Bismillah. Ini artikel blogku setelah lama vakum menulis. Sepat habis hosting website-nya sebelum diperpanjang. Jadi mungkin ini momen untuk mulai membiasakan kembali.
Belakangan ini saya semakin disadarkan bahwa rezeki yang didapat itu tidak terbatas hanya material saja. Lebih luas dari itu, rezeki mencakup kesehatan, kesempatan, dan pertemuan juga. Bahkan beragam jenis karunia Tuhan lainnya yang mungkin kita tidak sadari dan menerima begitu saja, seperti terhindar dari bencana.
Jika seseorang dikelilingi orang yang sakit, tetapi antibodinya tetapi bagus dan ia tidak tertular, maka rezekinya ialah kesehatan. Apabila ada mahasiswa yang dapat kesempatan untuk ikut kegiatan pengembangan diri di luar, hal itu rezeki juga. Serta jikalau ada petemuan dua orang yang berujung membuka peluang untuk berbisnis maka memang silaturahmi membuka rezeki.
Dalam agama Islam, ada janji Allah bahwa menikah membuka pintu-pintu rezeki. Alhamdulillah, saya mulai merasakan hal-hal tersebut. Semakin banyak kesempatan untuk mengikuti kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kegiatan penunjang yang dapat saya ikuti, baik dari kampus maupun lembaga eksternal. Ada kesempatan jadi mentor start-up, mengikuti kajian keadilan tenaga kerja, hingga dipercaya untuk menjadi PIC (Person in Charge) untuk mata kuliah multidisiplin yang terdiri dari beberapa jurusan.
Baru-baru ini, jalan rezeki lain yang terbentang juga adalah kesempatan untuk melakukan tes kesehatan (Medical Check Up, MCU). Terakhir kali saya mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh pada awal tahun 2026. Setelah berjalan beberapa bulan, saya merasa berat badan meningkat cukup signifikan. Saya pun penasaran ingin mengecek setidaknya gula darah, asam urat dan kolesterol.
Beberapa tahun lalu pernah punya alat cek kesehatan portabel. Namun setelah dicari-cari masih belum ketemu. Sempat mempertimbangkan untuk membeli baru, karena harganya tidak begitu mahal, tetapi masih merasa sayang karena saya berpikir, “Ini hanya lupa menaruhnya saja di mana. Biasanya setelah beli barangnya juga ketemu.”
Sempat ada info di ITB kalau mau MCU sendiri, di luar jatah pemeriksaan tahunan, bayarannya sekitar Rp950 ribu. Karena sedang ada prioritas keuangan lainnya, saya pun mengurungkan niat untuk mengetes lagi.
Kebetulan di awal pekan ini saya mendapatkan kesempatan untuk dijadwalkan MCU kembali dari ketua prodi. Alhamdulillah, rezeki yang tidak disangka datang. Saya pun langsung mengonfirmasi jadwal hari Jumat pagi dan kebetulan juga tersedia.
Syukurlah, kejadian ini menjadi pengingat untuk terus bersyukur dalam segala hal. Karena kalau kita bersyukur Allah akan menambah nikmat kita, tetapi apabila kufur, lupa atau tidak bersyukur maka azab Allah sangat berat. Oleh karena itu, tulisan ini dibuat sebagai pengingat, terutama agar senantiasa mensyukuri nikmat yang dirasakan dari pagi sejak mulai terjaga hingga ketika di penghujung hari saat melelapkan mata
Komentar
Posting Komentar