Cara mahasiswa membuat presentasi sepertinya lebih cocok disebut dokumen dalam format PowerPoint. Ketika menyimak presentasi di salah satu kuliah wajib untuk mahasiswa S1, seluruhnya punya pola yang sama: terlalu banyak informasi yang ditampilkan dalam satu slide. Layarnya penuh tanpa menyisakan white space yang cukup untuk jeda. Bahkan terkadang tulisannya ada yang sangat kecil (<12 pt). Lebih parahnya ada yang membuat tampilan presentasi yang 100% isinya tulisan dengan jarak yang sangat berdekatan dan ukuran yang kecil.
Kalau desain slide-nya saya yakin tidak menggunakan AI (Artificial Intelligence), tetapi saya yakin bahwa bagian dari tulisannya ada yang dibuat oleh teman pintar mereka. Tipikal bahasanya terlalu kompleks dan belum tentu mahasiswa dapat menjelaskan semuanya. Misalnya ada bagian di presentasi kelompok yang tertulis ‘membuat birokrasi terstruktur’, yang ketika saya tanya apa maksud dari frasa tersebut, anggota kelompoknya sedikit gelagapan dalam menjawab. Mereka tidak benar-benar menguasai konten yang tertulis.
Akibat slide yang terlalu penuh dengan tulisan, ketika presentasi mahasiswa jadi minim melakukan kontak mata dengan audiens. Mereka lebih banyak menatap layar untuk membaca teks, yang lebih cocok disebut dengan screen contact. Mahasiswa baru mulai menatap peserta saat tanya jawab, yang memang kebetulan tidak melihat tampilan presentasi.
Sepertinya kebiasaan membuat slide yang penuh informasi ini terbawa sampai kompetisi. Baru-baru ini saya mengikuti kegiatan bootcamp dan pitching start up BUILD (Boeing University Innovation Leadership Development). Dari sepuluh finalis, mayoritas menggunakan slide yang penuh informasi. Salah satu juri sampai berkomentar bahwa ia overwhelmed dengan informasi ketika harus mendengarkan penjelasan sambil membaca teks yang banyak secara bersamaan.
Saya pernah belajar bahwa setiap slide cukup menampilkan satu informasi. Jadi tampilannya tidak terlalu penuh. Gunakan ikon, diagram, atau gambar untuk mendukung visualisasi. Ukuran font tidak lebih kecil dari 18 pt. Maksimal tiga buah warna yang dipilih untuk satu halaman. Dengan membatasi banyaknya informasi yang ditampilkan sekaligus, pesan yang mau disampaikan harapannya lebih mudah diterima oleh target audiens.
Komentar
Posting Komentar