Langsung ke konten utama

Postingan

Jangan Pakai Baju dari Luar untuk Tidur di Kasur!

Ada dua tips menarik dalam mengatur pakaian di rumah yang saya pelajari dari teman saya, Dhika (Muhammad Andhika Putra), ketika tinggal di Balikpapan.   Pertama, janganlah membawa baju kotor dari luar masuk ke kamar, atau bahkan tiduran di kasur. Banyak diantara kita yang tidak mengganti baju saat sampai di rumah. Padahal mungkin saja pada pakaian kita ada debu, bakteri, atau bahkan virus yang menempel. Saya pun dulu masih melakukan hal ini. Ketika pulang sekolah, saya sering tidur-tiduran dengan masih mengenakan seragam. Ketika ada teman bermain pun kami langsung duduk-duduk di kasur. Setelah diceritakan tips ini, saya pasti mengganti pakaian setelah kembali dari luar. Cara ini juga efektif diterapkan untuk menghindari infeksi virus covid-19. Di masa awal pandemi bahkan setiap pulang seluruh badan saya disemprot dengan desinfektan untuk mensterilkan dari virus yang mungkin hinggap. Selain alasan kebersihan, saya sendiri merasakan lebih nyaman ketika akan tidur karena tahu bahwa ...

Serunya Belajar Bahasa Asing di Kelas Bahasa Salman ITB

Setiap semester, Masjid Salman ITB rutin mengadakan kelas bahasa. Pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, ada tiga bahasa yang diajarkan: Jepang, Arab, dan Inggris. Kelas Inggris selanjutnya dibagi menjadi kelas persiapan TOEFL & IELTS serta kelas speaking . Saya berkesempatan mengikuti kelas bahasa Jepang yang diadakan setiap hari Ahad jam 8 – 9 pagi WIB. Instuktur dari kelas ini adalah Kak Ramadhona Saville, seorang researcher dari Tokyo Agriculture University. Beliau merupakan orang bogor yang sudah lebih dari delapan tahun tinggal di Jepang. Kelas bahasa salman berlangsung selama 12 pekan dan masing-masing pertemuan biasanya durasinya 1 atau 1,5 jam. Sekarang kelasnya berlangsung via Zoom, makanya sang pengajar bisa mengajarkan langsung dari Tokyo. Kalau sebelum pandemi kelas bahasa biasa diselenggarakan secara tatap muka di masjid salman. Saya tertarik untuk mengikuti kelas ini karena biaya pendafatarannya cukup murah, tapi tidak murahan. Lihat saja instrukturya yang liv...

Pengalaman Pengajuan Visa Taiwan yang Tertunda

“Maaf, visanya belum jadi, Mas. Masih di Officer”. Padahal hari itu seharusnya jadwal pengambilan visa dan batas waktu pengumpulan visa untuk diproses keberangkatan oleh kampus. Pengalaman pertama pengajuan visa yang belum selesai pada saat waktu pengambilan adalah ketika saya mengajukan visa Taiwan untuk belajar bahasa mandarin. Pada bulan Agustus 2021, Taiwan mengumumkan telah membuka perbatasan untuk pelajar dan kamus saya sudah menerima mahasiswa untuk datang ke Taiwan. Ketika itu saya akan mengajukan visa kunjungan untuk belajar bahasa karena mendapatkan Huayu Enrichment Scholarship dari Ministry of Education Taiwan. Hari Jum’at tanggal 10 September 2021 saya berangkat dari Bandung ke Jakarta untuk mengunjungi kantor Taiwan Economic and Trade Office (TETO) untuk mengajukan pembuatan visa. Sebelumnya saya mengirimkan email ke bagian pendidikan TETO mengenai syarat pengajuan visa. Selain syarat-syarat yang tercantum di website, di email menyatakan bahwa financial state...

