Ada lagu-lagu yang sering diputar menjelang atau pada hari raya Idul Fitri. Warga Indonesia sering kali mengenalnya dengan “lagu lebaran”. Lirik lagu ‘selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin. Minal aidin wal fa’idzin, maafkan lahir dan batin’, sudah familiar di telinga kita. Tak hanya di Tanah Air, di negeri jiran pun lagu-lagu ini sering diperdengarkan.
Terkadang kita hanya mendengarkannya sepotong-sepotong. Ada lirik yang (mungkin) sengaja tidak dinyanyikan. Misalnya lagu Hari Lebaran gubahan Ismail Marzuki di atas ternyata ada lirik mengenai judi,
“Cara orang kota berlebaran lain lagi
Kesempatan ini dipakai buat berjudi
Sehari semalam main ceki mabuk brandi
Pulang sempoyongan kalah main pukul
istri
Akibatnya sang ketupat melayang ke mate
Si penjudi mateng biru dirangsang si
istri”
Mungkin lirik tersebut berangkat dari
fenomena sosial yang terjadi di masa ketika lagu itu dibuat. Kalau sekarang
orang kota cara berlebarannya mungkin lebih ke pamer outfit seragam keluarga
dengan tema warna tahun tersebut kunjung-kunjungan mencicipi makanan
tetangga dan kerabat.
Ada satu lagu yang juga berkesan ketika mendengarkan syairnya secara penuh. Kalau ini lebih ke kesan positif. Lagu ini adalah Baju Baru yang dinyanyikan oleh artis cilik Dhea Ananda. Lirik lagu ini tentang penerimaan dan keserhanaan. Tak apa kalau tidak ada baju atau sepatu baru karena yang lama masih bagus dan layak pakai. Tak apa kalau tidak memotong ayam, masih ada telur ayam yang bisa dimasak. Tak masalah kalau tidak sempat bikin kue, masih ada singkong goreng.
Reff-nya menabah penekanan tentang keserhanaan ini,
Hari raya Idul Fitri
Bukan untuk berpesta-pesta
Yang penting maafnya lahir batinnya
Untuk apa berpesta-pesta
Kalau kalah puasanya
Malu kita kepada Allah Yang Esa
Saya setuju sepenuhnya. Tak mesti beli baju dan sepatu baru setiap tahun. Kalau masih bisa digunakan, nyaman, dan tidak memalukan saat dikenakan, maka tak masalah jika digunakan lagi pada tahun berikutnya. No problemo!
Fokus dari hari yang suci ini adalah untuk
saling memaafkan satu sama lain agar kembali lagi ke hati yang fitrah bak
ketika pertama dilahirkan, bukan saling pamer untuk pesta. Niat kita harus
diluruskan kembali untuk mendapatkan ridho dan ampunan Allah. Terima kasih Dhea, Melalui lagunya sudah mengingatkan untuk tetap sederhana dan menghindari
berfoya-foya di hari raya.
Komentar
Posting Komentar