Langsung ke konten utama

Postingan

Program Fast Track (Jalur Cepat) di ITB

Di Indonesia pada umumnya jenjang pendidikan S2 diselesaikan dalam waktu dua tahun. Tapi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan beberapa perguruan tinggi lain menyelenggarakan program fast track (jalur cepat) yang memungkinkan menempuh program magister dalam waktu satu tahun. Program ini merupakan program untuk melanjutkan S2 langsung dari S1 di jurusan yang sama selama 5 tahun, 4 tahun untuk menyelesaikan S1 dan 1 tahun berikutnya untuk jenjang S2. Karena menawarkan durasi yang singkat untuk mendapatkan gelar sarjana dan magister sekaligus, program ini cukup diminati.  Ada beragam keunggulan jika mengikuti program ini. Di jurusan Teknik Industri & Manajemen Rekayasa (TI-MR) ITB misalnya, banyak mahasiswa fast track yang lebih mudah dalam mencari topik thesis karena tinggal melanjutkan Tugas Akhir (skripsi). Mahasiswa juga sudah familiar dengan sistem administrasi di ITB, familiar dengan lingkungan kampus, hingga kenal dengan dosen-dosen yang mengajar sehingga mudah beradaptasi...

Mengaitkan Wajah pada Nama

"Photo gives faces to the names" Kata-kata ini pertama kali saya dengar dari Mbak Wina, salah satu pengurus IA ITB Kaltim (Ikatan Alumni ITB Kalimantan Timur). Waktu itu kami sedang menjadi panitia pemilu ketua IA ITB Kaltim dan menelusuri database calon pemilih. Data yang kami miliki hanya berdiri dari nama dan tulisan lainnya, tanpa ada foto. Makanya Mbak Wina bilang kalau ada foto akan lebih baik lagi karena bisa membayangkan wajah para anggota ketika melihat nama-nama pada data. Jadi seolah-olah melihat kepada manusia nyata, tidak hanya melihat daftar tabel di kertas/ excel yang hanya berisi tulisan saja. Ketika membaca manga atau anime dengan karakter yang jumlahnya banyak, sering kali kita tidak hafal semua tokohnya. Apalagi kalau jumlah anime dan manga yang dikonsumsi sudah banyak, bahkan nama tokoh utama saja bisa lupa. Untung kalau membaca komik atau menonton versi novel, biasanya disebutkan nama ketika kotohnya muncul. Jadi pembaca dan penonton bisa terbayang wa...

Konsep Marketing dari Umaru-Chan yang Berwajah Ganda

Umaru Doma adalah seorang siswi SMA yang “sempurna”. Ia pintar, seluruh nilai ujiannya 100, atletis, selalu juara ketika olahraga, jago bermain musik, perangainya baik, tata bahasanya juga indah. Umaru dibilang orang-orang sebagai tipe adik peremuan ( imouto ) yang ideal. Tapi tanpa diketahui banyak orang, Umaru menjadi sosok yang sangat berbeda ketika sudah pulang ke rumah. Ia bertransformasi menjadi sosok yang absurd; pemalas, tak kenal tata krama, senang ngemil junk food, mengabiskan waktu dengan main game, membaca manga, dan menonton anime. Hanya sang kakak laki-laki yang tahu karakter rumah Umaru yang 180% berbeda dengan yang Umaru tunjukkan ketika keluar rumah. Cerita tentang Umaro Doma yang berwajah ganda merupakan plot dari manga komedi Himouto! Umaru-Chan. Walaupun kisah ini fiksi, tapi konsep berwajah ganda ini juga terjadi di dunia nyata. Di banyak kebudayaan, istilah face (wajah) memiliki arti yang mendalam, tidak hanya wajah fisik yang terlihat namun lebih jauh berkaitan...