One Pace, Proyek Fans yang Menawarkan Pengalaman yang Lebih Asyik dalam Menonton One Piece

One Piece menjadi manga favorit pembaca berdasarkan berbagai polling. Saya termasuk orang yang menganggap komik karanan Eiichiro Oda ini sebagai salah satu manga terbaik. Manga ini juga sudah memiliki adaptasi anime yang tayang mingguan. Di Indonesia sempat ditayangkan di RCTI hingga Arc Arabasta. Di Jepang anime One Piece masih tayang di layar kaca setiap pekannya. Walaupun manga -nya menempati peringkat pertama dalam survei namun hal yang sama belum tentu berlaku untuk anime- nya. Walaupun rating anime ini di situs MyAnimeList masih mendapatkan nilai yang cukup baik (sekitar 8,5/10). Sekarang anime One Piece sudah hampir mencapai 1000 episode. Saya tidak terlalu mengikuti anime karena lebih cepat membaca versi komiknya. Bagi pembaca yang masih mengikuti anime, pernahkah kamu merasa tidak se- enjoy dulu ketika menonton episode-episoe terbaru? Saya pernah mendengar beberapa keluhan kalau pacing anime terlalu lambat dan terasa dipanjang-panjangkan. Misalnya ada cerita tentang pertarun...

Tips Batch Revisi untuk Mengurangi Jumlah Perubahan Desain Grafis

Bagi seorang ilustrator desain grafis, tantangan yang biasa dihadapi ketika mendesain adalah revisi berkali-kali. Permintaan untuk merubah desain memang wajar agar dapat menjadi lebih baik lagi. Namun hal yang bisa membuat kesal apabila request revisinya terlalu banyak, terlalu sering, hingga tidak logis. Apalagi jika setelah dibuat revisinya, desain yang dipilih kembali lagi ke desain awal. Dalam contoh membuat desain poster untuk sebuah webinar misalnya saya pernah mendapatkan permintaan desain dengan beberapa kali revisi dan setelah jadi malah desainnya tidak digunakan. Ketua tim meminta orang lain yang sudah biasa mendesain poster untuk membuat flyer acara tersebut. Salah satu kekecewaan designer juga apabila jika sudah mendesain dan merevisi berkali-kali malah desainnya tidak dipakai. Untuk meminimasi revisi yang berulang-ulang dan terlalu sering, saya mendapatkan tips dari Kang Rio (Rio Aurachman) tentang batch revisi . Usulan-usulan perubahan yang masuk terhadap desain awal d...

HPku Hitam Putih, Tapi Hidupku Lebih Berwarna

Sejak pandemi saya jadi lebih sering menatap layar smartphone, entah itu karena kerja atau sekedar baca komik dan nonton YouTube. Lama kelamaan jadi muncul rasa ketergantungan terhadap ponsel pintar ini. Jika ada waktu senggang sedikit, cek HP, ada waktu nunggu sebentar, lihat notifikasi. Dan hampir dari bangun tidur hingga tidur lagi tidak terpisah dengan HP. Akhir tahun 2020 saya sempat menonton video yang membahas mengenai mengurangi ketergantungan terhadap smartphone. Salah satu caranya adalah dengan mengubah setting tampilan layar menjadi hita putih ( grayscale). Caranya adalah dengan masuk ke bagian setting (pengaturan) kemudian cari dan aktifkan fitur grayscale, eye comfort, atau bedtime mode (berbeda-beda perintah pengaturannya, tergantung merk dan tipe HP). Layar HP Saya yang Di- Set Hitam Putih Sekarang sudah delapan bulan sejak saya menjalankan tips menghitamputihkan layar ini. Awal-awal tentu ada rasak tak nyaman; biasanya melihat layar HP yang berwarna kemudian dirubah...

Tak Perlu Kesulitan Mengeja Huruf Lagi dengan NATO Phonetic Alphabet

Di suatu pelajaran di kelas, sang guru sedang membacakan jawaban soal ulangan. “Nomor 1, A. Nomor 2, B.” “Apa Pak?”, tanya murid-muridnya. “B, Bandung. Nomor 3, D.”. “Apa Pak?”, murid-murid bertanya kembali. “D, Dodol”. Ketika mengeja abjad seringkali kita menggunakan objek yang familiar dengan nama depan yang sama dengan huruf yang dieja. Kata Bandung untuk menegaskan huruf B dan kata dodol untuk menegaskan huruf D. Cara ini efektif untuk membedakan dua huruf yang pengucapannya mirip tersebut karena kota Bandung dan makanan Dodol diketahui secara luas dan pelafalan keduanya berbeda. Ketika bekerja di lingkungan internasional bisa jadi cara mengeja huruf B dan D seperti contoh di atas tidak efektif. Pengalaman pertama saja kerja bersama ekspatriat adalah ketika karir pertama di bagian Human Resource pada perusahaan oil & gas asal Perancis. Sebagai karyawan yang intens berhubungan dengan telepon, saya pernah merasa kesulitan ketika mengkomunikasikan nama dan nomor karyawan (yan...

