Langsung ke konten utama

Mengajarkan Anak untuk Terjatuh dengan Baik

Serial Boku No Hero Academia memiliki spin-off yang berjudul ‘Boku No Hero Academia Illegals: Vigilantes’. Di dunia yang sekitar 80% populasi memiliki quirks (kekuatan super), cukup besar peluang orang-orang menyalahgunakan kelebihannya untuk berbuat perbuatan yang merugikan. Para hero (pahlawan) merupakan mereka yang menggunakan kekuatan supernya untuk menyelamatkan orang dan menumpas penjahat. Tidak semua orang dapat menjadi hero. Hanya mereka yang memiliki lisensi khusus yang dapat menggunakan quirks untuk kebaikan. Namun, ada saja warga biasa—yang tidak memiliki lisensi pahlawan—yang tetap menggunakan quirk mereka untuk melakukan peran yang sama. Mereka sering disebut sebagai vigilante. Sayangnya menurut sistem hal ini ilegal.

Koichi Sawamura, sang tokoh utama yang merupakan vigilante, memiliki quirk slide dan glide (meluncur dan melayang) yang memungkinkannya bergerak di permukaan tanah ataupun tembok vertical dengan mudah. Pada salah satu bagian cerita, ada pembajakan bis dan Koichi sedang menyelamatkan kakak kelasnya. Ketika melewati jalan tol, bis tersebut terjatuh di bagian jembatan yang rusak. Sebelum bisnya menghantam tanah, Kochi meluncur dengan tekad kuat yang membuatnya dapat terbang di udara,hingga akhirnya berhasil menyelamatkan kakak kelasnya.

Boku no Hero Academia Vigilantes
Koichi yang menemukan kekuatan baru saat keadaan terdesak. Sumber: chapter 18. 

Adegan berganti menuju ibunya Koichi yang sedang berdialog dengan Knuckleduster,  mentor Koichi, tentang flashback masa lalunya. Dulu Koichi bisa terbang. Namun karena sang ibu khawatir akan terbang ke mana anaknya, dia pun menggunakan quirk miliknya yang bernama fly swatter untuk menampar Koichi agar kembali ke tanah. Ketika sudah bersar, kemampuan terbang Koichi sempat menghilang. Niat ibunya baik, untuk menjaga Koichi. Akan tetapi niat baik ini bisa jadi berbalik yang berakibat menghambat si anak untuk mencapai potensi maksimalnya. Hingga akhirnya sang ibu sadar bahwa nanti ada waktunya bahwa tamparan tidak cukup untuk menjaga Koichi agar tidak terbang.

Boku no Hero Academia Vigilantes
Dialog antara sang ibu dengan mentor Koichi. Sumber: chapter 18. 

Knuckleduster membalas perkataan ibunda Koichi dengan kalimat yang cukup mendalam, “A parent can worry all they like, but every kid’s gotta fly sooner or later. All we can do is teach them how to fall right.

Walaupun cerita ini fiksi, tetapi di dunia nyata pun ada hal mirip dengan keadaan Koichi ini. Banyak orang tua yang memupuskan bakat dan minat anaknya sejak dini dengan dalih untuk keselamatan anak. Contohnya ada seorang anak yang suka melukis dan menggambar. Awalnya ketika SD si anak menekuni coretan-coretan pensil warna di kertasnya. Akan tetapi ketika beranjak lebih dewasa dan ingin masuk jurusan sosial, orang tuanya berkata bahwa karir sebagai seniman tidak akan cukup untuk hidup. Pilihlah karir yang lebih “jelas” seperti dokter dan insinyur. Waktu sang anak berkutat dengan alat gambar dan lukisnya pun menjadi sangat dibatasi agar ia bisa belajar Pelajaran yang “lebih relevan”.

Niat sang orang tua baik. Mereka ingin mengarahkan anak untuk memiliki profesi yang “dipandang baik” oleh masyarakat dan mungkin lebih mapan. Hanya saja caranya yang menguburkan minat bakat dan minat anak bisa jadi berdampak buruk ke depannya.

Apa yang dikatakan mentor Koichi dalam cerita cukup dapat dipertimbangkan. Hal yang dapat dilakukan orang tua adalah membiarkan sang anak terbang dan mengajarkan untuk jatuh dengan baik. Misalnya jika sang anak memperlihatkan minat dan bakat dalam seni, berilah dukungan dengan menyediakan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Selain itu jika ingin ikut perlombaan atau mempertunjukan karyanya, berilah kesempatan juga. Hal yang perlu diberikan adalah pendampingan jika belum berhasil atau mengalami kegagalan, bagaimana bisa menerimanya dengan baik, belajar dari pengalaman hingga bisa bangkit lagi.

