokoh.
Walaupun selama rangkaian maraton saya berasakan berbagai emosi mulai dari penasaran, sedih, haru, hingga bahagia, tetapi detil cerita tidak banyak yang tersimpan di memori jangka panjang. Dalam dua minggu itu saya ingat nama tokoh, karakter mereka, dan ceritanya. Namun setelahnya memori tersebut seolah menguap begitu saja.
Sistem SKS Mahasiswa
Saya jadi ingat kebiasaan mahasiswa yang melakukan SKS (Sistem Kebut Semalam) sebelum ujian. Saya pun pernah mencoba mengebut untuk mempelajari materi kuliah satu semester hanya dalam satu malam. Ketika ujian saya bisa mengingatnya. Setelah selesai kebanyakan materi tersebut terlupakan. Pernah saat semester berikutnya ketika mengikuti kuliah lanjutan sang dosen pengampu bertanya, “Bukankah materi ini sudah dipelajari semester lalu?” Saya pun mencoba menggali kembali memori tentang materi yang baru saja diajarkan dan diujikan pada mata kuliah sebelumnya.
Belajar secara instan ini mungkin hanya efektif untuk menghadapi ujian saja. Namun jika ingin memahami dan menyimpan pemahaman terhadap materinya dalam waktu yang lama, diperlukan proses belajar yang lebih stabil. Jika dicicil setiap pekan belajar akan terasa lebih ringan dan pemamahan berangsur-angsur terbentuk. Memang ada kasus anomali mahasiswa yang walau belajar sekali di malam sebelum ujian tetapi bisa ingat sampai seterusnya. Ada teman seangkatan yang kalau di kelas tidur dan hanya belajar sekali sebelum ujian, tetapi nilainya selalu bagus. Namun untuk kebanyakan orang proses belajar yang berangsur-angsur cenderung lebih efektif.
Seperti halnya maraton baca ratusan chapter manga yang membuat banyak lupa konten cerita, belajar materi kuliah dalam satu malam juga membuat setelah ujian bisa jadi tak banyak yang diigat. Belajar banyak materi dalam waktu singkat seringkali tidak efektif karena mudah terlupakan. Jadi lebih baik belajar sedikit-demi sedikit secara berkala untuk memupuk pemahaman yang dalam terhadap sebuah materi.
Komentar
Posting Komentar