Tak Semua Manga Perlu Diangkat Menjadi Anime

Keberhasilan suatu serial manga dalam memikat pembaca biasanya akan membuat manga tersebut dielu-elukan untuk diangkat menjadi film animasi oleh para fans . Gambar bergerak yang disertasi dengan aktor pengisi suara dan musik latar yang mendukung akan dapat dinikmati lebih banyak orang dibandingkan hanya membaca lembaran hitam putih. Tapi ada beberapa karya manga yang menurut saya tidak cocok dijadikan anime.   Adalah Yotsuba&! ( Yotsubato! ) yang merupakan salah satu manga yang lebih cocok dibiarkan dalam versi kertas dan pensil dibandingkan diangkat menjadi tayangan TV.   Manga bertema slice of life ini mengisahkan kehidupan Yotsuba, seorang anak berusia lima tahun, yang tinggal bersama ayahnya dan bertetangga dengan keluarga yang memiliki tiga orang anak perempuan. Potongan cerita yang diangkat pun tak jauh dari aktivitas sehari-hari seperti makan malam, bermain di taman, dan berbelanja. Sang pengarang entah bagaimana dapat menampilkan bagaimana dunia terlihat dari ma...

One Puch Man Workout dan Latihan Push Up

  “100 Push Up , 100 Sit Up , 100 Squat , dan 10 KM lari, SETIAP HARI”  -Saitama Porsi latihan di atas merupakan latihan yang dilakukan oleh Saitama, seorang tokoh dalam manga One Punch Man, hingga ia memiliki kekuatan super dan menjadi pahlawan. Latihan yang dikenal dengan One Punch Man Work Out (OPM Workout ) ini terkesan simpel dan digadang-gadang dapat memberikan hasil yang luar biasa. Banyak orang yang telah mempraktikkannya dan membagikan hasilnya di YouTube. Hanya dalam 30 hari saja, dengan menerapkan latihan fisik ini, dapat terlihat perubahan signifikan pada tubuh mereka. Hanya saja latihan ini perlu dilakukan dengan teknik yang tepat dan bertahap agar tidak menimbulkan cidera pada tubuh. Beberapa Video Orang yang Telah Mencoba OPM Workout Saya tertarik untuk melakukan OPM Workout ini, namun bagian yang paling menantang adalah melakukan push up . Seingat saya terakhir kali melakukan gerakan ini ketika osjur (ospek jurusan ) semasa kuliah dulu. Jumlahnya pun tida...

Inspirasi tentang Hadiah untuk Mahasiswa

  “The ain’t a master in the world who wouldn’t be happy when their student does a great job” -Barbatos Bachiko- Pada manga Mairimashita Iruma-kun! diceritakan bahwa di akhir tahun pertama bersekolah di Babyl, Iruma dan teman-teman sekelasnya mendapatkan hadiah dari para instruktur mereka. Hadiah tersebut merupakan apresiasi dari para master atas performa baik seluruh murid kelas abnormal dalam acara-acara di tahun pertama—festival panen dan festival musik—serta keberhasilan mencapai ranking 4 (dari total 10 ranking). Bentuk hadiahnya sederhana, mulai dari anting, cincin, kaca mata, hingga kalung. Aksesoris Baru Anggota Abnormal Class Apresiasi dari master ke didikannya ini menginspirasi saya untuk melakukan hal yang sama di perkuliahan. Mungkin jika memberikan hadiah kepada seluruh mahasiswa yang diajarkan di kelas agak berat. Namun untuk menyiapkan hadiah bagi mahasiswa bimbingan yang sudah lulus sepertinya masih masuk akal. Selama mengerjakan Tugas Akhir (skripsi), para maha...

Tertolong dengan Ekstensi Penerjemah Raw Manga

Salah satu kendala yang dialami penggemar manga adalah tidak fasih berbahasa Jepang. Banyak pembaca yang tidak mengerti kalau membaca manga dalam bahasa aslinya ( raw manga). Padahal raw manga terbit lebih cepat dan ada beberapa judul atau chapter yang tidak atau belum diterjemahkan ke bahasa Inggris atau bahasa lainnya. Beberapa user di Reddit bercanda kalau mereka tidak dapat membaca ‘ moonrunes’ jika ada yang posting potongan panel manga berbahasa Jepang.  Baru-baru ini saya menemukan adanya extension untuk translation komik di Google Chrome. Dan ternyata ada beberapa extension, tidak hanya satu. Penerjemah ini menggunakan teknologi Optical character recognition untuk membaca karakter atau huruf yang ada pada gambar, kemudian menerjemahkannya dengan translator. Setelah membaca-baca review yang paling bagus aplikasi bernama Ichigo Reader. Aplikasi ini berbayar dengan biaya langganan sekitar $8 per bulan atau $70-an per tahun. Jika ingin mencoba ada free trial untuk menerjemahk...

Trolley Problem pada Manga Jagaaaaaan

Bayangkan kamu melihat sebuah troli yang sedang melaju ke arah lima orang pekerja yang tidak dapat kabur. Kebetulan kamu berada dekat sebuah tuas untuk mengalihkan laju troli ke jalur kedua. Di jalur lainnya juga ada pekerja, tetapi hanya satu orang. Apa yang akan kamu lakukan, mengorbankan satu orang atau membiarkan lima nyawa melayang? Ilustrasi Trolley Problem Permasalahan tersebut dikenal sebagai Trolley Problem, sebuah versi dilema secara etis ( ethical dilemma ) yang dipikirkan oleh seorang filsuf, Phillippa Foot, pada tahun 1967. Berdasarkan survei, 90% responden mengatakan bahwa it’s okay to flip the switch. Dalam situasi tersebut mayoritas orang membenarkan untuk menarik tuas dan mengalihkan jalur untuk kemudian mengorbankan satu nyawa untuk dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa. Pilihan ini sejalan dengan prinsip utilitarian, yang menyebutkan bahka keputusan yang benar secara moral adalah keputusan yang memaksimalkan kesejahteraan untuk jumlah orang terbanyak. Ada salah ...

Menonton Operet Bobo: Terwujudnya Impian Masa Kecil

Waktu kecil bacaan favorit saya adalah majalah Bobo. Majalah pekanan ini memuat cerpen, informasi yang menambah wawasan, hingga komik singkat mengenai keluarga Bobo, Oki & Nirmala, dan Bona & Rongrong. Secara periodik, kalau tidak salah setahun sekali, majalah Bobo mengadakan operet. Operet merupakan opera ringan, dengan dialog, tarian dan lagu yang dinyayikan secara bergantian. Operet ini dulu diiklankan di TV pada waktu-waktu anak-anak sering menonton, lagu-lagunya juga diputar di radio anak. Banyaknya eksposur terhadap Operet Bobo ini membuat saya jadi ingin sekali menontonnya. Namun karena penampilan tersebut hanya tayang di Jakarta, saya tidak diizinkan ke ibukota. Akhirnya saya tumbuh besar dengan melupakan Operet Bobo, namun dalam hati tetap ada keinginan untuk menontonnya. Di bulan Juli 2021, tetiba di halaman home YouTube saya rekomendasi video rekaman operet Bobo “Pika-Pika Kuro”. Wah, melihat thumbnail drama musikal tersebut saya menjadi excited dan langsung ingi...

Sukses Menggaet Target Pasar ala Muse Indonesia

MUSE Communication merupakan salah satu media yang menyediakan fasilitas untuk menonton anime secara legal. Media ini memiliki beberapa kanal besar di YouTube, diantaranya Muse Asia, yang menyediakan anime dengan subtitle Bahasa Inggris dan Mandarin, serta Muse Indonesia yang menayangkan anime dengan takarir Bahasa Indonesia. Berdasarkna namanya, kanal Muse Asia menargetkan pasar yang lebih besar dibandingkan dibandingkan kanal yang khusus untuk negara Indonesia saja. Potensi jangkauan penonton Muse Asia juga lebih luas karena menggunakan bahasa internasional.  Hal menarik dari dua channel ini adalah jumlah subscriber Muse Indonesia lebih banyak dibandingkan Muse Asia. Walaupun perbedaannya tidak terlalu besar (Muse Asia 3,5 juta dan Muse Indonesia 3,9 juta subscriber per tanggal 21 Juli 2021), namun ada fenomena menarik mengenai jumlah penggemar anime di Indonesia dibandingan dengan Asia secara umum. Penduduk Indonesia memang banyak, jadi wajar jika penggemar anime juga banyak. ...