4 Alasan untuk Kerja Dahulu Sebelum Lanjut Kuliah S2

Salah satu pertanyaan yang paling banyak muncul dari mahasiswa tingkat akhir antara lain apakah lebih baik langsung melanjutkan pendidikan S2 atau menambah pengalaman kerja selama beberapa tahun dahulu. Saya pribadi cenderung untuk memilih untuk bekerja setidaknya dua tahun dulu sebelum memutuskan untuk mengambil gelar magister. Ada empat alasan mengapa saya menyarankan demikian. Untuk disclaimer di awal, argumen yang saya tulis berdasarkan pengalaman dan konteks keilmuan Teknik Industri serta untuk lanjut kuliah beasiswa di luar negeri. Bisa jadi ada alasan yang kurang cocok untuk diterapkan di luar konteks tersebut.   Mengumpulkan Modal untuk Mendaftar Kuliah dan Beasiswa Dalam proses aplikasi kampus dan beasiswa ke luar negeri akan ada biaya-biaya yang dikeluarkan. Biaya yang paling umum biasanya untuk tes bahasa Inggris (TOEFL IBT atau IELTS), yang bisa mencapai 2 juta rupiah per tes. Jika ijazah dan transkrip akademik masih diterbitkan dalam bahasa Indonesia saja, perlu ...

4 Alasan Batal Fast Track di ITB

Sebelumnya saya telah bercerita mengenai program kuliah fast track di ITB . Pada artikel tersebut tertulis bahwa akhirnya saya memutuskan untuk tidak meneruskan fast track S2 di ITB. Tulisan ini akan lebih bercerita mengenai apa yang saya rasakan ketika menjalani fast track di jurusan Teknik dan Manajemen Industri ITB , walau tidak selesai.    1. Tak Terlalu Dekat dengan Teman S2 Mulai dari semester 7, peminat fast track sudah harus mengambil dua mata kuliah wajib S2. Kelas yang kami ikuti digabung dengan mahasiswa S2 jalur biasa yang baru masuk. Karena jumlah mahasiswa satu angkatan S2 cukup banyak, jadi kelas wajib ini pun dibagi menjadi dua kelas paralel. Jika mahasiswa S2 reguler dibagi kelasnya berdasarkan NIM (ganjil-genap atau awal-akhir), mahasiswa fast track dibebaskan memilih kelas yang jadwalnya cocok. Walaupun masuk ke kelas S2, tapi saya tidak begitu kenal dengan teman-teman S2. Salah satu alasannya karena beda kesibukan. Di saat mahasiswa S2 reguler hanya...

Program Fast Track (Jalur Cepat) di ITB

Di Indonesia pada umumnya jenjang pendidikan S2 diselesaikan dalam waktu dua tahun. Tapi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan beberapa perguruan tinggi lain menyelenggarakan program fast track (jalur cepat) yang memungkinkan menempuh program magister dalam waktu satu tahun. Program ini merupakan program untuk melanjutkan S2 langsung dari S1 di jurusan yang sama selama 5 tahun, 4 tahun untuk menyelesaikan S1 dan 1 tahun berikutnya untuk jenjang S2. Karena menawarkan durasi yang singkat untuk mendapatkan gelar sarjana dan magister sekaligus, program ini cukup diminati.  Ada beragam keunggulan jika mengikuti program ini. Di jurusan Teknik Industri & Manajemen Rekayasa (TI-MR) ITB misalnya, banyak mahasiswa fast track yang lebih mudah dalam mencari topik thesis karena tinggal melanjutkan Tugas Akhir (skripsi). Mahasiswa juga sudah familiar dengan sistem administrasi di ITB, familiar dengan lingkungan kampus, hingga kenal dengan dosen-dosen yang mengajar sehingga mudah beradaptasi...