Hari Jumat, 30 Januari 2026, saya bersama Raffi memilih untuk salat Jumat di Masjid Salman ITB. Sudah lama saya tidak Jumatan di masjid kampus ini. Untungnya perkuliahan belum dimulai jadi masjidnya tidak terlalu penuh jamaah. Sudah banyak fasilitas yang berubah menjadi lebih baik sejak terakhir kali saya mengunjungi masjid ini tahun 2023 silam.
Hal yang tidak berubah adalah khotib dan imam salat Jumat
yang juga mengundang dosen. Selain ustaz dan pemuka agama, orang yang sering
diundang untuk mengisi khotbah Jumat adalah para dosen dan cendikiawan. Saya
ingat pernah mendengarkan khotbah tentang teori relativitas di dalam Al quran
ketika masih kuliah. Ada juga Pak Acah (Prof. Kadarsah Suryadi) yang memberikan
ceramah tentang produktivitas serta Pak Icel (Prof. Yassierli) yang bercerita
tentang ergonomi dan kaitannya dengan Islam. Kalau ceramah yang saya belum
pernah mendengarnya secara langsung adalah katanya ada dosen yang memberikan
khutbah dengan menyinggung anime Naruto. Topik ini sempat viral di media
sosial.
Hari Jumat itu, penceramahnya adalah Pak Sanny (Prof. Teuku
Abdullah Sanny), dosen FTTM (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan) yang
juga pernah menjadi pembina UKA (Unit Kebudayaan Aceh) ITB. Dalam ceramahnya beliau
menjabarkan tentang puasa dalam berbagai agama dan kebudayaan, yang telah
dijalankan masyarakat Indonesia sejak lama.
Misalnya saya jadi tahu budaya menahan tidak makan dan minum yang sudah
dilakukan sejak masa pra-Islam di Tatar Sunda.
Sejak di UKA dulu, cerita-cerita beliau selalu menarik. Beliau
juga mengingatkan untuk mempersiapkan bulan Ramadhan yang sudah kurang dari 30
hari lagi agar bulan puasa ini dapat menjadi Ramadhan terbaik kita. Terakhir beliau
mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mendoakan korban banjir di Sumatera
dan agar pemulihannya bisa cepat dan tuntas.
![]() |
| Jamaah yang melakukan salat sunnah setelah salat Jumat |
Apa yang dilakukan Masjid Salman ITB ini—mengundang ilmuan
untuk memberikan ceramah—nampaknya juga sudah dilakukan banyak masjid lain, terutama
masjid kampus. Sebagai jamaah yang mendengarkan ceramah, selain diingatkan
untuk lebih bertaqwa juga mendapatkan ilmu baru yang mencerahkan.


Komentar
Posting Komentar