Senin, 18 Februari 2019

SIAware Story Bagian Kedua: Dampak Besar SIAware Bagi Hidup Saya

SIAware Angkatan 29

Training SIAware merupakan adalah pelatihan pengembangan diri yang menggunakan metode Experential Learning, yang terdiri dari 70% praktik, 20% diskusi, dan 10% materi. SIAware mengajak kita belajar melalui pengalaman, sehingga mereka bisa menyadari tentang diri kita sendiri, bahkan bagian diri yang selama ini tidak disadari yang ternyata menghambat kita untuk mencapai impian-impian. Dengan kesadaran baru itu maka diharapkan kita bisa memiliki pilihan-pilihan baru sehingga membuat hidupnya lebih efektif.

Berhubungan dengan tulisan sebelumnya mengenai awal perjumpaan saya dengan SIAware yang dapat dibaca di sini, pada awalnya saya kira training ini merupakan pelatihan pengembangan diri pada umumnya. Dan ternyata presepsi saya salah dan pandangan saya soal SIAware berubah 180 derajat. Selama mengikuti training, saya belajar banyak hal baru mengenai diri saya sendiri. Ada tiga manfaat besar bagi diri saya sendiri yang menjadi bekal untuk berjuang menggapai impian-impian saya setelahnya.

SIAware ibarat kaca yang besar dan jernih, yang membuat saya dapat merefleksikan hal-hal kecil di diri saya yang sebelumnya sering luput dari perhatian. Saya menyadari bahwa perilaku saya selama empat hari di sana, merupakan cerminan nyata apa yang biasa saja lakukan sehari-hari. Saya sadar bahwa saya masih sering iri dengan orang lain, membandingkan diri dengan pencapaian orang lain yang biasa dipajang di sosial media, dan bergaul dengan dasar hubungan transaksional saja. Saya pun menyadari bahwa dalam bekerja seringkali saya tidak all out, belum mengerahkan tenaga dan pikiran 100%. Akibatnya hasil pekerjaan jadi tidak maksimal. Saya tau bahwa yang saya kerjakan belum mengerahkan sepenuhnya kemampuan saya, dan saya merasa cukup atas hasil yang diraih. Padahal, apabila saya dapat mengeluarkan seluruh kemampuan, hasilnya pun akan maksimal.

Selalu membandingkan diri dengan orang lain membuat saya menjadi tidak fokus dengan diri saya dan tujuan-tujuan yang ingin saya capai. Setelah mengikuti training ini saya pribadi merasa menjadi lebih bahagia karena lebih banyak melihat hal-hal yang patut disyukuri atas diri saya sendiri, dan berhenti meratapi keadaan dengan scroll feed di Instagram. Sebelumnya, saya menghabiskan banyak waktu dengan melihat-lihat postingan kawan-kawan di Instagram, dengan alasan ingin update berita. Ternyata hal tersebut berdampak buruk bagi saya, dan akhirnya saya memilih untuk menghentikan kebiasaan ini.

Kebiasaan buruk lainnya yang saya sadari menghambat adalah nonton anime dan baca manga. Sebelumnya saya menjadikan aktivitas tersebut sebagai escape karena merasa tidak bahagia akibat terlalu sering melihat media sosial itu. Di kala itu bahkan satu hari saya dapat mengabiskan 1 season anime (12 episode) dan 50 chapter manga. Setelah ikut SIAware dapat lepas dari kegiatan sia-sia ini. Yah, walaupun sekarang masih tetap baca komik yang update mingguan seperti One Piece dan Boku no Hero Academia. Tapi paling-paling hanya kurang dari 5 chapter sepekan.

Di training SIAware saya juga menyadari bahwa setiap hal yang terjadi di dalam hidup ini merupakan tanggung jawab diri sendiri.  Saya memegang kendali penuh akan diri sendiri. Ketika sudah memiliki impian, saya memilih untuk berjuang untuk menggapainya. Sebelumnya, saya pernah mengikuti seminar-seminar motivasi yang menyemangati tentang impian. Bukan mustahil untuk mencapai cita-cita setinggi langit. Tapi tidak hanya bermimpi saja, namun kita harus tetap memiliki langkah taktis yang realistis agar dapat semakin dekat dengan impian. Dan SIAware kembali mengingatkan mengenai impian-impian saya dan membuat strategi untuk mencapainya.

Hal-hal lain yang saya pelajari mengenai diri saya adalah bagaimana saya mempresepsikan lingkungan sekitar dan orang lain. Ternyata ketika melihat sesuatu atau menilai suatu keadaan, pikiran saya menarik untuk dijelajahi, haha. Saya tidak tahu bagaimana kalimat yang tepat untuk mendeskripsikannya. Pokoknya, saya jadi tahu bagaimana pikiran saya memproses lingkungan sekitar dengan perspektif seorang Aditya Parama Setiaboedi. Dan hal tersebut menjadi poin menarik bagi saya.

Dari SIAware saya juga berkenalan dengan banyak orang hebat dari berbagai latar belakang. Sebanyak 62 orang peserta lainnya di SIAware merupakan orang-orang yang luar biasa, yang saya belajar banyak dari mereka.  Salah satu teman terbaik saya di SIAware angkatan 29 adalah Ry (Ery Ana Awang). Dia adalah seorang apoteker yang bekerja di KPU (Komisi Pemilihan Umum) Bima. Ry jauh-jauh datang dari Nusa Tenggara Barat ke Bandung untuk mengikuti SIAware. Tentunya investasi yang dikeluarkan tidak sembarangan. Bahkan Ry bilang bahwa harga tiketnya lebih mahal dari biaya investasi training.

Ry, Sang Wanita angguh dari Bima 

Saya pun jadi kenal dengan Mas Qiwe, yang banyak bercerita mengenai sejarah SIAware. Ternyata pelatihan ini awalnya diinisiasi oleh Bu Nani, yang merupakan bagian dari Ikatan Alumni ITB (IA ITB). Beliau memiliki kepedulian khusus terhadap kondisi mahasiswa lulusan ITB tidak memiliki softskill yang baik ketika lulus dan masuk dunia kerja. Banyak diantaranya yang hanya mengikuti arus dan belum menentukan arah tujuannya sendiri. Pelatihan SIAware angkatan pertama katanya dilakukan di Aula Barat ITB. Awalnya training ini hanya dibuka untuk mahasiswa dan alumni ITB. Biayanya pun disubsidi oleh IA ITB. Salah satu hasil yang langsung terlihat adalah mahasiswa himpunan Sipil dan Tambang yang sering terlibat pertikaian dari tahun ke tahun biasa berdamai, salaing berangkulan dengan berlinangan air mata. Hingga SIAware angkatan ke-20, training ini eksklusif untuk kampus ganesha saja. Namun karena antusiasme masyarakat semakin tinggi, maka training ini pun dibuka untuk umum hingga sekarang.

Jadi, bisa jadi SIAware merupakan jawaban dari kegalauan kamu selama ini. Setelah membaca ini saya harap kamu dapat segera memutuskan untuk terlibat dalam training SIAware terdekat dan bergabung dengan ribuan orang yang telah merasakan perubahan positif dalam hidupnya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar