Manga hanya bisa menceritakan dalam gambar, yang seringkali hitam putih, dan dengan dialog bisu. Jika diadaptasi menjadi anime, cerita tersebut barulah bergerak dan bersuara. Merupakan suatu tantangan bagi mangaka (pengarang manga) untuk dapat menggambarkan rangkaian adegan yang seharusnya diiringi musik hanya dalam gambar di atas lembaran kertas. Nishi Osamu-sensei merupakan salah satu penulis yang berhasil menciptakan karya manga yang “bersuara”.
Cerita yang dikarang Nishi berjudul Mairimashita Iruma-kun. Ceritanya tentang Iruma, seorang remaja manusia yang pindah ke dunia iblis dan bersekolah di sana. Iruma yang merupakan manusia satu-satunya perlu berhati-hati agar identitasnya tidak ketahuan ditengah kerumunan iblis. Namun perlahan ia dapat beradaptasi dan juga bertahan hidup, dengan tetap menjaga rahasia kecilnya.
Salah satu bagian cerita yang menjadi favorit saya adalah music
festival. Setiap kelas di sekolah tersebut perlu menampilkan pertunjukan
musik. Iruma dan dua belas orang teman sekelasnya memutuskan untuk menampilkan
kolaborasi tarian dan musik di atas panggung. Mereka diceritakan berlatih
dengan keras dan tekun dibawah tuntunan wali kelasnya. Sempat terjadi konflik
yang resolusinya menjadi katalis pengembangan karakter sang tokoh utama dan bonding
dengan teman sekelasnya.
Chapter 168 menampilkan kulminasi dari persiapan dan
latihan Iruma ddk. Tarian musikal yang mereka tampilkan berjudul ‘Lilith’s Red
Carpet’, yang bercerita tentang perjalanan iblis bernama Lilith yang mencari
cinta sejati. Ia bertemu dengan beberapa pria yang punya berbagai kualifikasi
seperti kecerdasan, kekuatan, maupun harta. Namun, belum ada pria yang cocok
baginya. Setiap orang punya kekurangannya masing-masing. Misalnya kepada pria
yang membawa passion, Lilith berkata bahwa ia akan selalu memujinya, tanpa
menemukan kekurangannya. Contoh lainnya adalah bagi pria yang punya kepintaran
Lilith percaya bahwa sang pria akan selalu memberikan jawaban yang benar,
tetapi bukan petualangan.
![]() |
| Penampilan Kelas Iruma di Festival Musik Sekolahnya. Sumber: Chapter 168. |
Kegagalan-kegagalan Lilith dalam menemukan pasangan yang ideal
tidak membuat wanita tersebut berhenti dan menyerah. Ia percaya di luar sana
ada seorang pria yang membawa cinta sejati. Lirik lagu penutup yang dinyanyikannya
adalah, “I want to find a love that burns like fire.”
![]() |
| Purson sang pemain klarinet dan Elisabeth sang Lilith menjadi bintang utama pertunjukan. Sumber: Chapter 168. |
Seluruh halaman pada chapter ini dituliskan tanpa dialog box, yang biasanya tidak lepas dari manga untuk menuliskan dialog para karakter. Narasi dan liriknya langsung dituliskan di atas gambar. Hal ini membuat para tim penerjemah kewalahan untuk menggambar ulang dan menuliskan teks dalam bahasa lain. Namun hal ini membuat chapter ini berbeda dengan yang lainnya, tidak terasa seperti manga, tetapi seperti menyaksikan sebuah video. Teriakan dan sorak-sorai para penonton juga seolah-solah bisa terasa riuhnya walau hanya membaca.
![]() |
| Seruan antusias dari para penonton. Sumber: Chapter 168 |
Walaupun tidak ada musiknya, saya sebagai pembaca tetap dapat “mendengar” pertunjukan yang ditampilkan kelasnya Iruma ini. Di akhir halaman bahkan sang mangaka menuliskan ‘Thanks for watching’, bukan ‘Thanks for reading’, kepada para pembaca.
![]() |
| Ucapan terima kasih dari pengarang. Sumber: Chapter 168. |
Di bulan April 2026, anime Mairimashita! Iruma-kun akan
tayang musim ke-4. Ceritanya akan berfokus kepada penampilan festival musik ini.
Banyak fan yang menunggu-nunggu adegan musik ini hidup dengan musik, nyanyian,
tarian, dan warna. Semoga saja studio yang menggarapnya memberikan usaha
terbaik untuk menampilkan dansa dan musik yang memanjakan mata dan memuaskan
penggemar.




Komentar
Posting Komentar