Cerita dari My Hero Academia
Ada banyak bagian cerita yang menyentuh hati dari serial
manga dan anime favorit saya belakangan ini, Boku no Hero Ademia (BNHA).
Cerita tersebut ialah arc Star and Stripe.
![]() |
| Star and Stripe, superhero terkuat di Amerika Serikat. Sumber: Musim ke-7 Episode 1 |
Di dunia BNHA dikisahkan lebih dari 80% manusia memiliki quirk
(kekuatan super). Ada orang yang memanfaatkan kelebihannya untuk berbuat
keburukan dan merusak, sebagian lainnya memilih untuk menjadi pahlawan dan
menyelamatkan orang lain. Biasanya para hero dan villain ini
memiliki nama panggilannya masih-masing. Mirip seperti konsep superhero barat,
Bruce Wayne yang memiliki nama pahlawan Batman.
Penjahat utamanya bernama All For One (AFO) yang berniat
untuk meruntuhkan masyarakat yang sudah jenuh akan para pahlawan ini.
AFO memiliki quirk yang dapat mencuri kekuatan orang lani dan
menumpuknya untuk menjadi semakin kuat. Singkat cerita Jepang hancur. Pahlawan
nomor 1, Endeavor, tidak dapat mengalahkannya. Hero yang dianggap
sebagai simbol perdamaian, All Might, pun bertekuk lutut dihadapannya. Para hero
di negara ini meminta tolong kepada negara lainnya untuk mengirimkan
bantuan karena sudah tidak dapat melawan AFO.
Mendengar permintaan ini ada hero dari Amerika
Serikat yang berangkat dengan timnya untuk mencoba menaklukkan AFO. Ketika
negara lain masih keberatan untuk menugaskan para pahlawannya—mengirimkan
pahlawan terkuat yang menjadi aset negara sama dengan membahayakan keamanan
internal—hero bernama Star and Stipe ini pergi tanpa persetujuan.
Benar-benar menunjukkan semangat kebebasan Negeri Paman Sam ini. Star and
Stripe berangkat karena mendengar langsung bahwa permohonan bantuan ini datang
dari mentornya, All Might.
![]() |
| Star and Stripe yang berdiri di atas pesawat jet yang sedang menuju Jepang. Sumber: Musim ke-7 Episode 1 |
Sebelumnya dikisahkan bahwa All Might pernah melakukan
pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Di masa studinya, pahlawan yang bernama
asli Toshinori Yanagi ini pernah menyelamatkan seorang anak Perempuan dari
serangan villain. Sang anak perempuan, yang bernama Cathleen Bate
tersebut terinspirasi dari aksi heroik All Might dan menjadikannya sebagai
mentor mentalnya. Selain kekuatan fisik dan tekadnya yang kuat, Cathleen
memiliki quirk yang spesial juga untuk mendukungnya aksi-aksi
kepahlawannnya. Akhirnya Cathleen menjadi perempuan terkuat di dunia dan
pahlawan nomor 1 di Amerika Serikat, dengan nama pahlawan Star and Stripe.
![]() |
| Cathleen kecil yang diselamatkan All Might. Sumber: Musim ke-7 Episode 1 |
Singkat cerita All Might menyelesaikan masa pertukaran
pelajarnya dan kembali ke negara asalnya. Dia menjadi pahlawan nomor 1 dan
simbol perdamaian. Selama ada All Might, tingkat kejahatan di Jepang menurun
drastis dan kedamaian hadir di tengah-tengah masyarakat. Penjahat akan berpikir
berkali-kali untuk melanggar aturan atau mencelakakan orang lain selama ada All
Might. Di akhir karirnya, All Might memutuskan untuk menjadi guru SMA di tempat
tokoh utama dalam cerita ini bersekolah.
Tindakan yang dilakukan All Might ketika sedang studi di
luar negeri mungkin sederhana untuk ukuran pekerjaan pahlawan—mengalahkan villain
dan menyelamatkan warga sipil. Hal ini merupakan pekerjaan sehari-hari
seorang hero. Namun langkah kecil yang dia lakukan untuk Cathleen memantik
api semangat pada orang yang diselamatkannya hingga akhirnya menjadi orang
hebat di negaranya. Jadi ketika Jepang
dan All Might membutuhkan bantuan, Star and Stripe langsung meluncur ke negara
orang yang menginspirasinya untuk memberikan bantuan dan berkorban. Walaupun
akhirnya perempuan terkuat di dunia ini kalah melawan AFO dan quirk-nya
dicuri.
Sedikit Refleksi Personal
Membaca cerita Cathleen yang terinspirasi dari pelajar dari
Jepang hingga akhirnya menjadi orang hebat di Amerika ini cukup membuat saya
terharu. Aksi sederhana yang dilakukan ketika kuliah atau tinggal di luar
negeri dapat menginspirasi orang lain yang kemudian menjadi jembatan hubungan
antara kedua negara.
Saya membayangkan jika ketika tinggal di luar negeri saat
studi atau bekerja ada orang yang terinspirasi dari kita dan dapat tetap menjaga
koneksi. Jika suatu saat orang itu jadi orang hebat di negaranya, waktu
Indonesia butuh bantuan—seperti bencana di Sumatra lalu—dia bisa memberikan
bantuan ke Indonesia.
Inilah salah satu yang diharapkan dari pemberi beasiswa seperti
LPDP, Australia Awards, Chevening, dan Fullbright saat menseleksi kandidatnya.
Bagaimana setelah lulus para pelajar yang didanai kuliahnya ini menjadi agen
perubahan di lingkungannya dan tetap menjaga koneksi dengan orang-orang di
negara tempatnya belajar. Koneksi dan jaringan menembus batas negara.
Termasuk niatan mulia seperti inilah yang saya tangkap dari
program-program seperti IISMA (Indonesia International Student Mobility
Awards). Intensi awalnya memang bagus, tetapi pada pelaksanaannya terdapat
beberapa kekurangan. Hingga akhirnya banyak yang melabeli program ini seperti “membiayai
anak-anak mampu untuk jalan-jalan di luar negeri.” Padahal jika perencanaannya matang
dan pelaksanaannya dijalankan dengan baik akan banyak sekali manfaat yang
dirasakan, baik bagi peserta program ataupun untuk negara Indonesia yang
memberikan beasiswa.
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar