Sewaktu Agung (Agung Prawira Elang) berkunjung ke Bandung, saya mengajaknya jalan-jalan ke Lembang. Ini kali pertama dia berkunjung ke Kota Kembang. Saat menelusuri informasi destinasi wisata yang ada di Lembang dan berdiskusi dengan ChatGPT, ia menyimpulkan, “Lembang itu weekend getaway-nya orang Bandung ya.”
Saya mengingat-ngingat tentang Lembang dari memori saat kecil. Benar juga apa yang dikatakannya. Ketika kecil, saya sering bersama keluarga jalan-jalan ke Lembang hanya untuk makan kentang dan sosis goreng, kemudian membeli susu murni dari pabrik susu. Sesampainya di rumah, susu murni tersebut dihangatkan dan ditambahkan dengan bubuk cokelat dan sedikit gula. Rasanya minuman tersebut sudah nikmat sekali.
Bersama teman pun sering dilakukan kegiatan akhir pekan di Lembang. Malam keakraban atau kegiatan outing sering bertempat di vila-vila yang ada di dataran tinggi ini. Pernah juga ada aktivitas ospek ekstrakurikuler yang dilakukan di sana. Saat kelas X (1 SMA), saya dan teman-teman ekskul DKM (Dewan Keluarga Masjid) berjalan dari Parongpong ke Gunung Tangkuban Parahu seharian.
Beberapa tahun belakangan semakin banyak dibangun tempat-tempat baru di Lembang, mulai dari Farm House, The Lodge Maribaya, hingga Orchid Forest Cikole. Banyak juga tempat makan baru bermunculan di sekitar Kota Lembang. Fast food chain seperti McDonald dan Richeese pun membuka cabangnya. Semakin banyak orang luar kota berwisata ke Lembang, tak hanya akhir pekan.
![]() |
| Kawah Gunung Tangkuban Perahu di Lembang |
Udara Lembang yang sejuk memang membuatnya nyaman untuk jadi tempat wisata. Wisata alam kawah vulkanik di Tangkuban Parahu, hutan pinus di daerah Cikole, hingga pemandian air panas di Ciater membuat Lembang jadi pilihan yang menarik untuk jalan-jalan segala usia. Ditambah lagi pemandangan indah seperti perkebunan sayur dan kebun teh yang memanjakan mata.
Walaupun banyak tempat makan baru yang menarik untuk dicicipi dan tempat wisata baru untuk dikunjungi, saya tetap cenderung lebih suka tempat-tempat klasik. Ke Pasar Lembang untuk beli colenak, ketan bakar, dan jagung bakar, makan di Ayam Goreng Brebes atau Sindang Reret untuk makanan Sunda, dan ke Sari Ater untuk berendam air belerang. Salah satu alasannya mungkin karena memori masa kecil dibangun dari tempat-tempat tersebut.
Bukannya saya tidak mau mengunjungi tempat baru dan mencoba makan baru—saya tetap berkunjung ke Farm House dengan teman-teman—tetapi tempat wisata yang klasik bagi saya tetap menarik. Bagi orang Bandung, weekend gateway sesungguhnya ya mengunjungi kembali tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi sewaktu kecil di Lembang.

Komentar
Posting Komentar