Sejak kemunculan bayi yang menyala di daerah , Tiongkok, semakin banyak orang yang terlahir dengan quirk (kekuatan super). Sekitar 80% populasi memiliki quirk yang berbeda-beda. Dengan memiliki kekuatan super sebagian orang memilih untuk jadi pahlawan, sebagian lainnya menjadi penjahat. Premis ini menjadi latar belakang cerita ‘Boku no Hero Academia’.
Izuku, sang tokoh utama, mengagumi pahlawan no. 1, All
Might. Sang anak berimpian ketika besar nanti ingin menjadi pahlaman yang bisa
menyelamatkan banyak orang. Quirk biasanya termanifestasi pada usia 4
tahun. Biasanya quirk sang anak merupakan turunan salah satu dari orang tuanya atau merupakan komposit dari keduanya. Walaupun ayah dan ibunya sama-sama memiliki quirk, Izuku dinyatakan oleh dokter tidak memiliki kekuatan super sama
sekali.
Setelah vonis dari dokter, digambarkan adegan Izuku yang
menonton video klip All Might dalam aksi heroiknya dan ia berkata ingin menjadi
superhero yang keren seperti idolanya. Sang ibu pun memeluk Izuku yang
sama-sama menangis sambil mengatakan ‘I’m sorry’ berulang-ulang.
![]() |
| Sang ibu yang meminta maaf berkali-kali karena melahirkan Izuku yang tanpa quirk. Sumber: Manga chapter 1 |
Padahal ketika itu yang Izuku ingin dengarkan dari ibunya
bukan perkataan maaf, tetapi dukungan dan pengakuan untuk menjadi pahlawan.
Sebagai pembaca saya menjadi turut sedih melihat kejadian
tersebut karena cukup dapat berempati dengan Izuku. Impian ingin jadi dokter
sejak kecil pupus karena ternyata saya memiliki buta warna parsial.
Di chapter pertama ini diceritakan bahwa Izuku yang bergerak
tanpa berpikir panjang untuk menolong Kacchan, temannya yang sedang diserang
oleh penjahat. Dari orang-orang yang ada di tempat tersebut hanya Izuku yang
penakut dan tanpa kekuatan super yang bertindak. Hal ini memotivasi All Might
yang sudah di ambang batas kekuatannya untuk bertindak juga mengalahkan
penjahat dan menyelamatkan Izuku dan Kacchan. Sang pahlawan terbaik di dunia
ini pun memuji keberanian Izuku dan berkata, “Kamu bisa menjadi pahlawan.”
![]() |
| Perkataan yang ingin didengar Izuku akhirnya keluar dari bibir idola hidupnya. Sumber: Manga chapter 1. |
Izuku pun duduk berlutut dan menangis. Ia mengingat
kata-kata maaf ibunya dahulu. Akhirnya kata-kata yang ingin ia dengarkan—‘You
can be a hero’—diucapkan oleh sosok yang amat diidolakannya. Adegan ini
juga menjadi salah satu adegan ikonik dalam animenya. Apalagi dengan
dilatarbelakangi musik instrumental ‘You can be a hero too’ yang ikonik dari serial superhero
ini.
![]() |
| Adegan paling ikonik di serial Boku no Hero Academia. Sumber: Anime episode 2. |
Adegan ini merefleksikan apa yang dirasakan anak-anak dan apa yang mereka inginkan. Bukanlah permintaan maaf karena melahirkan, tetapi dukungan terhadap cita-cita merka. Potongan cerita dari anime ini menjadi pengingat bagi orang tua atau orang yang akan menjadi orang tua, hal terbaik yang bisa diberikan kepada buah hatinya adalah pengakuan, dukungan, dan cinta tanpa batas.




Komentar
Posting Komentar