Pilihan jurusan dan karir ada di tangan seorang anak. Tugas orang tua adalah mensuplai informasi dan membuka kesempatan untuk mengaksesnya. Misalnya orang tua dapat mengenalkan beragam profesi yang ada, mempertemukan dengan rekan atau kerabat yang memiliki profesi tertentu, mengajak kunjungan open house kampus, atau sekedar bercerita tentang macam-macam jurusan dan pekerjaan yang ada. Bebaskan anak memilih dan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dan beasiswa yang ia inginkan. Namun, jika belum berhasil di percobaan pertama, tetap berikan semangat dan ajarkan bagaimana menghadapi kegagalan dan agar bisa bangkit kembali dengan lebih kuat. 

Lebih dari apresiasi yang diberikan orang tua saat mendapatkan prestasi, hal yang lebih dibutuhkan anak adalah kehadiran dan pendampingan orang tua saat ia terjatuh hingga bisa bangkit kembali. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 Tebak-Tebakan Seru Beserta Jawabannya

Ketika berkumpul dengan teman-teman, obrolan bisa lebih asyik apabila ditambahkan tebak-tebakan seru. Beberapa orang menyebutnya tebak-tebakan kegoblogan karena seringkali jawabannya tidak logis. Di beberapa perguruan tinggi, seperti ITB, permainan ini popular untuk diajarkan taplok (tata tertib kelompok) atau mentor kelompok kepada mahasiswa baru ketika sesi orientasi kampus. Berikut adalah beberapa tebak-tebakan yang popular beserta jawabannya. 1. Black Magic Sebenarnya tidak hanya Black Magic, namun dapat berupa Blue Magic, Polkadot Magic , dll. Intinya, warna yang ditentukan oleh Game Master (GM). Istilah Game Master maksudnya orang yang memberi tebak-tebakan pada permainan. Biasanya GM akan dibantu oleh seorang asisten. GM akan disuruh menutup mata, kemudian orang lain memilih sebuah barang. Dengan dibantu asisten, GM akan berhasil menebak barang yang dipilih. Lalu GM akan bertanya bagaimana caranya. Jawabannya adalah asisten membantu GM menebak dengan menyebut...

Tips Membuat Cue Card MC yang Keren dengan Mudah, Murah, dan Tahan Lama

Bagi seorang pembaca acara (MC) cue card merupakan salah satu barang yang wajib di bawa untuk melancarkan penampilan. Biasanya sang pembaca acara menuliskan susunan acara, nama dan gelar pembicara, serta hal penting lain mengenai acara yang sedang dipandu. Cue card   (sebagian orang menyebutnya que card ) ini tidak hanya berguna bagi MC, tetapi juga bagi moderator atau public speaker untuk mencatat poin-poin penting yang akan disampaikan ketika berbicara. Ketika tes IELTS, bahkan kita akan diminta membuat cue card sebelum melakukan long speech selama 1 s/d 2 menit di tes speaking part 2. Cue card yang tidak disiapkan dengan baik seringkali akan mengganggu penampilan ketika di atas panggung, bisa karena ukurannya yang terlalu besar atau terlalu kecil, desainnya yang kurang menarik atau alasan lainnya. Pengalaman saya memandu sebuah acara sharing session di sebuah kompetisi keilmuan jurusan Teknik Industri beskala internasional, panitia membuatkan cue card yang seukuran ¾ kali ...

Contoh Teks MC & Naskah Acara Pelepasan Jenazah

Acara pelepasan jenazah merupakan acara penghormatan terakhir bagi seseorang yang berperan penting dalam sebuah organisasi. Acara ini umum ditemui di institusi pendidikan sebagai bentuk apresiasi dan tanda hormat bagi guru besar (profesor). Acara ini merupakan acara formal dengan suasana yang khidmat dan duka. Urutan acaranya biasanya terdiri dari: Kedatangan jenazah Sholat jenazah Pembacaan riwayat hidup Sambutan keluarga almarhum Sambutan dan pelepasan dari pemimpin Ucapan belasungkawa dari tamu Untuk memudahkan MC dalam memandu jalannya upacara pelepasan jenazah ini, berikut adalah script untuk MC. Bagian yang dicetak tebal dan miring tinggal diganti sesuai dengan konteks siapa yang wafat. Silakan disesuaikan dengan kebutuhan acara kawan-kawan. SCRIPT MC ACARA PELEPASAN JENAZAH (Nama lengkap dan gelar) Hari, tanggal 1.        Announcement Jenazah memasuki ruangan acara, hadirin dipersilakan untuk berdiri. Hadirin dipers...